HomeOpiniRetorika Kebencian Global terhadap Israel

Retorika Kebencian Global terhadap Israel

Published on

spot_img

 616 total views

INN News – Ada satu fakta penting. Israel tidak pernah mengeluarkan dokumen resmi, pidato kenegaraan, atau kebijakan yang menyerukan “bunuh semua orang Palestina.” Kritik terhadap blokade, ekspansi, atau operasi militer Israel sah. Tapi tidak ada retorika negara Israel yang mendorong pemusnahan etnis Palestina.

Sebaliknya, retorika kebencian terhadap Israel dan Yahudi sangat nyata. Ia bersifat global, masif, dan religius. Hamas adalah contohnya. Piagam Hamas 1988 mengutip hadis: “Hari Kiamat tidak akan datang sampai orang-orang Muslim memerangi orang Yahudi dan membunuh mereka…” Itu bukan sekadar politik. Itu narasi sakral.

Mahmoud al-Zahar, salah satu pendiri Hamas, menegaskan: “Mengusir Yahudi dari tanah 1948 adalah prinsip yang tidak bisa diubah karena tertulis dalam Kitab Allah.” Fathi Hammad bahkan berkata: “Wahai Muslim, di mana pun engkau temukan seorang Yahudi Zionis, bunuhlah dia.” Kata-kata ini terdengar di Gaza. Disiarkan di televisi. Tidak bisa dibantah.

Retorika ini tidak berhenti di Palestina. Ia menyebar ke Eropa, Amerika, hingga Asia. Di jalanan London dan New York, teriakan “From the river to the sea, Palestine will be free” menggema. Maknanya jelas: tidak ada Israel. Tidak ada ruang kompromi.

Inilah perbedaannya. Israel bicara tentang “menghancurkan Hamas,” bukan “membunuh Palestina.” Retorika keras itu ditujukan pada organisasi teror, bukan etnis. Hamas dan pendukungnya bicara tentang Yahudi sebagai bangsa dan agama. Targetnya bukan kebijakan, tapi eksistensi.

Konsekuensi retorika kebencian ini besar. Bagi orang Yahudi, ia menghidupkan trauma lama: Holocaust, pogrom, pengusiran. Bagi Israel, ia menutup pintu kompromi. Bagaimana bernegosiasi dengan pihak yang terang-terangan menolak hak hidup Anda?

Retorika ini juga membahayakan dunia. Ia memicu serangan terhadap komunitas Yahudi di luar Israel. Sinagoga dibakar. Orang Yahudi diserang di jalan. Di kampus-kampus Barat, mahasiswa Yahudi diteror. Konflik lokal berubah menjadi kebencian global.

Dari sisi politik, retorika kebencian memperkuat kelompok keras di kedua pihak. Hamas semakin radikal. Israel semakin curiga. Suara moderat tenggelam. Perdamaian semakin jauh.
Dari sisi hukum, ajakan membunuh etnis bisa dibaca sebagai “incitement to genocide.” Dunia seharusnya menegur. Tapi politik global membuat banyak pihak diam. Akibatnya, kebencian dibiarkan normal.

Dari sisi strategi, retorika ini justru merugikan perjuangan Palestina. Dunia melihat, lalu bertanya: apakah ini soal kebebasan atau soal penghapusan Israel? Simpati pun terbelah.
Karena itu, kita harus jernih. Israel boleh dikritik keras. Tapi klaim bahwa Israel menyerukan pembantaian Palestina tidak benar. Yang benar: retorika kebencian terhadap Israel nyata, luas, dan religius. Fakta ini harus diakui bila kita ingin perdamaian.

Perdamaian tidak lahir dari kebohongan. Ia lahir dari keberanian menghadapi kebenaran. Dan kebenaran itu jelas: retorika kebencian ada di pihak yang menolak Israel hidup. Jika dunia ingin jalan keluar, hentikan legitimasi kebencian itu. Dimulai dari kata-kata.

Artikel Terbaru

Demo Buruh di Jakarta Hari Ini, Bawa 11 Tuntutan ke Pemerintah

  INNNEWS – Ribuan buruh yang tergabung dalam Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI) menggelar aksi...

Dugaan Mafia Tanah PTSL di Bogor Dibongkar

INNNEWS – Polda Metro Jaya mengungkap dugaan praktik mafia tanah dalam program Pendaftaran Tanah Sistematis...

Pria Ditemukan Tewas di Area GBK setelah Kirim Sinyal SOS

  INNNEWS – Seorang pria berinisial FS (30) ditemukan tewas di kawasan Gelora Bung Karno (GBK),...

Penanganan Karhutla: Kapal & Helikopter Jepang Bersiap, Satwa Jadi Perhatian

  INNNEWS – Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan semakin diperkuat dengan kedatangan...

artikel yang mirip

Demo Buruh di Jakarta Hari Ini, Bawa 11 Tuntutan ke Pemerintah

  INNNEWS – Ribuan buruh yang tergabung dalam Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI) menggelar aksi...

Dugaan Mafia Tanah PTSL di Bogor Dibongkar

INNNEWS – Polda Metro Jaya mengungkap dugaan praktik mafia tanah dalam program Pendaftaran Tanah Sistematis...

Pria Ditemukan Tewas di Area GBK setelah Kirim Sinyal SOS

  INNNEWS – Seorang pria berinisial FS (30) ditemukan tewas di kawasan Gelora Bung Karno (GBK),...