HomeTrendingDilaporkan ke KPK, Khofifah Diduga Rugikan Negara Rp98 M Saat Masih Mensos 

Dilaporkan ke KPK, Khofifah Diduga Rugikan Negara Rp98 M Saat Masih Mensos 

Published on

spot_img

 574 total views

JAKARTA – Ketua Forum Komunikasi Masyarakat Sipil, Sutikno melaporkan Khofifah Indar Parawansa ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan kerugian dalam proyek verifikasi dan validasi orang miskin di Kementerian Sosial (Kemensos).

Sutikno menyatakan bahwa dugaan kerugian tersebut berasal dari laporan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pada tahun 2016.

“Enam tahun lalu kita laporkan itu, kita hitung kerugiannya Rp 58 miliar, sementara barusan kita dapatkan audit dari BPK, kerugian proyek yang kita laporkan itu Rp 98 miliar di kasus di Kemensos tahun 2015, program verifikasi dan validasi orang miskin,” ucapnya pada Selasa (4/6).

Di sisi lain, Juru Bicara KPK Bidang Penindakan, Ali Fikri, mengonfirmasi adanya laporan tersebut. Ia menyatakan bahwa KPK akan menindaklanjuti dan mempelajari laporan tersebut.

“Tapi prinsipnya tentu KPK pasti dalami ya, data, informasi, yang diterima tersebut untuk memastikan apakah sesuai dengan syarat dari laporan masyarakat,” ucap Ali.

“Termasuk substansinya juga dilakukan pengayaan (cek) lebih lanjut terkait dugaan korupsi yang dilaporkan oleh masyarakat tersebut oleh bagian pengaduan masyarakat KPK.” Lanjutnya.

Selain Khofifah, Forum Komunikasi Masyarakat Sipil juga melaporkan Kepala Pusdatin Kemensos, Mumu Suherlan, sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan kuasa pengguna anggaran (KPA), Adhy Karyono.

Menurutnya, dugaan korupsi oleh Khofifah terjadi saat ia menjabat sebagai Menteri Sosial. Proyek yang dilaporkan ke KPK tersebut diduga merugikan keuangan negara sebesar Rp 98 miliar dengan target verifikasi 15 juta keluarga miskin oleh Kemensos.

Nilai total proyek ini mencapai Rp 395 miliar. Selain kerugian materiil, menurut Sutikno hal ini mengungkapkan bahwa kegiatan seperti musyawarah desa hingga kabupaten yang dilakukan untuk program tersebut diduga fiktif, termasuk dugaan pengadaan tenda yang merugikan keuangan negara sebesar Rp 7,8 miliar.

Artikel Terbaru

Polri Usut Korupsi Batu Bara Rp5 T yang Melibatkan Jampidsus

INNNEWS — Kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) kembali menyeret nama...

Konflik Iran-AS Memanas Kembali

INNNEWS — Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas setelah Amerika Serikat melancarkan...

PM Singapura Lawrence Wong: Singapura Sangat Percaya pada Masa Depan Indonesia

INNNEWS – Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong menyatakan keyakinan kuat Singapura terhadap masa depan Indonesia....

Huawei Luncurkan AI DigiSchool: Membawa Pelatihan AI ke Sekolah Pedesaan di China

INNNEWS – Huawei melalui program TECH4ALL memperkenalkan inisiatif inovatif bernama AI DigiSchool untuk menjembatani kesenjangan...

artikel yang mirip

Polri Usut Korupsi Batu Bara Rp5 T yang Melibatkan Jampidsus

INNNEWS — Kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) kembali menyeret nama...

Konflik Iran-AS Memanas Kembali

INNNEWS — Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas setelah Amerika Serikat melancarkan...

PM Singapura Lawrence Wong: Singapura Sangat Percaya pada Masa Depan Indonesia

INNNEWS – Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong menyatakan keyakinan kuat Singapura terhadap masa depan Indonesia....