HomeTrendingMenelusuri Jejak Sejarah Hari Lahir Pancasila: Fondasi Kokoh Bangsa Indonesia

Menelusuri Jejak Sejarah Hari Lahir Pancasila: Fondasi Kokoh Bangsa Indonesia

Published on

spot_img

 156 total views

INN NEWS – Hari Lahir Pancasila, yang diperingati setiap tanggal 1 Juni, merupakan momen penting dalam perjalanan bangsa Indonesia. Di balik perayaannya, terdapat sejarah panjang dan makna mendalam yang menjadikannya landasan kokoh kehidupan berbangsa dan bernegara.

Menapaki Jejak Lahirnya Pancasila

Sejarah Hari Lahir Pancasila berawal dari pembentukan Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada tanggal 29 Mei 1945. Dalam sidang pertamanya, para tokoh bangsa didorong untuk merumuskan dasar negara yang akan menjadi pedoman bagi Indonesia merdeka.

Pada tanggal 1 Juni 1945, Bung Karno, sang Proklamator Kemerdekaan, menyampaikan pidato gemilang yang dikenal sebagai “Lahirnya Pancasila”. Dalam pidatonya, beliau memaparkan lima dasar negara yang kemudian dikenal sebagai Pancasila, yaitu:

  • Ketuhanan Yang Maha Esa
  • Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
  • Persatuan Indonesia
  • Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
  • Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Pancasila: Fondasi Kokoh Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

Pancasila bukan sekadar rangkaian kata indah, tetapi fondasi kokoh yang menuntun bangsa Indonesia dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Nilai-nilainya yang luhur menjadi kompas moral dan pedoman dalam membangun kehidupan yang adil, makmur, dan sejahtera.

Posisi Pancasila dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

Sebagai Dasar Negara

Pancasila menjadi fondasi kokoh bagi seluruh peraturan dan perundang-undangan di Indonesia. Setiap kebijakan dan keputusan harus berlandaskan pada nilai-nilai Pancasila.

Pandangan Hidup Bangsa

Pancasila bukan hanya dasar negara, tetapi juga pandangan hidup bangsa Indonesia. Nilai-nilainya menjadi acuan dalam berperilaku dan bermasyarakat, serta mewarnai seluruh aspek kehidupan.

Pemersatu Bangsa

Pancasila menjadi perekat yang menyatukan bangsa Indonesia dengan beragam suku, agama, dan budaya. Nilai-nilai toleransi dan persatuan yang terkandung dalam Pancasila menjadi kunci dalam menjaga keharmonisan dan persatuan bangsa.

Melestarikan Pancasila Tanggung Jawab Kita Bersama

Sebagai generasi penerus bangsa, kita memiliki tanggung jawab untuk menjaga, mengamalkan, dan melestarikan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan:

Mempelajari dan memahami nilai-nilai Pancasila: Semakin dalam pemahaman kita tentang Pancasila, semakin mudah penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan: Kita dapat menunjukkan pengamalan Pancasila dalam berbagai hal, seperti menghormati perbedaan, menjaga toleransi, dan berpartisipasi dalam membangun bangsa.

Mengajarkan nilai-nilai Pancasila kepada generasi muda: Meneruskan nilai-nilai Pancasila kepada generasi penerus bangsa adalah kunci untuk menjaga kelestariannya di masa depan.

Hari Lahir Pancasila bukan hanya momen seremonial, tetapi pengingat akan tanggung jawab kita bersama untuk menjaga dan mengamalkan Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dengan memahami sejarah dan maknanya, mari kita jadikan Pancasila sebagai kompas moral dan pedoman dalam membangun Indonesia yang adil, makmur, dan sejahtera.

 

Artikel Terbaru

Antrean Panjang di Layanan Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta

JAKARTA - Calon penumpang harus mengantre panjang untuk pengecekan keimigrasian secara manual di pintu keberangkatan Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Jumat (21/6).

Pekerjaan sekarang yang Gak Ditemui 10-20 Tahun lalu

INN NEWS - Dunia kerja terus mengalami perkembangan pesat dengan munculnya teknologi baru dan perubahan tren yang konstan. Meskipun teknologi telah menggantikan beberapa jenis pekerjaan, namun sebaliknya, inovasi teknologi juga telah menciptakan banyak kesempatan kerja yang sebelumnya tidak ada, bahkan dalam 10 atau 20 tahun terakhir.

Wah, 46 Persen Penerima Bansos Salah Sasaran

INN NEWS - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Suharso Monoarfa mengungkapkan, ada 46 persen penerima bantuan sosial (bansos) tidak tepat sasaran.

PT Sritex Terancam Bangkrut, Sempat All In dan Taruh Harapan ke Gibran

SOLO - Salah satu perusahaan tekstil terbesar di Indonesia yakni PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) terancam bangkrut di tengah gempuran utang yang menumpuk.

artikel yang mirip

Antrean Panjang di Layanan Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta

JAKARTA - Calon penumpang harus mengantre panjang untuk pengecekan keimigrasian secara manual di pintu keberangkatan Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Jumat (21/6).

Pekerjaan sekarang yang Gak Ditemui 10-20 Tahun lalu

INN NEWS - Dunia kerja terus mengalami perkembangan pesat dengan munculnya teknologi baru dan perubahan tren yang konstan. Meskipun teknologi telah menggantikan beberapa jenis pekerjaan, namun sebaliknya, inovasi teknologi juga telah menciptakan banyak kesempatan kerja yang sebelumnya tidak ada, bahkan dalam 10 atau 20 tahun terakhir.

Wah, 46 Persen Penerima Bansos Salah Sasaran

INN NEWS - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Suharso Monoarfa mengungkapkan, ada 46 persen penerima bantuan sosial (bansos) tidak tepat sasaran.