HomeHeadlineMendorong PDIP-PKS Oposisi untuk Check and Balance Pemerintahan 

Mendorong PDIP-PKS Oposisi untuk Check and Balance Pemerintahan 

Published on

spot_img

 632 total views

JAKARTA – Founder lembaga survei KedaiKOPI, Hendri Satrio alias Hensat mendorong PDI Perjuangan (PDIP) dan Parati Keadilan Sejahtera (PKS) untuk menjadi oposisi di pemerintahan Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka.

Meski ia tak menampik jika PKS berpeluang masuk dalam pemerintahan apabila diajak langsung Prabowo.

Hendri mengaku deg-degan dengan sikap PKS nantinya.

“Yang justru bikin saya deg-degan itu PKS. Apakah PKS sekuat itu kembali berada di luar pemerintahan? Kalau menurut saya, kalau mereka diajak (masuk ke pemerintahan) mereka pasti masuk. Nah PKS ini diajak atau tidak? Kalau menurut saya sih ujungnya pasti diajak ya,” ujar Hendri kepada wartawan di kawasan Hotel Tamarin Jakarta, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (28/4).

Namun kata Hendri, apabila PKS memutuskan berada di luar pemerintahan dan menjadi oposisi bersama PDIP, maka kedua partai ini akan menciptakan sebuah sejarah, di mana upaya rekonsiliasi kedua partai berlatar belakang nasionalis dan Islamis bersatu.

“Dan antara PKS misalnya ternyata yang di luar pemerintahan adalah PKS dan PDIP. Ini menurut saya akan baik buat Indonesia, karena ada kesempatan terjadi rekonsiliasi ideologis antara (partai) nasionalis dan (partai) Islam,” ucap Hendri.

PKS dengan PDIP menjadi oposisi menurutnya akan membuat sebuah kekuatan yang besar pada Pemilu 2029.

“Itu kalau selama ini kan sempat persepsi publiknya dipisahkan tuh. Tapi kalau kemudian PKS yang kanan banget, terus kemudian PDIP yang kiri banget berada di luar pemerintahan. Kemudian ada reuni atau rekonsiliasi ideologis, di 2029 kekuatan ini harus dipertimbangkan sebagai sebuah kekuatan yang akan besar,” tuturnya.

“Dan menurut saya, akan sangat baik kok kekuatan di luar (oposisi) pemerintahan untuk jalannya pemerintahan yang ada. Karena kalau semuanya oke-oke saja, iya-iya saja, tidak ada check and balance, ya enggak seru juga gitu kan,” pungkasnya.

Artikel Terbaru

KPK Tetapkan Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi penyelenggaraan ibadah haji tahun 2023-2024. Penetapan ini dikonfirmasi oleh pejabat KPK pada Jumat, 9 Januari 2026.

Pelatihan Mencegah Bullying Sejak Dini di SD Kanisius Yogyakarta

    JUDUL PELATIHAN Pelatihan Mencegah Bullying Sejak Dini di SD Kanisius Yogyakarta   RINGKASAN Pelatihan pencegahan bullying sejak dini...

VENEZUELA: SUATU PERINGATAN : Ketika Negara Dipersonalisasi, Kekuasaan Dipusatkan, dan Institusi Dilumpuhkan

Dalam epilog buku saya Indonesian Dream: Revitalisasi & Realisasi Pancasila sebagai Cita-Cita Bangsa (Kompas, 2018), saya membuka dengan kisah Venezuela. Judulnya singkat: “Indonesia 2030.” Venezuela saya jadikan cermin—sekaligus peringatan.

Pelajaran Mahal dari Venezuela: Otoritarianisme ala Maduro

INNNEWS-Apa yang terjadi di Venezuela pada awal 2026 bukanlah peristiwa yang jatuh dari langit....

artikel yang mirip

KPK Tetapkan Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi penyelenggaraan ibadah haji tahun 2023-2024. Penetapan ini dikonfirmasi oleh pejabat KPK pada Jumat, 9 Januari 2026.

Pelatihan Mencegah Bullying Sejak Dini di SD Kanisius Yogyakarta

    JUDUL PELATIHAN Pelatihan Mencegah Bullying Sejak Dini di SD Kanisius Yogyakarta   RINGKASAN Pelatihan pencegahan bullying sejak dini...

VENEZUELA: SUATU PERINGATAN : Ketika Negara Dipersonalisasi, Kekuasaan Dipusatkan, dan Institusi Dilumpuhkan

Dalam epilog buku saya Indonesian Dream: Revitalisasi & Realisasi Pancasila sebagai Cita-Cita Bangsa (Kompas, 2018), saya membuka dengan kisah Venezuela. Judulnya singkat: “Indonesia 2030.” Venezuela saya jadikan cermin—sekaligus peringatan.