HomeHeadlineRamai Akan Ada Kementerian Baru, Jokowi Serahkan ke Prabowo

Ramai Akan Ada Kementerian Baru, Jokowi Serahkan ke Prabowo

Published on

spot_img

 127 total views

INN NEWS – Baru-baru ini ramai dibicarakan publik bahwa presiden terpilih Prabowo Subianto akan menambah nomenklatur kementerian dari 34 kementerian menjadi 40.

Kabar tersebut menuai pro kontra di masyarakat.

Pakar Hukum Tata Negara Universitas Andalas, Feri Amsari menilai penambahan kementerian justru akan membuat kabinet tidak efektif.

“Ya ada problematika kalau mau ditambahkan kementerian selain kabinet berjalan tidak efektif karena terlalu banyak hal yang harus dipenuhi terutama kepentingan partai politik koalisi, penambahan itu tidak berbasis penelitian kebutuhan kabinet dan kebutuhan publik di layani oleh berbagai kementerian,” kata Feri dalam keterangannya Senin (6/5), mengutip.

Sementara Golkar menilai dengan penambahan kementerian, maka pekerjaan presiden akan semakin terbantu.

“Jadi presiden terpilih nantinya dapat lebih cepat membuat kebijakannya dan dapat segera mengimplementasikan kehendak beliau dalam melayani rakyat,” kata Ketua DPP Golkar Dave Laksono.

Sementara itu presiden Jokowi juga turut buka suara soal isu tersebut.

Ia menyerahkannya kepada Prabowo selaku presiden terpilih.

“Kabinet yang akan datang ditanyakan, dong, kepada presiden terpilih. Tanyakan kepada presiden terpilih. Tanyakan pada presiden terpilih,” kata Jokowi kepada wartawan di Balai Besar Pengujian Telekomunikasi Kominfo, Depok, Selasa (7/5).

Jokowi juga mengaku tidak ada masukan terkait rencana penambahan nomenklatur kementerian.

“Oh enggak ada. Enggak ada,” pungkasnya.

Artikel Terbaru

Besok Jurnalis di Solo Raya Gelar Aksi Massa Tolak RUU Penyiaran

Draf Rancangan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang penyiaran yang sedang bergulir di Badan Legislasi DPR dianggap memuat sejumlah pasal kontroversial, sehingga menuai kritik dari berbagai pihak terutama yang berkaitan dengan kegiatan jurnalistik.

Presiden Iran dan Menlu Meninggal dalam Kecelakaan Heli

INN Internasional - Presiden Iran Ebrahim Raisi dan Menlu Hossein Amirabdollahian meninggal akibat kecelakaan helikopter.

Tak Hanya Mahasiswa, Calon Mahasiswa Keluhkan Kenaikan UKT yang Mencekik

JAKARTA – Mahasiswa dan calon mahasiswa di berbagai perguruan tinggi di Indonesia menyuarakan keluhan mereka terhadap kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang dianggap membebani.

Sepekan Ini Ramai Anak Bunuh Orang Tua, Ada yang Nikam Pakai Garpu Tanah

Sepekan ini berturut-turut kejadian anak bunuh orang tua yang terjadi di beberapa wilayah di Indonesia.

artikel yang mirip

Besok Jurnalis di Solo Raya Gelar Aksi Massa Tolak RUU Penyiaran

Draf Rancangan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang penyiaran yang sedang bergulir di Badan Legislasi DPR dianggap memuat sejumlah pasal kontroversial, sehingga menuai kritik dari berbagai pihak terutama yang berkaitan dengan kegiatan jurnalistik.

Presiden Iran dan Menlu Meninggal dalam Kecelakaan Heli

INN Internasional - Presiden Iran Ebrahim Raisi dan Menlu Hossein Amirabdollahian meninggal akibat kecelakaan helikopter.

Tak Hanya Mahasiswa, Calon Mahasiswa Keluhkan Kenaikan UKT yang Mencekik

JAKARTA – Mahasiswa dan calon mahasiswa di berbagai perguruan tinggi di Indonesia menyuarakan keluhan mereka terhadap kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang dianggap membebani.