HomeHeadlineKementerian Pertahanan Ajukan Anggaran Tambahan untuk Beli Senjata Lawan OPM

Kementerian Pertahanan Ajukan Anggaran Tambahan untuk Beli Senjata Lawan OPM

Published on

spot_img

 126 total views

INN NEWS – Kementerian Pertahanan (Kemhan) mengajukan anggaran tambahan khusus ke pemerintah sebagai salah satu upaya menyelesaikan konflik Papua.

Sekjen Kemhan, Donny Ermawan kepada wartawan di Seskoal, Jakarta Selatan, Rabu (8/5) mengatakan, pihaknya sangat concern dengan kondisi konflik di Papua.

“Beberapa sudah kita ajukan kepada pemerintah untuk menyiapkan anggaran tambahan khusus untuk penanganan Papua, tapi sampai saat ini anggaran khusus itu belum turun,” kata Donny.

Menurut Donny, anggaran tersebut diperlukan untuk melengkapi alat utama sistem senjata (alutsista).

Penambahan alutsista, perlu dilakukan untuk menghadapi para OPM. “Prajurit kita, maupun polisi dalam hal pengenalan medan, tidak sebaik OPM. Ya mereka tahu medan, mereka fisiknya bagus, saya rasa kita bisa atasi kekurangan tersebut dengan menggunakan teknologi,” ungkapnya.

Lanjut Donny, pihaknya akan berikan beberapa helikopter tambahan, pesawat, dan sebagainya.

“Dan peralatan untuk sensor-sensor ya, untuk mendeteksi ataupun melakukan tindakan kekerasan balasan kepada OPM tersebut,” ucapnya.

Selain melakukan penegakan hukum, pemerintah juga sedianya telah melakukan upaya soft approach dalam menyelesaikan konflik Papua.

Yang dilakukan salah satunya adalah memberikan kesejahteraan hingga pembangunan infrastruktur kepada masyarakat lokal.

“Sampai pemerintah Pak Jokowi sekarang, sebetulnya pendekatannya sudah bagus, ada pendekatan kesejahteraan bagaimana memberikan kesejahteraan kepada masyarakat Papua. Berbagai jalan saya rasa sudah dibangun dan ekonomi sudah dimajukan juga,” ungkap Donny.

“Tapi ya itu tadi, masih ada yang kadang-kadang melakukan tindakan kriminal, menyerang, bahkan masyarakat sipil, petugas dan alat-alat negara baik TNI-Polri itu diserang juga,” pungkasnya.

Artikel Terbaru

Besok Jurnalis di Solo Raya Gelar Aksi Massa Tolak RUU Penyiaran

Draf Rancangan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang penyiaran yang sedang bergulir di Badan Legislasi DPR dianggap memuat sejumlah pasal kontroversial, sehingga menuai kritik dari berbagai pihak terutama yang berkaitan dengan kegiatan jurnalistik.

Presiden Iran dan Menlu Meninggal dalam Kecelakaan Heli

INN Internasional - Presiden Iran Ebrahim Raisi dan Menlu Hossein Amirabdollahian meninggal akibat kecelakaan helikopter.

Tak Hanya Mahasiswa, Calon Mahasiswa Keluhkan Kenaikan UKT yang Mencekik

JAKARTA – Mahasiswa dan calon mahasiswa di berbagai perguruan tinggi di Indonesia menyuarakan keluhan mereka terhadap kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang dianggap membebani.

Sepekan Ini Ramai Anak Bunuh Orang Tua, Ada yang Nikam Pakai Garpu Tanah

Sepekan ini berturut-turut kejadian anak bunuh orang tua yang terjadi di beberapa wilayah di Indonesia.

artikel yang mirip

Besok Jurnalis di Solo Raya Gelar Aksi Massa Tolak RUU Penyiaran

Draf Rancangan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang penyiaran yang sedang bergulir di Badan Legislasi DPR dianggap memuat sejumlah pasal kontroversial, sehingga menuai kritik dari berbagai pihak terutama yang berkaitan dengan kegiatan jurnalistik.

Presiden Iran dan Menlu Meninggal dalam Kecelakaan Heli

INN Internasional - Presiden Iran Ebrahim Raisi dan Menlu Hossein Amirabdollahian meninggal akibat kecelakaan helikopter.

Tak Hanya Mahasiswa, Calon Mahasiswa Keluhkan Kenaikan UKT yang Mencekik

JAKARTA – Mahasiswa dan calon mahasiswa di berbagai perguruan tinggi di Indonesia menyuarakan keluhan mereka terhadap kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang dianggap membebani.