HomeTrendingGerindra dan PKS Resmi Koalisi dengan PDIP di Pilkada Klaten

Gerindra dan PKS Resmi Koalisi dengan PDIP di Pilkada Klaten

Published on

spot_img

 586 total views

KLATEN – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Gerindra resmi menandatangani memorandum of understanding (MoU) politik untuk berkoalisi di Pilkada Klaten 2024 bersama PDI Perjuangan (PDIP).

Penandatanganan MOU Gerindra dan PDIP  itu dilaksanakan di Kantor DPC PDIP Klaten, Kelurahan Gayamprit, Kecamatan Klaten Selatan baru-baru ini.

Kedua partai itu juga bersepakat mengusung pasangan calon bupati (cabup) yang berasal dari PDIP dan calon wakil bupati (cawabup) dari Partai Gerindra.

“Kami kehadiran tamu istimewa dari Partai Gerindra dalam rangka silaturahmi. Alhamdulillah ada kesepakatan untuk bersama dalam agenda besar di Indonesia atau Kabupaten Klaten yakni Pilkada serentak. Kami sudah bersepakat untuk bekerja sama atau koalisi,” kata Ketua DPC PDIP Klaten Sri Mulyani saat ditemui wartawan seusai penandatanganan MoU.

Selain koalisi, Sri menjelaskan kerja sama itu terkait calon yang diusung yakni pasangan calon berasal dari kedua partai.

“Kami dari PDIP akan mengusung cabup dan Gerindra akan mengusung cawabup dan ini tambah kuat tambah mantap untuk Klaten yang lebih sejahtera,” kata Mulyani.

Soal nama cabup dan cawabup yang akan diusung koalisi tersebut, PDIP dan Partai Gerindra belum mengungkapkan.

Selain itu lanjut Sri, kemungkinan masih ada partai lain bakal bergabung dalam koalisi itu.

Partai-partai tersebut yakni PPP, Nasdem, serta PKB. Mulyani mengatakan dalam waktu dekat komunikasi itu dikuatkan dengan kerja sama.

“Insyaallah PPP dan Partai Nasdem bakal bergabung di koalisi, tinggal nanti penguatan. Dengan PKB insyaallah sudah oke tinggal nanti peresmiannya. Nanti kami terus akan bergerilya memohon dukungan dengan Partai Demokrat dan PAN,” kata Sri.

 

Artikel Terbaru

INDONESIA IN DENIAL 25 Tahun Berlalu, Kita Masih Sulit Membaca Realitas

Dua puluh lima tahun berlalu, krisis literasi Indonesia masih menjadi tantangan besar. Elwin Tobing mengulas bagaimana lemahnya budaya membaca dan berpikir kritis memengaruhi kemajuan bangsa, serta pentingnya transformasi literasi untuk masa depan Indonesia.

Antara Legalitas dan Legitimasi: Menguji Narasi Intervensi Kekuasaan melalui Fakta Hukum dan Etika Publik

Narasi mengenai intervensi kekuasaan dalam pemerintahan Joko Widodo selama ini kerap dipandang sebagai ekspresi...

Gelombang Protes dan Kerusuhan Melanda Eropa: Prancis Jadi Episentrum, Meluas ke Italia, Belgia, Portugal, dan Albania

Lisbon–Milan–Paris, 19 Oktober 2026 — Gelombang protes massal yang dipicu oleh kenaikan biaya hidup,...

IHSG Anjlok Lagi di Awal Pekan, BEI Pangkas Batas ARB Jadi 7 Persen Imbas Ancaman MSCI

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali diguncang tekanan berat pada perdagangan Senin...

artikel yang mirip

INDONESIA IN DENIAL 25 Tahun Berlalu, Kita Masih Sulit Membaca Realitas

Dua puluh lima tahun berlalu, krisis literasi Indonesia masih menjadi tantangan besar. Elwin Tobing mengulas bagaimana lemahnya budaya membaca dan berpikir kritis memengaruhi kemajuan bangsa, serta pentingnya transformasi literasi untuk masa depan Indonesia.

Antara Legalitas dan Legitimasi: Menguji Narasi Intervensi Kekuasaan melalui Fakta Hukum dan Etika Publik

Narasi mengenai intervensi kekuasaan dalam pemerintahan Joko Widodo selama ini kerap dipandang sebagai ekspresi...

Gelombang Protes dan Kerusuhan Melanda Eropa: Prancis Jadi Episentrum, Meluas ke Italia, Belgia, Portugal, dan Albania

Lisbon–Milan–Paris, 19 Oktober 2026 — Gelombang protes massal yang dipicu oleh kenaikan biaya hidup,...