24 total views
INNNEWS– Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur, terus meluas. Hingga Minggu (9/8/2026), luas area yang terdampak diperkirakan telah mencapai sekitar 520 hektare. Seluruh akses wisata menuju Gunung Bromo ditutup total untuk memfokuskan upaya pemadaman.
Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Rudijanta Tjahja Nugraha membenarkan perluasan kebakaran tersebut. Proses pemadaman difokuskan di wilayah Penanjakan dan B29, sementara di sejumlah titik lain api sudah padam karena material yang terbakar habis.
Kebakaran pertama kali terdeteksi pada Senin (3/8/2026) di Blok Bantengan, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, dengan luasan awal hanya sekitar 7,9 hektare. Dalam beberapa hari, api merembet cepat akibat tiupan angin kencang dan kondisi vegetasi yang kering. Luasan sempat tercatat 176 hektare sebelum melonjak signifikan menjadi sekitar 520 hektare.
Badan Geologi menegaskan bahwa kebakaran ini tidak berkaitan dengan aktivitas vulkanik Gunung Bromo. Status gunung tetap Waspada, dan sistem pemantauan kegempaan maupun parameter vulkanik masih berjalan normal.
Tim gabungan yang terdiri dari petugas TNBTS, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, serta relawan terus berupaya memadamkan api. Bantuan helikopter untuk water bombing juga dikerahkan guna menjangkau lokasi yang sulit diakses melalui darat.
Penutupan total akses wisata mencakup lima pintu masuk utama, yakni Cemoro Lawang (Probolinggo), Wonokitri (Pasuruan), Jemplang dan Coban Trisula (Malang), serta Senduro (Lumajang). Langkah ini diambil demi keselamatan pengunjung dan mempermudah operasi pemadaman.
Otoritas setempat mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk tidak memaksakan diri memasuki kawasan TNBTS hingga kondisi dinyatakan aman. Pemantauan terus dilakukan mengingat potensi api kembali membesar jika kecepatan angin meningkat.
Kebakaran ini menjadi perhatian serius karena kawasan Bromo merupakan destinasi wisata unggulan sekaligus ekosistem penting di Jawa Timur. Upaya pemadaman masih berlangsung hingga Senin (10/8/2026).


