HomeGaya HidupPeran AI yang Signifikan bagi GenZ di Era Digital, Seru

Peran AI yang Signifikan bagi GenZ di Era Digital, Seru

Published on

spot_img

 819 total views

INN NEWS – Generasi Z, yang lahir antara tahun 1997 dan 2012, merupakan generasi yang terlahir dan tumbuh bersama teknologi canggih.

Hal ini menjadikan mereka generasi yang sangat akrab dengan internet dan berbagai platform digital.

Hampir separuh Gen Z menghabiskan waktu setidaknya 10 jam sehari terhubung ke internet, dengan platform seperti Instagram, YouTube, dan Snapchat menjadi media sosial favorit mereka.

Keterkaitan erat Gen Z dengan teknologi digital ini membawa pengaruh signifikan terhadap peran AI (Artificial Intelligence) dalam kehidupan mereka. AI tidak hanya diterima, tetapi juga diharapkan kehadirannya di berbagai aspek kehidupan.

Berikut beberapa kontribusi dan peran AI dalam kehidupan Gen Z:

Akses Informasi yang Luas: Gen Z dapat dengan mudah mencari jawaban atas pertanyaan mereka dan mengakses sumber daya pendidikan dari mana saja, kapan saja, dan tanpa terikat ruang dan waktu.

Kehadiran AI (Artificial Intelligence) semakin mempermudah proses ini, memungkinkan mereka untuk menemukan informasi yang relevan dengan cara yang lebih cepat, efisien, dan personal.

Konektivitas Sosial: 

Di era digital ini, teknologi telah menjadi jembatan bagi Gen Z untuk tetap terhubung dengan teman-teman mereka, baik secara lokal maupun global.

Melalui media sosial, aplikasi pesan instan, dan platform video, mereka dapat merajut jaringan sosial yang luas dan mendukung kesejahteraan emosional satu sama lain.

Kreativitas dan Ekspresi:  

Dengan akses ke alat-alat digital seperti kamera smartphone, perangkat lunak pengeditan, dan platform berbagi konten, Generasi Z memiliki kemampuan untuk mengekspresikan kreativitas mereka dengan mudah.

Mereka dapat membuat berbagai jenis konten seperti gambar, musik, tulisan, dan sebagainya untuk dibagikan secara daring. Bahkan, sebuah survei oleh Google menunjukkan bahwa 35 persen dari Generasi Z menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk mengedit foto dan video melalui smartphone mereka.

Hal ini menunjukkan bahwa AI telah menjadi alat yang banyak membantu dalam pekerjaan kreatif seperti itu.

Peluang Pendidikan dan Karier: 

Teknologi membuka pintu bagi peluang pendidikan dan karier yang lebih luas bagi Gen Z. Mereka dapat mengakses kursus daring dari berbagai institusi pendidikan di seluruh dunia, mendapatkan pelatihan profesional secara online, dan mengeksplorasi peluang kerja remote yang sebelumnya tidak tersedia secara lokal.

Hal ini memungkinkan mereka untuk mengembangkan keterampilan dan pengetahuan tanpa terbatas oleh batasan geografis, memperluas jangkauan mereka dalam mencari peluang pendidikan dan karier yang sesuai dengan minat dan aspirasi mereka.

Meskipun AI memberikan manfaat, Gen Z harus sadar akan tantangan seperti privasi data, bias algoritma, dan dampaknya pada lapangan kerja.

Pemahaman yang baik tentang AI membantu mereka membuat keputusan yang bijaksana. Dengan memanfaatkan AI secara bertanggung jawab, Gen Z dapat meningkatkan pengetahuan, mengembangkan keterampilan, dan mencapai potensi maksimal.

Artikel Terbaru

Antrean Panjang di Layanan Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta

JAKARTA - Calon penumpang harus mengantre panjang untuk pengecekan keimigrasian secara manual di pintu keberangkatan Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Jumat (21/6).

Pekerjaan sekarang yang Gak Ditemui 10-20 Tahun lalu

INN NEWS - Dunia kerja terus mengalami perkembangan pesat dengan munculnya teknologi baru dan perubahan tren yang konstan. Meskipun teknologi telah menggantikan beberapa jenis pekerjaan, namun sebaliknya, inovasi teknologi juga telah menciptakan banyak kesempatan kerja yang sebelumnya tidak ada, bahkan dalam 10 atau 20 tahun terakhir.

Wah, 46 Persen Penerima Bansos Salah Sasaran

INN NEWS - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Suharso Monoarfa mengungkapkan, ada 46 persen penerima bantuan sosial (bansos) tidak tepat sasaran.

PT Sritex Terancam Bangkrut, Sempat All In dan Taruh Harapan ke Gibran

SOLO - Salah satu perusahaan tekstil terbesar di Indonesia yakni PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) terancam bangkrut di tengah gempuran utang yang menumpuk.

artikel yang mirip

Antrean Panjang di Layanan Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta

JAKARTA - Calon penumpang harus mengantre panjang untuk pengecekan keimigrasian secara manual di pintu keberangkatan Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Jumat (21/6).

Pekerjaan sekarang yang Gak Ditemui 10-20 Tahun lalu

INN NEWS - Dunia kerja terus mengalami perkembangan pesat dengan munculnya teknologi baru dan perubahan tren yang konstan. Meskipun teknologi telah menggantikan beberapa jenis pekerjaan, namun sebaliknya, inovasi teknologi juga telah menciptakan banyak kesempatan kerja yang sebelumnya tidak ada, bahkan dalam 10 atau 20 tahun terakhir.

Wah, 46 Persen Penerima Bansos Salah Sasaran

INN NEWS - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Suharso Monoarfa mengungkapkan, ada 46 persen penerima bantuan sosial (bansos) tidak tepat sasaran.