HomeTrendingSepekan Ini Ramai Anak Bunuh Orang Tua, Ada yang Nikam Pakai Garpu...

Sepekan Ini Ramai Anak Bunuh Orang Tua, Ada yang Nikam Pakai Garpu Tanah

Published on

spot_img

 213 total views

INN NEWS – Sepekan ini berturut-turut kejadian anak bunuh orang tua yang terjadi di beberapa wilayah di Indonesia.

INN merangkum beberapa peristiwa mengenaskan anak yang tegah membunuh orangtuanya sendiri, dirangkum dari berbagai sumber resmi.

Anak Tikam Ibu Pakai Garpu Tanah hingga Tewas di Sukabumi

Warga digegerkan dengan kasus pembunuhan yang dilakukan seorang anak inisial Rt (26) alias Herang yang menghabisi nyawa ibu kandungnya In (45) di Kampung Cilandak, Desa Sekarsari, Kecamatan Kalibunder, Kabupaten Sukabumi pada Senin (13/5/2024).

Kejadian itu pertama kali diketahui warga yang curiga dengan kondisi badan pelaku yang terdapat bercak darah pada Selasa (14/5/2024) pagi.

“Ketahuan tadi pagi sekitar jam 04.00 WIB, pembunuhannya dari kemarin jam 17.00 WIB, semalaman si pelaku itu melamun depan rumahnya. Tadi subuh tiba-tiba dia memberikan uang ke tetangganya,” kata tokoh masyarakat setempat, H Deris.

“Ditanya kenapa belepotan darah, dia menjawab baru bunuh ibu, dia minta tolong untuk dibunuh,” sambung dia.

Saat ini, pelaku telah digelandang ke Mapolres Sukabumi. Untuk motif pemicu aksi keji tersebut, pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan terhadap pria 26 tahun itu.

Kasat Reskrim Polres Sukabumi AKP Ali Jupri menerangkan, pihaknya akan mendalami keterangan pelaku terkait aksinya membunuh sang ibu. Polisi juga membawa barang bukti berupa garpu tanah yang dipakai pelaku membunuh ibunya.

“Kita akan mendalami motifnya lebih jauh, selain pelaku kami juga membawa barang bukti yang dipakai saat dia melakukan aksinya. Informasi soal katanya dia minta dibelikan motor tidak ada, pelaku beralasan dia kesal kepada ibunya,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolsek Kalibunder Iptu Taufik Hadian menjelaskan jasad korban rencananya akan diautopsi di RSUD Syamsudin SH.

“Pelaku sudah dijemput pihak Satreskrim Polres Sukabumi untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut, sementara jasad korban yang merupakan ibu pelaku dibawa ke RSUD Syamsudin SH untuk menjalani autopsi, karena tadi juga ada permintaan keluarga agar proses penguburan bisa lebih cepat,” singkatnya.

Anak Bunuh Ayah Kandung di Tangerang

MU (60) tahun ditemukan tewas dengan kondisi bersimbah darah di rumahnya di Desa Kedaung Barat, Kecamatan Sepatan, Kamis, (16/5).

Sang istri kaget saat menemukan suaminya tergeletak penuh luka di bagian kepala. Dia histeris, lalu berteriak minta tolong.

Kronologinya diungkapkan Kapolsek Sepatan, AKP Sriyono.

“Korban ditemukan oleh istrinya di depan rumah, bagian ruang tamu dalam keadaan luka-luka dikepalanya dengan mengeluarkan banyak darah di kasur lipat, kemudian korban berteriak meminta bantuan anaknya yang berada di depan rumah korban, dan setelah dilakukan pengecekan ternyata korban sudah meninggal dunia,”

Polisi menemukan kayu balok berukuran besar di atas kepala korban di lokasi.

“Ada kayu balok di atas kepala korban, yang diduga digunakan untuk menghabisi nyawa korban. Hal ini lantaran adanya luka dalam dibagian kepala korban yang diduga dilukai oleh balok tersebut,” ujarnya.
Dalam kasus ini, polisi mengamankan anak korban berinisial Y. Dia diduga membunuh ayah kandungnya sendiri.

“Berdasarkan keterangan saksi, yakni istrinya, kami pun sementara mengamankan anak korban inisial Y, diduga pelaku. Di mana, Y ini dalam kondisi gangguan jiwa, untuk motif pembunuhan masih kita selidiki, sementara Y dibawa ke Polsek Sepatan” pungkasnya.

Artikel Terbaru

Antrean Panjang di Layanan Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta

JAKARTA - Calon penumpang harus mengantre panjang untuk pengecekan keimigrasian secara manual di pintu keberangkatan Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Jumat (21/6).

Pekerjaan sekarang yang Gak Ditemui 10-20 Tahun lalu

INN NEWS - Dunia kerja terus mengalami perkembangan pesat dengan munculnya teknologi baru dan perubahan tren yang konstan. Meskipun teknologi telah menggantikan beberapa jenis pekerjaan, namun sebaliknya, inovasi teknologi juga telah menciptakan banyak kesempatan kerja yang sebelumnya tidak ada, bahkan dalam 10 atau 20 tahun terakhir.

Wah, 46 Persen Penerima Bansos Salah Sasaran

INN NEWS - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Suharso Monoarfa mengungkapkan, ada 46 persen penerima bantuan sosial (bansos) tidak tepat sasaran.

PT Sritex Terancam Bangkrut, Sempat All In dan Taruh Harapan ke Gibran

SOLO - Salah satu perusahaan tekstil terbesar di Indonesia yakni PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) terancam bangkrut di tengah gempuran utang yang menumpuk.

artikel yang mirip

Antrean Panjang di Layanan Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta

JAKARTA - Calon penumpang harus mengantre panjang untuk pengecekan keimigrasian secara manual di pintu keberangkatan Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Jumat (21/6).

Pekerjaan sekarang yang Gak Ditemui 10-20 Tahun lalu

INN NEWS - Dunia kerja terus mengalami perkembangan pesat dengan munculnya teknologi baru dan perubahan tren yang konstan. Meskipun teknologi telah menggantikan beberapa jenis pekerjaan, namun sebaliknya, inovasi teknologi juga telah menciptakan banyak kesempatan kerja yang sebelumnya tidak ada, bahkan dalam 10 atau 20 tahun terakhir.

Wah, 46 Persen Penerima Bansos Salah Sasaran

INN NEWS - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Suharso Monoarfa mengungkapkan, ada 46 persen penerima bantuan sosial (bansos) tidak tepat sasaran.