HomeTrendingKondisi Kantor Kejaksaan Agung Usai Jaksa Agung Muda Diuntit

Kondisi Kantor Kejaksaan Agung Usai Jaksa Agung Muda Diuntit

Published on

spot_img

 66 total views

JAKARTA – Kabar mengenai personel Datasemen Khusus Antiteror (Densus 88) yang diduga menguntit Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah telah beredar di masyarakat sejak Jumat, 24 Mei 2024.

Sebelumnya, Densus 88 Antiteror yang diduga ketahuan saat menguntit Jampidsus Kejaksaan Agung, Febrie Ardiansyah, telah terungkap.
Kronologi peristiwa ini bermula ketika Febrie Ardiansyah sedang makan di sebuah restoran Prancis di kawasan Cipete, Jakarta Selatan, pada Minggu (19/5).

Petugas militer yang mengawal Febrie merasa curiga dengan alasan anggota Densus 88 tersebut yang mengatakan ingin merokok, tetapi tetap menggunakan masker.

Selain itu, anggota Densus 88 itu juga membawa alat yang diduga sebagai alat perekam dan mengarahkannya ke ruangan Febrie.
Akhirnya, anggota Densus 88 dengan inisial IM yang diduga menguntit Febrie ditangkap oleh petugas militer.

Motif dari anggota Polri yang menguntit pejabat Kejaksaan Agung RI juga masih belum diketahui.
Melalui media sosial Instagram, Pusat Polisi Militer TNI sempat menyatakan akan meningkatkan pengawasan di kompleks Kejaksaan Agung untuk memastikan keamanan dan ketertiban di lingkungan tersebut.

Kantor Kejaksaan Agung di Jakarta Selatan tampak tidak memiliki penjagaan yang ketat seperti pada hari Ahad sebelumnya. Pengamanan di gerbang belakang di Jalan Bulungan juga tidak lagi dijaga oleh Polisi Militer seperti sebelumnya, hanya terdapat petugas keamanan internal Kejaksaan Agung.

Kondisi pelataran Gedung Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Militer atau Jampidmil, tempat sementara berkantor Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus atau Jampidsus, juga terlihat tidak ada penjagaan spesifik.

Perbedaan yang mencolok terlihat dalam situasi keamanan di Kejaksaan Agung hari itu dibandingkan dengan hari sebelumnya. Gerbang masuk menuju gedung Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, yang biasanya terbuka, kali ini tertutup pada Ahad pagi, 26 Mei 2024.

Kondisi yang dilihat dari luar, terdapat dua petugas keamanan mengenakan seragam cokelat dan satu orang dengan kaus loreng yang berjaga.

Artikel Terbaru

Antrean Panjang di Layanan Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta

JAKARTA - Calon penumpang harus mengantre panjang untuk pengecekan keimigrasian secara manual di pintu keberangkatan Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Jumat (21/6).

Pekerjaan sekarang yang Gak Ditemui 10-20 Tahun lalu

INN NEWS - Dunia kerja terus mengalami perkembangan pesat dengan munculnya teknologi baru dan perubahan tren yang konstan. Meskipun teknologi telah menggantikan beberapa jenis pekerjaan, namun sebaliknya, inovasi teknologi juga telah menciptakan banyak kesempatan kerja yang sebelumnya tidak ada, bahkan dalam 10 atau 20 tahun terakhir.

Wah, 46 Persen Penerima Bansos Salah Sasaran

INN NEWS - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Suharso Monoarfa mengungkapkan, ada 46 persen penerima bantuan sosial (bansos) tidak tepat sasaran.

PT Sritex Terancam Bangkrut, Sempat All In dan Taruh Harapan ke Gibran

SOLO - Salah satu perusahaan tekstil terbesar di Indonesia yakni PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) terancam bangkrut di tengah gempuran utang yang menumpuk.

artikel yang mirip

Antrean Panjang di Layanan Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta

JAKARTA - Calon penumpang harus mengantre panjang untuk pengecekan keimigrasian secara manual di pintu keberangkatan Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Jumat (21/6).

Pekerjaan sekarang yang Gak Ditemui 10-20 Tahun lalu

INN NEWS - Dunia kerja terus mengalami perkembangan pesat dengan munculnya teknologi baru dan perubahan tren yang konstan. Meskipun teknologi telah menggantikan beberapa jenis pekerjaan, namun sebaliknya, inovasi teknologi juga telah menciptakan banyak kesempatan kerja yang sebelumnya tidak ada, bahkan dalam 10 atau 20 tahun terakhir.

Wah, 46 Persen Penerima Bansos Salah Sasaran

INN NEWS - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Suharso Monoarfa mengungkapkan, ada 46 persen penerima bantuan sosial (bansos) tidak tepat sasaran.