HomeTrendingDPRD Solo Soroti Sumber Dana Gibran Bagikan Buku Bergambar Jan Ethes

DPRD Solo Soroti Sumber Dana Gibran Bagikan Buku Bergambar Jan Ethes

Published on

spot_img

 169 total views

SOLO – Wakil Ketua DPRD Solo, Sugeng Riyanto mempertanyakan sumber dana yang digunakan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka untuk mencetak buku bergambar anaknya Jan Ethes Srinarendra kepada siswa SDN Margorejo VI Surabaya baru-baru ini.

Sugeng kepada sumber resmi menyebut, jika wapres RI terpilih 2024-2029 itu menggunakan APBD Pemkot Solo, maka hal itu jadi kurang bijak.

“Pertama, harus kita lihat dulu sumber dana dari buku itu. Apakah pribadi, apa APBD. Kalau itu APBD, maka apa yang dilakukan Mas Wali itu menjadi kurang bijak. Berarti ada ‘kepentingan pribadi’ ketika sosialisasi gambar buku,” ujar Sugeng.

Lanjutnya, jika yang dipakai adalah dana Corporate Social Responsibility (CSR) yang diperuntukkan bagi Pemkot Solo, maka sama saja yang dipakai adalah APBD.

Katanya, kalau ternyata Gibran menggunakan uang pribadi, Sugeng menyebut pihaknya tentu mempersilakannya.

“Tapi kalau yang dilakukan itu dana pribadi tidak pakai APBD, tidak pakai APBN, monggo silakan saja pakai gambar anaknya. Tapi jika pakai CSR untuk menyumbang pemkot, nah itu sama dengan pakai dana APBD,” tegasnya.

Dia menyebut, posisi Gibran sebagai walkot Solo dan wapres terpilih agak sulit dipisahkan. Hal itu membuat respons publik yang menginginkan adanya profesionalisme.

“Apa yang menjadi respons publik itu saya kira gambaran bahwa publik itu menghendaki adanya profesionalisme di dalam menjalankan roda pemerintahan. Tanpa dicampuri oleh kepentingan yang sifatnya pribadi atau keluarga,” papar Sugeng.

Seharusnya kata Gibran bisa menangkap harapan-harapan dari publik untuk melepaskan kepentingan pribadi dan keluarga dalam menjalankan program-program pemerintahan.

“Kepentingan pribadi dan keluarga, saya kira itu yang harus diperhatikan sama-sama,” pungkasnya.

 

Artikel Terbaru

Antrean Panjang di Layanan Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta

JAKARTA - Calon penumpang harus mengantre panjang untuk pengecekan keimigrasian secara manual di pintu keberangkatan Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Jumat (21/6).

Pekerjaan sekarang yang Gak Ditemui 10-20 Tahun lalu

INN NEWS - Dunia kerja terus mengalami perkembangan pesat dengan munculnya teknologi baru dan perubahan tren yang konstan. Meskipun teknologi telah menggantikan beberapa jenis pekerjaan, namun sebaliknya, inovasi teknologi juga telah menciptakan banyak kesempatan kerja yang sebelumnya tidak ada, bahkan dalam 10 atau 20 tahun terakhir.

Wah, 46 Persen Penerima Bansos Salah Sasaran

INN NEWS - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Suharso Monoarfa mengungkapkan, ada 46 persen penerima bantuan sosial (bansos) tidak tepat sasaran.

PT Sritex Terancam Bangkrut, Sempat All In dan Taruh Harapan ke Gibran

SOLO - Salah satu perusahaan tekstil terbesar di Indonesia yakni PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) terancam bangkrut di tengah gempuran utang yang menumpuk.

artikel yang mirip

Antrean Panjang di Layanan Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta

JAKARTA - Calon penumpang harus mengantre panjang untuk pengecekan keimigrasian secara manual di pintu keberangkatan Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Jumat (21/6).

Pekerjaan sekarang yang Gak Ditemui 10-20 Tahun lalu

INN NEWS - Dunia kerja terus mengalami perkembangan pesat dengan munculnya teknologi baru dan perubahan tren yang konstan. Meskipun teknologi telah menggantikan beberapa jenis pekerjaan, namun sebaliknya, inovasi teknologi juga telah menciptakan banyak kesempatan kerja yang sebelumnya tidak ada, bahkan dalam 10 atau 20 tahun terakhir.

Wah, 46 Persen Penerima Bansos Salah Sasaran

INN NEWS - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Suharso Monoarfa mengungkapkan, ada 46 persen penerima bantuan sosial (bansos) tidak tepat sasaran.