987 total views
JAKARTA – Gelandangan atau Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) masih ditemukan berkeliaran di sejumlah titik di Ibu Kota Jakarta, Penjabat Gubernur (PJ) DKI Jakarta, Heru Budi Hartono meminta Dinas Sosial (Dinsos) untuk fokus dalam pembinaan.
Hal itu disampaikan Heru saat memberikan arahan kepada jajarannya di Jakarta, Selasa, 18 Oktober.
Heru pun lalu menceritakan dirinya saat menemukan PMKS setiap hari berkeliaran di sejumlah titik di Jakarta.
“Saya lihat setiap hari, mohon maaf, ada di Jembatan Jatiwaringin,” kata Heru.
Dia meminta Dinsos bersama instansi terkait untuk melakukan pembinaan secara humanis kepada PMKS.
Heru mengatakan, dia sangat menyayangkan PMKS tersebut membawa bayi berusia sekitar satu hingga 1,5 tahun, karena kualitas udara di Jakarta saat pagi dan sore tidak bagus.
“Pernah saya lihat (usia) setahun, 1,5 tahun, lalu didrop dari mobil yang dari arah Bekasi, arah Pondok Gede ke Jatiwaringin,” ucapnya.
Heru meminta Dinsos beserta jajarannya untuk turun ke lapangan dan menyelidiki latar belakang PMKS yang masih berkeliaran itu.
Baginya, seluruh anak di DKI Jakarta memiliki kesempatan menempuh pendidikan yang sama karena adanya program Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan Kartu Jakarta Sehat (KJS).
“Hari ini mungkin ada. Dia (PMKS) setiap sore itu bergantian, tugas ibu (Kepala Dinas Sosial DKI Jakarta), jadi yang membawa anak-anak itu prioritas. Jualan, gendong (anak) kenapa bisa seperti itu. Lalu segera dibantu,” pungkasnya.
Sementara itu, mengutip data Badan Pusat Statistik DKI Jakarta dari Tempo.co, tercatat jumlah PMKS di Jakarta pada 2021 mencapai 2.659 orang atau naik dibandingkan 2020 mencapai 2.169 orang.
Adapun jumlah paling banyak adalah gelandangan mencapai 1.096 orang, pengemis 289 orang, anak jalanan 205 orang, anak terlantar 103 orang dan lanjut usia terlantar 210 orang.


