HomeGaya HidupRela Antri Demi Dimsum Wuenak di Pasar Gede Solo, Sudah Coba?

Rela Antri Demi Dimsum Wuenak di Pasar Gede Solo, Sudah Coba?

Published on

spot_img

 454 total views

SOLO – Kota Solo Jawa Tengah, memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Kota ini memiliki berbagai destinasi wisata seperti wisata budaya, religi, dan yang terkenal adalah wisata Kuliner.

Apalagi di pasar yang satu ini, yakni Pasar Gede Solo yang berada tak jauh dari Balai Kota Solo.

Salah satu tempat yang menjadi pusat kuliner kota Solo ini menjadi daya tarik bagi wisatawan yang berkunjung ke Kota Bengawan.

Banyaknya sajian kuliner yang berada di pasar ini terkadang membuat bingung untuk memilihnya.

Nah tahukah INNers, terdapat satu jajanan yang menyita perhatian karena dalam penjualannya mengharuskan pembeli mengambil nomor antrian sebelum dapat memesan.

Kedai Uma Yum Cha yang menjual makanan khas Tiongkok yaitu dimsum yang laris pembeli. Ini mampu membuat para pembelinya kembali berdatangan walaupun harus mengantri panjang.

Kedai yang berada di lantai 2 Pasar Gede ini tidak hanya menyediakan dimsum seperti biasanya, namun juga menyediakan dimsum dalam beberapa varian seperti, dimsum ayam, dimsum udang, dimsum wortel, dan dimsum jamur.

Menariknya lagi, semua varian hanya dinandrol dari Rp3.000/pc. Hal inilah yang membuat para pelanggan tidak bosan untuk membeli dan menikmatinya.

“Kalau untuk penjualan perharinya kita bisa sampai empat sampai lima ribu pieces per harinya” ucap Ahmad pengelola Kedai Uma Yum Cha Dimsum Solo belom lama ini saat didatangi oleh jurnalis INN belum lama ini.

“Kenapa memilih di Pasar Gede itukan salah satu monumen bersejarah di Solo dan tempat destinasi wisatawan kalau dari luar kota pasti ngunjunginya ke Pasar Gede, jadi kita milihnya di sini (Pasar Gede) gak di pasar lain.” Sambungnya.

Bagi INNers yang ingin mampir ke Kedai Dimsum ini, Uma Yum Cha buka dari pukul 10.00 hingga pukul 22.00.

“Saya sudah sering kesini soalnya sudah langganan, selain harganya murah karena menurut saya ini enak, dengan harga yang relatif murah.” Ujar Clarissa salah satu pelanggan kedai Uma Yum Cha Dimsum.

Kedai dimsum yang berada dilantai dua pasar gede ini juga menambah daya tarik bagi pengunjung karena sembari menunggu antrian ataupun pesanan pembeli dapat melihat aktivitas penjual dan pembeli pasar yang berada di lantai satu.

Dimsum ini tak hanya menjadi buruan masyarakat Solo saja, tapi juga masyarakat dari kota-kota lainnya.

Artikel Terbaru

Antrean Panjang di Layanan Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta

JAKARTA - Calon penumpang harus mengantre panjang untuk pengecekan keimigrasian secara manual di pintu keberangkatan Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Jumat (21/6).

Pekerjaan sekarang yang Gak Ditemui 10-20 Tahun lalu

INN NEWS - Dunia kerja terus mengalami perkembangan pesat dengan munculnya teknologi baru dan perubahan tren yang konstan. Meskipun teknologi telah menggantikan beberapa jenis pekerjaan, namun sebaliknya, inovasi teknologi juga telah menciptakan banyak kesempatan kerja yang sebelumnya tidak ada, bahkan dalam 10 atau 20 tahun terakhir.

Wah, 46 Persen Penerima Bansos Salah Sasaran

INN NEWS - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Suharso Monoarfa mengungkapkan, ada 46 persen penerima bantuan sosial (bansos) tidak tepat sasaran.

PT Sritex Terancam Bangkrut, Sempat All In dan Taruh Harapan ke Gibran

SOLO - Salah satu perusahaan tekstil terbesar di Indonesia yakni PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) terancam bangkrut di tengah gempuran utang yang menumpuk.

artikel yang mirip

Antrean Panjang di Layanan Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta

JAKARTA - Calon penumpang harus mengantre panjang untuk pengecekan keimigrasian secara manual di pintu keberangkatan Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Jumat (21/6).

Pekerjaan sekarang yang Gak Ditemui 10-20 Tahun lalu

INN NEWS - Dunia kerja terus mengalami perkembangan pesat dengan munculnya teknologi baru dan perubahan tren yang konstan. Meskipun teknologi telah menggantikan beberapa jenis pekerjaan, namun sebaliknya, inovasi teknologi juga telah menciptakan banyak kesempatan kerja yang sebelumnya tidak ada, bahkan dalam 10 atau 20 tahun terakhir.

Wah, 46 Persen Penerima Bansos Salah Sasaran

INN NEWS - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Suharso Monoarfa mengungkapkan, ada 46 persen penerima bantuan sosial (bansos) tidak tepat sasaran.