HomeGaya HidupKeren, DR Kopi dari NTB di Pare: Kuliah, Kerja, Jual Kopi

Keren, DR Kopi dari NTB di Pare: Kuliah, Kerja, Jual Kopi

Published on

spot_img

 557 total views

INN NEWS – Cerita inspirasi datang dari @dr.kopii salah satu akun Instagram yang selalu menampilkan seorang pemuda yang bisa dikatakan masih GenZ menjual kopi.

Yah itulah dia Bang Ipin, seorang pedagang kopi keliling di Kampung Inggris Pare, Jawa Timur.

Nah banyak yang selalu bingung dengan nama produknya tersebut, sebab disingkat DR yang kerap disalah makna dokter.

Pemuda asal Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) itu menceritakan asal usul nama DR KOPI

Melalui akun Instagramnya @dr.kopii, Bang Ipin menjelaskan asal usul nama DR KOPI.

Singkatan ‘DR’ itu ternyata diambil dari plat motor di Lombok yang merupakan daerah asalnya.

“Sebenarnya bukan dokter sebenarnya, definisi dari itu cuman temen-temen kenalnya dokter kopi. Diambil dari kata ‘DR’ itu, sebenarnya dari plat motor ini sendiri, tapi orang-orang ngiranya kalo DR itu pasti dokter,” ucap bang Ipin.

Bang Ipin sendiri rutin mengunggah aktivitasnya dalam menjual kopi melalui akun Instagramnya.

Ia memilih nama DR KOPI agar orang-orang mengenali asalnya dari NTB. Meski begitu, ia tidak keberatan jika orang-orang lebih mengenal dagangannya sebagai dokter kopi sesuai nama akun Instagram.

“Kebetulan saya dari NTB kan, plat motornya DR. biasanya di jawa timur AG, cuma temen-temen akrab manggil dokter kopi kaya gitu, tapi aslinya dr Kopi yang mana supaya orang tau bahwa saya asli Lombok,” terangnya.

“Banyak temen-temen yang beli ‘dokter kopi, dokter kopi’, sebenarnya ngga. Cuman karena temen-temen akrab dengan dokter kopi, yaa it’s okay. Kalo nanya lebih dalem ‘kenapa dokter kopi’, baru tak jelasin,” lanjutnya Ipin.

Dari penelusuran INN di akun Instagramnya, Bang Ipin ternyata sudah merantau ke Pare sejak SMA.

Ternyata dia bekerja di salah satu lembaga kursus bahasa Inggris di Pare untuk membackup biaya kuliahnya.

Lokasi lapak kopinya berada di lapangan Tulungrejo, Kampung Inggris Pare, Kediri. Lapaknya dibuka setiap Senin-Kamis dan Minggu, Jumat dan Sabtu libur.

Waktu buka dimulai dari pukul 16.00 WIB sampai selesai.

Kopi bang Ipin diraciknya di atas motor miliknya sendiri yang telah disetting layaknya tempat kopi profesional.

Bang Ipin juga kerap berbagi bagaimana dia berproses memulai bisnis kecilnya itu.

Redaksi INN telah menghubungi Bang Ipin untuk diwawancara secara eksklusif.

Artikel Terbaru

Antrean Panjang di Layanan Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta

JAKARTA - Calon penumpang harus mengantre panjang untuk pengecekan keimigrasian secara manual di pintu keberangkatan Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Jumat (21/6).

Pekerjaan sekarang yang Gak Ditemui 10-20 Tahun lalu

INN NEWS - Dunia kerja terus mengalami perkembangan pesat dengan munculnya teknologi baru dan perubahan tren yang konstan. Meskipun teknologi telah menggantikan beberapa jenis pekerjaan, namun sebaliknya, inovasi teknologi juga telah menciptakan banyak kesempatan kerja yang sebelumnya tidak ada, bahkan dalam 10 atau 20 tahun terakhir.

Wah, 46 Persen Penerima Bansos Salah Sasaran

INN NEWS - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Suharso Monoarfa mengungkapkan, ada 46 persen penerima bantuan sosial (bansos) tidak tepat sasaran.

PT Sritex Terancam Bangkrut, Sempat All In dan Taruh Harapan ke Gibran

SOLO - Salah satu perusahaan tekstil terbesar di Indonesia yakni PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) terancam bangkrut di tengah gempuran utang yang menumpuk.

artikel yang mirip

Antrean Panjang di Layanan Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta

JAKARTA - Calon penumpang harus mengantre panjang untuk pengecekan keimigrasian secara manual di pintu keberangkatan Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Jumat (21/6).

Pekerjaan sekarang yang Gak Ditemui 10-20 Tahun lalu

INN NEWS - Dunia kerja terus mengalami perkembangan pesat dengan munculnya teknologi baru dan perubahan tren yang konstan. Meskipun teknologi telah menggantikan beberapa jenis pekerjaan, namun sebaliknya, inovasi teknologi juga telah menciptakan banyak kesempatan kerja yang sebelumnya tidak ada, bahkan dalam 10 atau 20 tahun terakhir.

Wah, 46 Persen Penerima Bansos Salah Sasaran

INN NEWS - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Suharso Monoarfa mengungkapkan, ada 46 persen penerima bantuan sosial (bansos) tidak tepat sasaran.