HomeHeadlineTimnas Amin: Kemenangan Prabowo-Gibran karena Bansos dan Pengerahan Aparat Negara

Timnas Amin: Kemenangan Prabowo-Gibran karena Bansos dan Pengerahan Aparat Negara

Published on

spot_img

 619 total views

JAKARTA – Tim Hukum Nasional (Timnas) Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Amin) menilai, kemenangan Paslon nomor 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka di Pilpres 2024 karena adanya intervensi pembagian bantuan sosial (bansos) yang masif oleh pemerintah Jokowi dan penggunakan aparat negara.

Hal itu disampaikan tim hukum Timnas Amin Bambang Widjojanto di ruang sidang Mahkamah Konstitusi, Jakarta Pusat, Rabu (27/3/2024).

Bambang menjelaskan, penyaluran bansos yang luar biasa terjadi saat Jokowi melakukan kunjungan.

“Adalah kunjungan pak Jokowi di Jawa Tengah ada lebih dari 15 dan di daerah itu bansosnya luar biasa,” ungkap Bambang.

Kunjungan dan pembagian bansos itu sejalan dengan keterlibatan atau pengerahan aparatur yang juga luar biasa.

“Berdasarkan riset ini dapat ditentukan bahwa intervensi bansos, penggunaan aparat negara itu mempengaruhi peningkatan suara,” imbuh Bambang.

Dia juga memberikan contoh bagaimana skema penyaluran bansos dan intevensi bisa mempengaruhi suara. Ia pun memberikan tiga contoh survei yang dilakukan dari tiga kali Pemilu ke belakang yang diikuti Prabowo.

Bambang menyinggung perolrhan suara Prabowo di Kepualauan Talaud, Sulawesi Utara yang pada tahun 2014 mendapatkan angka 21,91 persen. Pada 2019 angka Prabowo justru jeblok di bawah 10 persen, namun pada 2024 angka itu menaik signifikan hingga 75,93 persen.

Menurutnya, perolehan angka Prabowo saat ini bukan semata-mata lantaran pemilih telah memilih calon terbaiknya. Lebih jauh menurutnya, hal itu semata-mata karena masifnya dugaan intervensi.

Artikel Terbaru

KPK Tetapkan Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi penyelenggaraan ibadah haji tahun 2023-2024. Penetapan ini dikonfirmasi oleh pejabat KPK pada Jumat, 9 Januari 2026.

Pelatihan Mencegah Bullying Sejak Dini di SD Kanisius Yogyakarta

    JUDUL PELATIHAN Pelatihan Mencegah Bullying Sejak Dini di SD Kanisius Yogyakarta   RINGKASAN Pelatihan pencegahan bullying sejak dini...

VENEZUELA: SUATU PERINGATAN : Ketika Negara Dipersonalisasi, Kekuasaan Dipusatkan, dan Institusi Dilumpuhkan

Dalam epilog buku saya Indonesian Dream: Revitalisasi & Realisasi Pancasila sebagai Cita-Cita Bangsa (Kompas, 2018), saya membuka dengan kisah Venezuela. Judulnya singkat: “Indonesia 2030.” Venezuela saya jadikan cermin—sekaligus peringatan.

Pelajaran Mahal dari Venezuela: Otoritarianisme ala Maduro

INNNEWS-Apa yang terjadi di Venezuela pada awal 2026 bukanlah peristiwa yang jatuh dari langit....

artikel yang mirip

KPK Tetapkan Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi penyelenggaraan ibadah haji tahun 2023-2024. Penetapan ini dikonfirmasi oleh pejabat KPK pada Jumat, 9 Januari 2026.

Pelatihan Mencegah Bullying Sejak Dini di SD Kanisius Yogyakarta

    JUDUL PELATIHAN Pelatihan Mencegah Bullying Sejak Dini di SD Kanisius Yogyakarta   RINGKASAN Pelatihan pencegahan bullying sejak dini...

VENEZUELA: SUATU PERINGATAN : Ketika Negara Dipersonalisasi, Kekuasaan Dipusatkan, dan Institusi Dilumpuhkan

Dalam epilog buku saya Indonesian Dream: Revitalisasi & Realisasi Pancasila sebagai Cita-Cita Bangsa (Kompas, 2018), saya membuka dengan kisah Venezuela. Judulnya singkat: “Indonesia 2030.” Venezuela saya jadikan cermin—sekaligus peringatan.