738 total views
INN NEWS – Deklarasi NasDem mengusung Anies Baswedan sebagai calon tunggal presiden untuk bertarung di kontestasi Pilpres 2024 mendatang, menuai pro kontra dari berbagai kalangan. Salah satunya dari Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) DKI Jakarta.
Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta, Gembong Warsono memberi sorotan terhadap keputusan NasDem mencalonkan Anies Baswedan sebagai capres.
Menurutnya, keputusan dari NasDem mendukung Anies sebagai calon presiden di Pemilu 2024 mendatang masih belum tepat.
Lanjut Gembong, Anies seharusnya bisa fokus untuk merampungkan semua tugasnya sebelum purna tugas pada 16 Oktober 2022 ke depan.
“Silahkan sisa waktu yang tersedia digunakan menyelesaikan program-program yang belum sempat dikerjakan. Kalau saya sebutnya programnya terlalu banyak karena memang banyak belum dikerjakan,” kata Gembong pada Senin 3 Oktober 2022.
Beberapa pernyataan Gembong memberi penegasan kembali bahwa program yang belum dituntaskan Anies sebenarnya perlu dirampungkan dahulu.
Beberapa program seperti Oke Oce, rumah DP nol rupiah, hingga masalah banjir masih jadi pekerjaan rumah Anies.
Untuk program rumah DP nol masih jadi fokus utama hingga Gembong menilai bahwa Anies belum bisa berhasil meskipun targetnya sudah diturunkan.
“Kan dari 300 sekian ribu diturunkan jadi sembilan ribu sekian. Sembilan ribu sekian pun ternyata gak sampe juga di akhir masa jabatan dan menurunkannya sepihak. Karena dia mengajukan revisi RPJMD, DPRD enggak bahas makan dia turunkan sendiri,” kata Gembong.
Justru Gembong menginginkan Anies untuk bisa fokus menyelesaikan semua programnya.
Baca juga: Di Depan Anies, Kapolri Ingatkan Politik Identitas Tak Boleh Ada di 2024
Selain itu, Gembong ingin Anies tidak memakai jabatan sekarang guna keperluan pribadi.
“Hari ini Pak Anies statusnya sudah berubah maka jangan memakai jabatan dia yang ada di DKI JAkarta untuk keperluan pribadi,” kata Gembong.
NasDem secara resmi memilih Anies Baswedan dengan mengalahkan dua nama yakni Jenderal Andika Perkasa dan Ganjar Pranowo.
Carut marut program Gubernur DKI Jakarta memang jadi sorotan publik. Program rumah DP nol rupiah hingga masalah banjir dan beberapa poin lainnya perlu diselesaikan.
Apalagi NasDem deklarasi Anies sebagai capres dianggap kurang etis karena saat ini Indonesia berduka karena kejadian rusuh di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur


