HomeGaya HidupBerjuang Lawan Kanker Payudara di Usia Muda, Adeline: Jangan Bilang Hidup itu...

Berjuang Lawan Kanker Payudara di Usia Muda, Adeline: Jangan Bilang Hidup itu Gak Adil 

Published on

spot_img

 240 total views

JAKARTA – Rose Adeline (21) membagikan pengalamannya sebagai penyintas kanker di platform TikTok yang mendapat respon positif dari banyak netizen.

Kisahnya dimulai pada tahun 2021 ketika ia menemukan benjolan di payudara kirinya. Setelah memeriksakan diri ke dokter di Jakarta, ia didiagnosa dengan tumor jinak dan disarankan untuk menjaga pola makan serta melakukan pemeriksaan ulang enam bulan kemudian.

“Kronologinya itu sekitar 3 tahunan yg lalu (2021) aku ngerasa ada benjolan di payudara sebelah kiri pas mandi. Pas itu aku udh ke dokter jkt buat dicek dan katanya tumor aja gpp disuruh jaga makan aja dan disuruh kontrol 6 bulan lagi,” ucap Rose dalam wawancaranya bersama INN Indonesia pada Selasa (4/6).

Namun, karena kesibukan persiapan kuliah di Singapura, ia menunda pemeriksaan lanjutan hingga September 2023. Pada waktu itu, ia berencana menjalani operasi di Penang jika diperlukan.

Saat melakukan USG di Penang, hasil yang didapat sangat mengejutkan. Selain benjolan yang sudah terasa, ditemukan juga tumor ganas yang sebelumnya tidak terdeteksi.

Ia didiagnosa dengan kanker payudara stadium 1 dan harus menjalani pengobatan intensif berupa 8 kali kemoterapi, 2 kali operasi, dan 20 kali radioterapi.

Perjalanan pengobatan yang panjang dan menantang ini baru selesai pada (25/5).

“Nah pas di penang dokternya suruh usg dan pas di usg ternyata ada benjolan satu lagi (yang aku ga berasa) dan ini tumor ganas (cancer), aku di diagnosa stage 1 breast cancer dan hrs jalanin 8x kemoterapi, 2x operasi sama 20x radiotherapy dan baru bener2 beres semua treatmentnya tanggal 25 Mei kemarin,” lanjutnya.

Menghadapi kenyataan menderita kanker payudara di usia yang masih sangat muda adalah hal yang sangat berat. Dokternya bahkan menyebutkan bahwa ia adalah pasien termuda dengan kanker payudara yang pernah ditanganinya. Tidak ada riwayat kanker dalam keluarganya, dan tes genetik pun menunjukkan hasil negatif.

“Karena dokternya juga bilang kanker payudara itu bener2 jarang terjadi di umur aku yg waktu itu 20 tahun. Aku jadi pasien termuda dia dan selain aku yg paling muda itu udh umur 37 tahun,” ucap Rose.

Rasa sedih dan frustrasi sering kali menghampirinya, terutama ketika melihat teman-temannya dapat beraktivitas seperti biasa sementara ia harus berjuang melawan penyakit.

Proses kemoterapi juga merupakan bagian paling sulit dari pengobatannya. Selain rasa sakit yang luar biasa, ia juga harus menghadapi trauma akibat rambut rontok yang cukup parah, sesuatu yang tidak pernah ia bayangkan akan terjadi padanya.

“Pastinya efek chemo itu bagian yang paling sulit menurut aku karena aku gapernah rasain sakit sesakit itu. Kyk sering ngerasa ga berdaya aja, secara mental aku semangat mau ngelakuin bnyk hal tp fisik aku ga sanggup karena chemo,” ucap Rose menjelaskan pengalamannya saat menjalani kemoterapi.

Dukungan dari orang-orang terdekat, terutama keluarganya, menjadi motivasi besar baginya untuk terus berjuang. Kini, ia aktif berbagi cerita dan pengalamannya melalui media sosial seperti TikTok, berharap dapat memberikan inspirasi dan kekuatan bagi orang lain yang sedang menghadapi cobaan hidup.

