HomeTrendingX: Bea Cukai Beri Denda Ratusan Juta untuk Sumbangan Alat Belajar Tuna...

X: Bea Cukai Beri Denda Ratusan Juta untuk Sumbangan Alat Belajar Tuna Netra dari Jepang

Published on

spot_img

 469 total views

JAKARTA – Sebuah Sekolah Luar Biasa (SLB) di daerah Jakarta mendapat bantuan alat pembelajaran untuk tunanetra dari Jepang.

Bantuan tersebut dikirim dari Jepang, tapi berdasarkan keterangan dari sang pemilik, alat tersebut ditahan oleh Bea Cukai di Bandara Soekarno Hatta-Jakarta.

Dalam keterangan dari akun Ijalzaid pada platform X, ia menceritakan SLB yang ia kelola sempat mendapatkan bantuan alat untuk belajar dari Jepang.

Namun saat hendak untuk mengambilnya, ia diwajibkan untuk membayar ratusan juta beserta denda gudang per hari.

“SLB saya juga dapet bantuan alat belajar untuk tunanetra dari perusahaan Korea. Eh pas mau diambil di beacukai soeta suruh byar ratusan juta.” dikutip dari akun Ijalzaid di platform X, pada Jumat (26/4), dikutip Minggu (28/4)

Rizalz yang menjadi pemilik akun juga mengungkapkan bahwa barang bantuan untuk SLB yang disebut sebagai A Pembina Tingkat Nasional, saat ini teronggok di gudang Bea Cukai Soetta tanpa penyelesaian dari tahun 2022.

“Mana denda gudang per hari. Dari taun 2022 jadi gabisa keambil. Ngendep disana buat apa ga manfaat juga” lanjutnya dalam cuitan tersebut.

Artikel Terbaru

KPK Tetapkan Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi penyelenggaraan ibadah haji tahun 2023-2024. Penetapan ini dikonfirmasi oleh pejabat KPK pada Jumat, 9 Januari 2026.

Pelatihan Mencegah Bullying Sejak Dini di SD Kanisius Yogyakarta

    JUDUL PELATIHAN Pelatihan Mencegah Bullying Sejak Dini di SD Kanisius Yogyakarta   RINGKASAN Pelatihan pencegahan bullying sejak dini...

VENEZUELA: SUATU PERINGATAN : Ketika Negara Dipersonalisasi, Kekuasaan Dipusatkan, dan Institusi Dilumpuhkan

Dalam epilog buku saya Indonesian Dream: Revitalisasi & Realisasi Pancasila sebagai Cita-Cita Bangsa (Kompas, 2018), saya membuka dengan kisah Venezuela. Judulnya singkat: “Indonesia 2030.” Venezuela saya jadikan cermin—sekaligus peringatan.

Pelajaran Mahal dari Venezuela: Otoritarianisme ala Maduro

INNNEWS-Apa yang terjadi di Venezuela pada awal 2026 bukanlah peristiwa yang jatuh dari langit....

artikel yang mirip

KPK Tetapkan Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi penyelenggaraan ibadah haji tahun 2023-2024. Penetapan ini dikonfirmasi oleh pejabat KPK pada Jumat, 9 Januari 2026.

Pelatihan Mencegah Bullying Sejak Dini di SD Kanisius Yogyakarta

    JUDUL PELATIHAN Pelatihan Mencegah Bullying Sejak Dini di SD Kanisius Yogyakarta   RINGKASAN Pelatihan pencegahan bullying sejak dini...

VENEZUELA: SUATU PERINGATAN : Ketika Negara Dipersonalisasi, Kekuasaan Dipusatkan, dan Institusi Dilumpuhkan

Dalam epilog buku saya Indonesian Dream: Revitalisasi & Realisasi Pancasila sebagai Cita-Cita Bangsa (Kompas, 2018), saya membuka dengan kisah Venezuela. Judulnya singkat: “Indonesia 2030.” Venezuela saya jadikan cermin—sekaligus peringatan.