HomeTrendingHarga Sembako Naik-Turun di April 2026: Stok Minyak Goreng Jadi Kekhawatiran Pedagang

Harga Sembako Naik-Turun di April 2026: Stok Minyak Goreng Jadi Kekhawatiran Pedagang

Published on

spot_img

 1,365 total views

INNNEWS – Memasuki bulan April 2026, kondisi harga kebutuhan pokok masyarakat (sembako) di tingkat pedagang eceran menunjukkan dinamika yang cukup signifikan. Sejumlah komoditas utama mengalami fluktuasi harga yang tidak merata, sehingga memengaruhi aktivitas jual beli di pasar tradisional maupun warung kecil. Dari berbagai jenis sembako, minyak goreng menjadi komoditas yang paling banyak disorot akibat harga yang tinggi serta ketersediaan stok yang kerap tidak menentu.

Berdasarkan pantauan di lapangan, harga beras sebagai kebutuhan pokok utama masyarakat mengalami kecenderungan naik. Untuk beras kualitas premium, harga saat ini berada di kisaran Rp14.500 hingga Rp15.000 per kilogram. Sementara itu, beras jenis mentik bahkan mencapai Rp17.500 per kilogram. Di tengah kondisi tersebut, pemerintah masih berupaya menjaga stabilitas harga melalui distribusi beras medium bersubsidi dengan harga di bawah Rp12.000 per kilogram, meskipun distribusinya belum sepenuhnya merata di semua daerah.

Komoditas lain seperti telur ayam juga menunjukkan pergerakan harga yang cukup cepat. Pedagang mengaku harga telur bisa berubah hampir setiap hari, dengan harga terkini berada di angka Rp25.500 per kilogram. Sementara itu, gula pasir yang sebelumnya sempat turun setelah Lebaran kini stabil di kisaran Rp17.500 per kilogram. Untuk tepung terigu, harga relatif bervariasi tergantung merek, yakni antara Rp8.000 hingga Rp12.000 per kilogram.

Namun, tantangan terbesar saat ini dirasakan pada komoditas minyak goreng. Selain harganya yang relatif tinggi, yakni sekitar Rp22.000 per liter untuk merek populer, ketersediaannya di tingkat pengecer sering kali kosong. Meski pemerintah telah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk minyak goreng bersubsidi sebesar Rp15.700, pasokan barang tersebut masih belum stabil dan sulit ditemukan secara konsisten.

Para pedagang mengungkapkan bahwa mereka tidak memiliki banyak pilihan selain mengikuti harga dari distributor. Kondisi ini sering kali memicu keluhan dari konsumen, meskipun pada kenyataannya daya beli masyarakat tidak mengalami penurunan yang signifikan. Hal ini disebabkan karena sembako merupakan kebutuhan utama yang tetap harus dipenuhi dalam kondisi apa pun.

Ke depan, para pedagang berharap pemerintah dapat lebih fokus pada stabilitas distribusi barang, khususnya untuk komoditas yang sering mengalami kelangkaan. Bagi mereka, kepastian ketersediaan stok jauh lebih penting dibandingkan fluktuasi harga. Dengan distribusi yang lancar dan stok yang terjamin, aktivitas perdagangan dapat berjalan lebih stabil dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi tanpa hambatan.

Artikel Terbaru

Gempa Dahsyat M7,4 Guncang Kolombia, Ratusan Korban Jiwa

INNNEWS – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,4 mengguncang wilayah barat Kolombia pada Senin (10/8/2026)...

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Bencana di Klaten

INNNEWS – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi cuaca ekstrem di wilayah...

Klaten Fire Safety Challenge 2026 Diikuti 40 Tim

INNNEWS – Sebanyak 40 tim dari berbagai instansi dan komunitas mengikuti Klaten Fire Safety...

Karanganyar: Bedah Buku Reset Indonesia Dorong Anak Muda Bersikap Kritis, Pasar Desa Papahan Direvitalisasi Rp5 Miliar

INNNEWS– Kegiatan bedah buku Reset Indonesia digelar di Masjid Agung Al Mukaromah, Kabupaten Karanganyar,...

artikel yang mirip

Gempa Dahsyat M7,4 Guncang Kolombia, Ratusan Korban Jiwa

INNNEWS – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,4 mengguncang wilayah barat Kolombia pada Senin (10/8/2026)...

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Bencana di Klaten

INNNEWS – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi cuaca ekstrem di wilayah...

Klaten Fire Safety Challenge 2026 Diikuti 40 Tim

INNNEWS – Sebanyak 40 tim dari berbagai instansi dan komunitas mengikuti Klaten Fire Safety...