HomeGaya HidupKe Kampung Gitar Legendaris Sukoharjo yang Mendunia, Pulang Bawa Gitar Home Industry...

Ke Kampung Gitar Legendaris Sukoharjo yang Mendunia, Pulang Bawa Gitar Home Industry Berkualitas

Published on

spot_img

 2,598 total views

SUKOHARJO – Memiliki julukan kampung gitar, Desa Ngrombo dan Desa Mancasan, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah ini memiliki keunikan lantaran mayoritas warganya berprofesi sebagai pengrajin gitar.

Sejak tahun tujuh puluhan, keahlian membuat gitar sudah diwariskan dari generasi ke generasi hingga saat ini. Hal ini membuat pengrajin gitar di kedua desa ini terus berkembang mengikuti perkembangan zaman. Terutama dalam hal pemasaran.

“Dulu waktu awal-awal, kami memasarkan gitar itu dari rumah ke rumah dan ada yang istilahnya kami titip jual,” ujar Sumardi (57) salah satu pengrajin gitar Desa Ngrombo saat ditemui INN baru-baru ini di kediamannya.

Pameran Gitar dari Desa Ngrombo (Gambar: Interestnews)

Namun seiring berjalannya waktu, gitar dari Ngrombo maupun Mancasan semakin dikenal masyarakat dan banyak diminati. Banyaknya permintaan pembeli tidak hanya melalui toko saja melainkan juga secara online.

Banyak pengrajin ataupun penjual gitar yang memanfaatkan perkembangan IT (Information and Technology) sebagai model penjualan/pemasaran terutama anak muda. Kini banyak platform marketplace (lokapasar) tersedia yang dapat dimanfaatkan.

Dengan adanya marketplace ini memudahkan para penjual gitar di kedua desa ini.

“untuk promosi kita buat video-video cinematic kemudian diupload dan diselipin produk,” ucap Yosep, admin salah satu toko gitar online di Mancasan saat ditemui INN.

Hal ini juga dapat memperluas target pasar, tidak hanya yang berkunjung ke toko saja, siapapun di seluruh Indonesia dapat memesan produk gitar dari sini.

Berbagai Macam Gitar yang Tersedia di Toko – INN

Bagi INNers yang ingin mendapatkan gita-gitar unik dan berkualitas produksi Indonesia, bisa mendatangi secara langsung toko-toko penjualan di Desa Ngrombo dan Mancasan.

Gitar home industry tersebut memiliki harga pasaran yang cukup terjangkau. Harga yang ditawarkan bervariasi mulai dari Rp100 ribu hingga jutaan rupiah, tergantung jenis kayu dan tingkat kesulitan produksinya.

Proses pembuatan gitar juga bisa disaksikan pembeli secara langsung.

Produksi gitar dan alat musik petik lainnya dari kedua desa ini, tak hanya dikenal di tingkat daerah saja, melainkan juga di tingkat nasional maupun internasional.

Artikel Terbaru

KPK Tetapkan Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi penyelenggaraan ibadah haji tahun 2023-2024. Penetapan ini dikonfirmasi oleh pejabat KPK pada Jumat, 9 Januari 2026.

Pelatihan Mencegah Bullying Sejak Dini di SD Kanisius Yogyakarta

    JUDUL PELATIHAN Pelatihan Mencegah Bullying Sejak Dini di SD Kanisius Yogyakarta   RINGKASAN Pelatihan pencegahan bullying sejak dini...

VENEZUELA: SUATU PERINGATAN : Ketika Negara Dipersonalisasi, Kekuasaan Dipusatkan, dan Institusi Dilumpuhkan

Dalam epilog buku saya Indonesian Dream: Revitalisasi & Realisasi Pancasila sebagai Cita-Cita Bangsa (Kompas, 2018), saya membuka dengan kisah Venezuela. Judulnya singkat: “Indonesia 2030.” Venezuela saya jadikan cermin—sekaligus peringatan.

Pelajaran Mahal dari Venezuela: Otoritarianisme ala Maduro

INNNEWS-Apa yang terjadi di Venezuela pada awal 2026 bukanlah peristiwa yang jatuh dari langit....

artikel yang mirip

KPK Tetapkan Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi penyelenggaraan ibadah haji tahun 2023-2024. Penetapan ini dikonfirmasi oleh pejabat KPK pada Jumat, 9 Januari 2026.

Pelatihan Mencegah Bullying Sejak Dini di SD Kanisius Yogyakarta

    JUDUL PELATIHAN Pelatihan Mencegah Bullying Sejak Dini di SD Kanisius Yogyakarta   RINGKASAN Pelatihan pencegahan bullying sejak dini...

VENEZUELA: SUATU PERINGATAN : Ketika Negara Dipersonalisasi, Kekuasaan Dipusatkan, dan Institusi Dilumpuhkan

Dalam epilog buku saya Indonesian Dream: Revitalisasi & Realisasi Pancasila sebagai Cita-Cita Bangsa (Kompas, 2018), saya membuka dengan kisah Venezuela. Judulnya singkat: “Indonesia 2030.” Venezuela saya jadikan cermin—sekaligus peringatan.