HomeTrendingDisangka Minum Obat Terlarang, Seorang Santri di Bogor Dianiaya Seniornya

Disangka Minum Obat Terlarang, Seorang Santri di Bogor Dianiaya Seniornya

Published on

spot_img

 187 total views

BOGOR – Seorang santri kelas 10 di Pondok Pesantren (Ponpes) Modern Sahid, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, diduga mengalami penganiayaan oleh seniornya.

Korban berusia 16 tahun. Insiden tersebut diduga terjadi di Asrama Bonang selama dua hari, yakni pada Senin (6/5) dan Selasa malam (7/5).

Pada hari Senin, ada empat korban, sementara pada hari Selasa, terdapat dua korban yang salah satunya melaporkan kejadian ini melalui orang tuanya. Kasus ini telah dilaporkan kepada polisi dan saat ini sedang dalam penyelidikan lebih lanjut.

Ibu korban, Diah, mengatakan bahwa anaknya yang berusia 16 tahun mengalami dugaan penganiayaan pada Selasa, 7 Mei 2024. Awalnya, anaknya dipanggil oleh senior atau kakak tingkatnya ke asrama setelah waktu Isya.

“Anak saya dipanggil seniornya abis Isya disuruh dateng di asrama seniornya. Anak saya kelas 10, seniornya itu kelas 11. Dia berdua (sama temannya) dipanggil ke situ,” kata Diah, Selasa (14/5/2024).

Pada saat itu, anaknya dituduh oleh seniornya telah meminum obat terlarang. Namun, Diah menjelaskan bahwa sebenarnya anaknya sedang tidak enak badan dan minum obat untuk penyakitnya.

“Padahal sebenarnya enggak (minum obat terlarang), anak saya itu lagi sakit, udah bilang ke saya 3 hari terakhir sakit demam gitu. Jadi saya kasih obat, saya kasih CTM, Mextril, Antimo gitu. Dia sebenernya (korban) berdua dipanggil ke situ (seniornya), nah di situ disangka ngobat padahal enggak,”

Salah satu dari korban penganiayaan tersebut menjelaskan kronologinya.

“Saya dipanggil sama Bang Senior di Asrama Bonang, habis isya. Ke atas, ditanya-tanya, diklarifikasi, diinterogasi, sempat orang itu ngomong ‘Lu ngobat ya?’ pada saat teman saya bilang ‘Iya’ langsung dipukuli, berlangsung 1,5 jam dari jam setengah 8 sampai jam 9,” ucap korban.

“Padahal posisinya bukan ngobat (narkoba), tapi karena memang saya sama teman saya lagi sakit minum obat-obatan dari apotek, memang bikin ngantuk obatnya jadi disangka ngobat (narkoba) sama senior.” Lanjutnya.

Di sisi lain, Kapolsek Cibungbulang Kompol Zulkernaidi mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima laporan mengenai kasus dugaan penganiayaan tersebut.

“Kita sudah mendapatkan LP dari salah satu korban didampingi orang tuanya melaporkan diduga telah terjadi penganiayaan, sudah kita terima laporannya di tanggal 7 Mei. Korban ada dua, yang lapor satu orang. Jadi tetap satu laporan untuk dua korban dan korban dua-duanya sudah kita visum,” ucap Zulkernaidi.

Artikel Terbaru

Besok Jurnalis di Solo Raya Gelar Aksi Massa Tolak RUU Penyiaran

Draf Rancangan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang penyiaran yang sedang bergulir di Badan Legislasi DPR dianggap memuat sejumlah pasal kontroversial, sehingga menuai kritik dari berbagai pihak terutama yang berkaitan dengan kegiatan jurnalistik.

Presiden Iran dan Menlu Meninggal dalam Kecelakaan Heli

INN Internasional - Presiden Iran Ebrahim Raisi dan Menlu Hossein Amirabdollahian meninggal akibat kecelakaan helikopter.

Tak Hanya Mahasiswa, Calon Mahasiswa Keluhkan Kenaikan UKT yang Mencekik

JAKARTA – Mahasiswa dan calon mahasiswa di berbagai perguruan tinggi di Indonesia menyuarakan keluhan mereka terhadap kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang dianggap membebani.

Sepekan Ini Ramai Anak Bunuh Orang Tua, Ada yang Nikam Pakai Garpu Tanah

Sepekan ini berturut-turut kejadian anak bunuh orang tua yang terjadi di beberapa wilayah di Indonesia.

artikel yang mirip

Besok Jurnalis di Solo Raya Gelar Aksi Massa Tolak RUU Penyiaran

Draf Rancangan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang penyiaran yang sedang bergulir di Badan Legislasi DPR dianggap memuat sejumlah pasal kontroversial, sehingga menuai kritik dari berbagai pihak terutama yang berkaitan dengan kegiatan jurnalistik.

Presiden Iran dan Menlu Meninggal dalam Kecelakaan Heli

INN Internasional - Presiden Iran Ebrahim Raisi dan Menlu Hossein Amirabdollahian meninggal akibat kecelakaan helikopter.

Tak Hanya Mahasiswa, Calon Mahasiswa Keluhkan Kenaikan UKT yang Mencekik

JAKARTA – Mahasiswa dan calon mahasiswa di berbagai perguruan tinggi di Indonesia menyuarakan keluhan mereka terhadap kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang dianggap membebani.