HomeTrendingBijak Demokrasi Sebagai Gerakan Edukasi Politik dan Kebijakan Secara Independen

Bijak Demokrasi Sebagai Gerakan Edukasi Politik dan Kebijakan Secara Independen

Published on

spot_img

 675 total views

JAKARTA – Acara peluncuran Bijak sekaligus perayaan Hari Kebangkitan Nasional diselenggarakan di Museum Kebangkitan Nasional, Jakarta pada Selasa (21/5).

Acara peluncuran tersebut dihadiri oleh staff Kementerian Pemuda dan Olahraga, Andovi da Lopez, Andreas Prasetya, Bintang Emon, dan berbagai komunitas seperti Timur Network dan Umat untuk Semesta.

Bijak Demokrasi sendiri adalah gerakan pendidikan politik dan kebijakan publik yang independen, bertujuan untuk memfasilitasi berbagai komunitas guna meningkatkan partisipasi masyarakat secara signifikan.

Sebelumnya gerakan ini dimulai dari platform edukasi Pemilu 2024 bernama “Bijak Memilih”, yang diinisiasi oleh Think Policy dan What Is Up, Indonesia? (WIUI).

Dalam acara peluncuran Bijak Demokrasi ini, terdapat sesi peluncuran empat produk: Bijak Pilkada, Komunitas Bijak, Sekolah Bijak, dan Bijak Memantau.

Selain itu, ada juga sesi berbagi dari perwakilan komunitas dan diskusi ruang tengah bersama Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Dalam acara peluncuran ini, Bijak Demokrasi menawarkan 4 solusi kebijakan publik yang diantaranya Bijak Pilkada, Bijak Memantau, Komunitas Bijak, dan Sekolah Bijak.

Gerakan Bijak Demokrasi bertujuan membangun massa kritis sebesar 3.5% dari populasi yang berpartisipasi secara aktif, seperti dengan melakukan protes damai.

Melalui partisipasi ini, diharapkan tercipta perubahan signifikan yang dapat meningkatkan kualitas demokrasi di Indonesia.

Artikel Terbaru

KPK Tetapkan Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi penyelenggaraan ibadah haji tahun 2023-2024. Penetapan ini dikonfirmasi oleh pejabat KPK pada Jumat, 9 Januari 2026.

Pelatihan Mencegah Bullying Sejak Dini di SD Kanisius Yogyakarta

    JUDUL PELATIHAN Pelatihan Mencegah Bullying Sejak Dini di SD Kanisius Yogyakarta   RINGKASAN Pelatihan pencegahan bullying sejak dini...

VENEZUELA: SUATU PERINGATAN : Ketika Negara Dipersonalisasi, Kekuasaan Dipusatkan, dan Institusi Dilumpuhkan

Dalam epilog buku saya Indonesian Dream: Revitalisasi & Realisasi Pancasila sebagai Cita-Cita Bangsa (Kompas, 2018), saya membuka dengan kisah Venezuela. Judulnya singkat: “Indonesia 2030.” Venezuela saya jadikan cermin—sekaligus peringatan.

Pelajaran Mahal dari Venezuela: Otoritarianisme ala Maduro

INNNEWS-Apa yang terjadi di Venezuela pada awal 2026 bukanlah peristiwa yang jatuh dari langit....

artikel yang mirip

KPK Tetapkan Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi penyelenggaraan ibadah haji tahun 2023-2024. Penetapan ini dikonfirmasi oleh pejabat KPK pada Jumat, 9 Januari 2026.

Pelatihan Mencegah Bullying Sejak Dini di SD Kanisius Yogyakarta

    JUDUL PELATIHAN Pelatihan Mencegah Bullying Sejak Dini di SD Kanisius Yogyakarta   RINGKASAN Pelatihan pencegahan bullying sejak dini...

VENEZUELA: SUATU PERINGATAN : Ketika Negara Dipersonalisasi, Kekuasaan Dipusatkan, dan Institusi Dilumpuhkan

Dalam epilog buku saya Indonesian Dream: Revitalisasi & Realisasi Pancasila sebagai Cita-Cita Bangsa (Kompas, 2018), saya membuka dengan kisah Venezuela. Judulnya singkat: “Indonesia 2030.” Venezuela saya jadikan cermin—sekaligus peringatan.