693 total views
MALANG – Tabloid Anies Baswedan beredar di Masjid Al Amin, Kota Malang baru-baru ini. Tabloid tersebut berisi kisah sukses Anies dan dibagikan kepada jemaah Masjid Al Amin saat salat Jumat.
Tabloid dengan nama KBAnewspaper itu berisi 12 halaman dengan edisi cetak 28 Februari 2022. Cover-nya menampilkan foto Anies dengan judul ‘MENGAPA HARUS ANIES?’
Boks redaksi tabloid yang seluruh isinya memuat Anies tertera nama Ramadhan Pohan sebagai Founder/CEO. Walaupun demikian, tak ada alamat jelas kantor tabloid tersebut.
Seperti diberitakan detik.com, ada dugaan tabloid itu diselundupkan oleh seseorang atau sekelompok orang lantaran takmir masjid di Jalan Pelabuhan Tanjung Perak itu justru mengaku tidak tahu soal tabloid itu.
“Kami tidak tahu semua itu. Saya kan sedang kerja ya. Yang menyebarkan itu juga siapa kami tidak tahu,” jelas Ketua Takmir Masjid Al Amin, Sugeng Riyadi, Senin (19/9/2022) malam.
Sugeng akan berupaya mencari tahu tentang penyebaran tabloid Anies Baswedan di area masjid Al Amin itu. Ia sendiri mengaku terkejut dengan beredarnya tabloid itu. “Pak Anies kan Gubernur Jakarta, kok bisa ada tabloid berisikan beliau disebar di sini. Saya akan cari informasi soal itu kepada para jemaah,” kata Sugeng.
Menurut Sugeng, segala kegiatan yang digelar di Masjid Al Amin selalu seizin takmir. Dirinya mengaku tidak ada izin untuk menyebarkan tabloid Anies Baswedan tersebut.
“Itu harus seizin ketakmiran. Kalau misal takmir gak mengizinkan, ya enggak boleh. Berarti ilegal itu,” tegasnya.
Sugeng mempertegas kembali pihak takmir Masjid Al Amin tidak terlibat dalam penyebaran tabloid Anies Baswedan itu. Mereka merasa kecolongan.
“Ya, kami merasa enggak tahu, enggak pernah menerima atau apapun, ya saya nggak tahu. Saya perketat lagi lah, karena ini kan kita nggak tahu tentang tabloid itu,” ungkapnya.
Merespons beredarnya tabloid tersebut, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Malang buka suara.
Ketua DPD PSI Kota Malang, Achmad Faried menegaskan, pembagian tabloid itu tidak etis mengingat masjid adalah tempat untuk beribadah.
“Kami kira itu kurang etis, kalau tempat ibadah dijadikan media kampanye. Apalagi kampanye politik,” ujar Faried.
PSI melihat pembagian tabloid Anies Baswedan di salah satu masjid di Kota Malang akan memunculkan stigma di tengah masyarakat. Apalagi Anies kerap disebut Bapak Politik Identitas.
“Tabloid itu akan menguatkan stigma itu,” pungkasnya.
“Ini sebetulnya juga akan membuat stigma bahwa Bapak Anies itu kan, sekarang sudah di-branding sebagai Bapak Politik Identitas. Dengan adanya ini (tabloid di masjid), maka statement itu sebuah kebenaran,” lanjutnya.
Menurutnya, beredarnya tabloid di lingkungan masjid justru akan merugikan Anies. Bukan malah meningkatkan popularitasnya.


