No menu items!
More
    HomeGlobalIndonesia Minta Iran-Israel Tahan Diri, Serukan Perdamaian di Timur Tengah 

    Indonesia Minta Iran-Israel Tahan Diri, Serukan Perdamaian di Timur Tengah 

    Published on

    spot_img

     751 total views

    INN Internasional – Republik Indonesia (RI) melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) meminta pihak yang bertikai yakni Iran dan Israel agar menahan diri.

    “Indonesia prihatin atas eskalasi situasi keamanan di Timur Tengah dan menyerukan semua pihak untuk menahan diri,” kata Kemlu RI lewat unggahan resmi di media sosial X.

    Diketahui serangan drone dan rudal Iran dimulai sejak Sabtu (13/4) sampai Minggu (14/4) pagi. Ini merupakan serangan pertama Iran secara langsung ke Israel.

    Selain Indonesia, negara lain di dunia terlebih dulu berakasi atas serangan Iran ke Israel. AS, sekutu dekat Israel, mengecam aksi Iran dan berjanji akan mendukung Zionis.

    Arab Saudi Prihatin Iran Serang Israel, Desak Perdamaian

    Sedangkan, Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak, mengutuk serangan tersebut. Menurutnya ini merupakan serangan sembrono yang berisiko mengobarkan ketegangan dan mengganggu stabilitas kawasan Timur Tengah.

    Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Saudi mengeluarkan pernyataan yang menyuarakan keprihatinannya.

    Senada dengan RI, Saudi juga menyerukan agar semua pihak menahan diri dan menghindarkan kawasan dan rakyatnya dari bahaya perang.

    Artikel Terbaru

    KPK Tetapkan Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji

    Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi penyelenggaraan ibadah haji tahun 2023-2024. Penetapan ini dikonfirmasi oleh pejabat KPK pada Jumat, 9 Januari 2026.

    Pelatihan Mencegah Bullying Sejak Dini di SD Kanisius Yogyakarta

        JUDUL PELATIHAN Pelatihan Mencegah Bullying Sejak Dini di SD Kanisius Yogyakarta   RINGKASAN Pelatihan pencegahan bullying sejak dini...

    VENEZUELA: SUATU PERINGATAN : Ketika Negara Dipersonalisasi, Kekuasaan Dipusatkan, dan Institusi Dilumpuhkan

    Dalam epilog buku saya Indonesian Dream: Revitalisasi & Realisasi Pancasila sebagai Cita-Cita Bangsa (Kompas, 2018), saya membuka dengan kisah Venezuela. Judulnya singkat: “Indonesia 2030.” Venezuela saya jadikan cermin—sekaligus peringatan.

    Pelajaran Mahal dari Venezuela: Otoritarianisme ala Maduro

    INNNEWS-Apa yang terjadi di Venezuela pada awal 2026 bukanlah peristiwa yang jatuh dari langit....

    artikel yang mirip

    KPK Tetapkan Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji

    Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi penyelenggaraan ibadah haji tahun 2023-2024. Penetapan ini dikonfirmasi oleh pejabat KPK pada Jumat, 9 Januari 2026.

    Pelatihan Mencegah Bullying Sejak Dini di SD Kanisius Yogyakarta

        JUDUL PELATIHAN Pelatihan Mencegah Bullying Sejak Dini di SD Kanisius Yogyakarta   RINGKASAN Pelatihan pencegahan bullying sejak dini...

    VENEZUELA: SUATU PERINGATAN : Ketika Negara Dipersonalisasi, Kekuasaan Dipusatkan, dan Institusi Dilumpuhkan

    Dalam epilog buku saya Indonesian Dream: Revitalisasi & Realisasi Pancasila sebagai Cita-Cita Bangsa (Kompas, 2018), saya membuka dengan kisah Venezuela. Judulnya singkat: “Indonesia 2030.” Venezuela saya jadikan cermin—sekaligus peringatan.