HomeTrendingmuncul 2 pulau baru di sekitar anak krakatau

muncul 2 pulau baru di sekitar anak krakatau

Published on

spot_img

 55 total views

INNNEWS — Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mendeteksi kemunculan dua pulau baru di sekitar Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda. Kedua daratan tersebut muncul pasca rangkaian erupsi menerus yang terjadi pada awal September 2026.

Plt Kepala Badan Geologi Lana Saria menyampaikan bahwa keberadaan dua pulau baru itu dikonfirmasi berdasarkan laporan pelaut, relawan, serta analisis citra satelit Sentinel per 23 September 2026.

“Pulau baru terdeteksi di sektor barat laut sejauh 760 meter dari pesisir Anak Krakatau dan di sektor tenggara sejauh 495 meter dari pesisir. Jika ditarik garis lurus, keduanya membentuk kelurusan berarah barat laut-tenggara dengan kawah utama berada di antaranya,” kata Lana dalam laporan di Jakarta, Kamis (24/9/2026).

Kemunculan kedua pulau tersebut diduga berkaitan erat dengan erupsi menerus Gunung Anak Krakatau pada 4-6 September 2026 yang berlangsung sekitar 25 jam. Erupsi itu memicu aliran lava deras dan pengendapan material piroklastik, sehingga menambah luas tubuh gunung api hingga 32,8 hektare di sektor barat laut, barat, hingga barat daya.

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi, Rita Susilawati, menjelaskan interpretasi sementara menunjukkan magma encer keluar melalui jalur bukaan atau rekahan yang memanjang dari barat laut ke tenggara. Material erupsi kemudian menumpuk dan membentuk dua gumuk menyerupai pulau kecil di lokasi terpisah.

Meski demikian, Badan Geologi masih memerlukan data dan kajian lebih lanjut untuk memastikan apakah kedua pulau tersebut merupakan pusat titik erupsi baru atau sekadar akumulasi material erupsi sekunder. Verifikasi lapangan akan dilakukan untuk mencocokkan citra satelit sebelum dan sesudah erupsi.

Status aktivitas Gunung Anak Krakatau saat ini berada di Level II (Waspada) setelah diturunkan dari Level III (Siaga) pada 21 September 2026. Masyarakat dan wisatawan diimbau tidak memasuki radius 1 kilometer dari kedua pulau baru serta tetap mematuhi zona bahaya radius 2 kilometer dari pusat erupsi.

Pakar mengingatkan bahwa daratan baru ini merupakan proses alami akumulasi material vulkanik, bukan gunung api independen yang sering disebut “cucu Krakatau”. Struktur material yang masih muda berpotensi mengalami perubahan bentuk seiring waktu.

Artikel Terbaru

Bintang Hollywood ditangkap demo tolak Netanyahu

INNNEWS — Dua bintang Hollywood, Susan Sarandon dan Hannah Einbinder, termasuk sekitar 100 orang...

Arab Saudi intersep rudal Houthi

INNNEWS — Arab Saudi berhasil mencegat enam rudal balistik yang diluncurkan kelompok Houthi Yaman pada...

Basarnas: 93 Korban KM Virgo Masih Berada di Dalam Bangkai Kapal

INNNEWS — Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menyatakan sebanyak 93 korban kecelakaan Kapal Motor...

Kejagung mutasi 16 pejabat

INNNEWS — Kejaksaan Agung (Kejagung) melakukan mutasi terhadap 16 pejabat struktural, termasuk tiga Kepala...

artikel yang mirip

Bintang Hollywood ditangkap demo tolak Netanyahu

INNNEWS — Dua bintang Hollywood, Susan Sarandon dan Hannah Einbinder, termasuk sekitar 100 orang...

Arab Saudi intersep rudal Houthi

INNNEWS — Arab Saudi berhasil mencegat enam rudal balistik yang diluncurkan kelompok Houthi Yaman pada...

Basarnas: 93 Korban KM Virgo Masih Berada di Dalam Bangkai Kapal

INNNEWS — Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menyatakan sebanyak 93 korban kecelakaan Kapal Motor...