Rose juga memberikan pesannya untuk anak-anak muda atau gen z, agar selalu untuk selalu bersyukur atas hal-hal mendasar dalam hidup dan tidak menunda-nunda hal yang ingin dilakukan.

“Pesannya buat anak muda/ gen z yg lg ngalamin cobaan idup kali ya ceritanya (ga hrs soal cancer). Aku pgn bgtt bilang kalo kita tuh sering bgt lupa syukurin hal2 mendasar yg td aku blg (bisa beraktivitas, makan, jalan). Jadi aku harap kalo kalian ngerasa idup ga adil, ada orang2 diluar sana yang lg berjuang lawan penyakit dan pengen ada di posisi kalian (walopun aku percaya tiap org pny beban masing2 dan bkn berarti masalah kalian itu kecil),” lanjutnya.

“Ok terakhir buat yg lg ngalamin apa yg aku alamin (berjuang lawan kanker/ penyakit apapun). Satu quote yang ngebantu aku bgtt itu “one day at a time”. Karena dulu aku takut bgt ngebayangin chemo 6 bulan kyknya lama bgt pengen aku skip aja tau2 beres tp kan gabisa ya:) ya mau ga mau hrs dijalanin. Jd aku mikir kalo aku bisa lewatin hari ini, aku pasti bisa lewatin besok dan seterusnya. Perhari ajaa dilewatinnya. Gapapa kalo hrs sedih bgtt hrs ancur marah sm keadaan dll karena mnrt aku itu manusiawi bgtt. Take ur time tp jgn lupa kalo at the end of the day emg hal ini hrs dijalanin,” tutup Rose Adeline.

Artikel Terbaru

Antrean Panjang di Layanan Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta

JAKARTA - Calon penumpang harus mengantre panjang untuk pengecekan keimigrasian secara manual di pintu keberangkatan Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Jumat (21/6).

Pekerjaan sekarang yang Gak Ditemui 10-20 Tahun lalu

INN NEWS - Dunia kerja terus mengalami perkembangan pesat dengan munculnya teknologi baru dan perubahan tren yang konstan. Meskipun teknologi telah menggantikan beberapa jenis pekerjaan, namun sebaliknya, inovasi teknologi juga telah menciptakan banyak kesempatan kerja yang sebelumnya tidak ada, bahkan dalam 10 atau 20 tahun terakhir.

Wah, 46 Persen Penerima Bansos Salah Sasaran

INN NEWS - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Suharso Monoarfa mengungkapkan, ada 46 persen penerima bantuan sosial (bansos) tidak tepat sasaran.

PT Sritex Terancam Bangkrut, Sempat All In dan Taruh Harapan ke Gibran

SOLO - Salah satu perusahaan tekstil terbesar di Indonesia yakni PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) terancam bangkrut di tengah gempuran utang yang menumpuk.

artikel yang mirip

Antrean Panjang di Layanan Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta

JAKARTA - Calon penumpang harus mengantre panjang untuk pengecekan keimigrasian secara manual di pintu keberangkatan Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Jumat (21/6).

Pekerjaan sekarang yang Gak Ditemui 10-20 Tahun lalu

INN NEWS - Dunia kerja terus mengalami perkembangan pesat dengan munculnya teknologi baru dan perubahan tren yang konstan. Meskipun teknologi telah menggantikan beberapa jenis pekerjaan, namun sebaliknya, inovasi teknologi juga telah menciptakan banyak kesempatan kerja yang sebelumnya tidak ada, bahkan dalam 10 atau 20 tahun terakhir.

Wah, 46 Persen Penerima Bansos Salah Sasaran

INN NEWS - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Suharso Monoarfa mengungkapkan, ada 46 persen penerima bantuan sosial (bansos) tidak tepat sasaran.