HomeTrendingKode Megawati Soal Oposisi hingga Penggantinya

Kode Megawati Soal Oposisi hingga Penggantinya

Published on

spot_img

 219 total views

INN NEWS – Ketua Umum (Ketum) PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menyentil posisi Ketua DPP Puan Maharani yang saat ini menjabat sebagai ketua DPR RI.

Megawati mengungkapkan bahwa Puan sering bepergian ke luar negeri untuk melaksanakan tugasnya sampai-sampai membuatnya terpikir untuk bertukar peran.

Dalam pidatonya di Rakernas V PDIP di Beach City International Stadium Ancol, Jakarta, Megawati Soekarnoputri terisak. Suaranya bergetar saat mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Indonesia yang selalu mendukung partainya.

Megawati tampaknya mengisyaratkan kecenderungan untuk menjadi bagian dari oposisi.

Dia memulai dengan membahas proses pemilu legislatif dan pemilu presiden yang masih berlangsung.

Megawati juga menyinggung tentang pembukaan Rakernas V PDIP yang dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dalam tiga stanza karya Wage Rudolf Sopratman. Setelah itu, ekspresi Megawati terlihat penuh dengan keharuan.

“Dan atas nama PDI Perjuangan, kami mengucapkan beribu-ribu terima kasih kepada seluruh rakyat Indonesia yang dengan penuh semangat dan kecintaanya selalu mendukung PDI Perjuangan ia tetap berdiri tegap, tetap menjadi pemenang Pemilu Legislatif 3 kali berturut-turut,” ucap Presiden ke-5 RI.

Selain itu, Megawati menyoroti peran Puan Maharani. Megawati mencatat bahwa Puan sering melakukan perjalanan ke luar negeri dalam tugasnya, bahkan Megawati mempertimbangkan gagasan pertukaran posisi.

Dalam suasana yang santai, Megawati juga menyinggung kebiasaan Puan dalam melakukan perjalanan dinas internasional, serta dengan candaan menawarkan ide pertukaran jabatan antara keduanya.

“Sebagai Ketua DPR wah pergi keluar negeri terus, tapi itu kerja lho bukannya menjadi turis. Jadi saya kalo beliau pamit, kemaren ikut di Bali lalu kapan itu ke Meksiko. Jadi saya bilang gentian lah sama saya, saya deh yang jadi Ketua DPR, kamu yang jadi Ketua Umum,” ucap Megawati seperti disiarkan di Youtube PDI Perjuangan.

Artikel Terbaru

Antrean Panjang di Layanan Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta

JAKARTA - Calon penumpang harus mengantre panjang untuk pengecekan keimigrasian secara manual di pintu keberangkatan Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Jumat (21/6).

Pekerjaan sekarang yang Gak Ditemui 10-20 Tahun lalu

INN NEWS - Dunia kerja terus mengalami perkembangan pesat dengan munculnya teknologi baru dan perubahan tren yang konstan. Meskipun teknologi telah menggantikan beberapa jenis pekerjaan, namun sebaliknya, inovasi teknologi juga telah menciptakan banyak kesempatan kerja yang sebelumnya tidak ada, bahkan dalam 10 atau 20 tahun terakhir.

Wah, 46 Persen Penerima Bansos Salah Sasaran

INN NEWS - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Suharso Monoarfa mengungkapkan, ada 46 persen penerima bantuan sosial (bansos) tidak tepat sasaran.

PT Sritex Terancam Bangkrut, Sempat All In dan Taruh Harapan ke Gibran

SOLO - Salah satu perusahaan tekstil terbesar di Indonesia yakni PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) terancam bangkrut di tengah gempuran utang yang menumpuk.

artikel yang mirip

Antrean Panjang di Layanan Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta

JAKARTA - Calon penumpang harus mengantre panjang untuk pengecekan keimigrasian secara manual di pintu keberangkatan Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Jumat (21/6).

Pekerjaan sekarang yang Gak Ditemui 10-20 Tahun lalu

INN NEWS - Dunia kerja terus mengalami perkembangan pesat dengan munculnya teknologi baru dan perubahan tren yang konstan. Meskipun teknologi telah menggantikan beberapa jenis pekerjaan, namun sebaliknya, inovasi teknologi juga telah menciptakan banyak kesempatan kerja yang sebelumnya tidak ada, bahkan dalam 10 atau 20 tahun terakhir.

Wah, 46 Persen Penerima Bansos Salah Sasaran

INN NEWS - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Suharso Monoarfa mengungkapkan, ada 46 persen penerima bantuan sosial (bansos) tidak tepat sasaran.