HomeUncategorizedMuseum Benteng Vredeburg di Yogya, Liburan Sambil Belajar Sejarah Bangsa

Museum Benteng Vredeburg di Yogya, Liburan Sambil Belajar Sejarah Bangsa

Published on

spot_img

 725 total views

YOGYAKARTA – Mengisi liburan akhir tahun tentunya membosankan bila tidak menghabiskan waktu untuk mengunjungi berbagai tempat wisata. Yogyakarta menjadi salah satu kota yang kerap dikunjungi saat liburan tiba. Salah satu tempat yang paling ramai dikunjungi adalah Malioboro.

Namun, ada satu tempat lagi ni yang kerap diserbu wisatawan lokal maupun mancanegara, yakni Museum Benteng Vredeburg.

Museum ini berlokasi di Jalan Margomulyo Nomor 6, Gondomanan, Yogyakarta yang tentunya sangat dekat dengan Titik 0 km Yogyakarta dan Malioboro.

Untuk masuk ke lokasi wisata ini, pengunjung tidak perlu memikirkan isi kantong karena harga tiket masuk sangat terjangkau.

Tiket untuk masuk ke museum ini sangatlah murah, yaitu 3.000 untuk dewasa, 2.000 untuk usia anak, dan 10.000 untuk wisatawan mancanegara.

Baca juga: Libur Akhir Tahun, Wisatawan Padati Kawasan Malioboro Yogyakarta

Banyak pengunjung yang datang di sini, mulai dari anak-anak, remaja, bahkan orang dewasa serta turis yang berasal dari mancanegara. Banyak yang kesana hanya untuk bersua foto, survey pembelajaran, refreshing, dan lain sebagainya.

Di luar hari liburan, biasanya museum bersejarah ini dikunjungi siswa dan mahasiswa.

Di dalam museum ini, wisatawan atau pengunjung bisa belajar tentang sejarah bangsa yang telah dikemas juga secara modern.

Di dalam museum ini terdapat 4 Diorama. Dalam 4 Diorama tersebut, terdapat 55 minimara yang dapat menggambarkan mengenai Perjuangan para pahlawan dalam menyerang penjajah yang pastinya dapat menambah ilmu pengetahuan mengenai sejarah.

Setelah belajar sejarah, pengunjung bisa langsung menikmati jajanan dan berfoto ria di sepanjang jalan Malioboro karena hanya bersebelahan saja.

Artikel Terbaru

Di Balik Sinyal Pasar: Membaca Risiko Off-Budget dan Stabilitas Perbankan Indonesia

Pergerakan outlook terhadap Bank Central Asia baru-baru ini memicu perhatian pasar. Bagi sebagian pelaku, ini mungkin hanya refleksi dinamika normal dalam siklus keuangan. Namun jika dibaca lebih dalam, sinyal seperti ini sering kali bukan berdiri sendiri. Ia bisa menjadi bagian dari spektrum yang lebih luas yaitu perubahan kondisi likuiditas, arah kebijakan makro, serta tekanan struktural dalam sistem pembiayaan nasiona

Heboh Pengadaan Alat Makan Rp4,19 Triliun di Yogyakarta: Skandal Pemborosan atau Salah Data?

INNNEWS – Di tengah gencarnya program Makan Bergizi Gratis (MBG), publik dikejutkan oleh dugaan pengadaan...

22Mobil Damkar Dikerahkan Padamkan Kebakaran Apartemen di Tanjung Duren

INNNEWS – Kebakaran terjadi di sebuah apartemen di kawasan Tanjung Duren, Jakarta Barat, sehingga memicu...

Keraton Surakarta Sebut Perlu Dukungan untuk Melestarikan Kebudayaan Jawa

INNNEWS-Keraton Surakarta Hadiningrat menegaskan pentingnya dukungan dari berbagai pihak guna menjaga dan melestarikan kebudayaan...

artikel yang mirip

Di Balik Sinyal Pasar: Membaca Risiko Off-Budget dan Stabilitas Perbankan Indonesia

Pergerakan outlook terhadap Bank Central Asia baru-baru ini memicu perhatian pasar. Bagi sebagian pelaku, ini mungkin hanya refleksi dinamika normal dalam siklus keuangan. Namun jika dibaca lebih dalam, sinyal seperti ini sering kali bukan berdiri sendiri. Ia bisa menjadi bagian dari spektrum yang lebih luas yaitu perubahan kondisi likuiditas, arah kebijakan makro, serta tekanan struktural dalam sistem pembiayaan nasiona

Heboh Pengadaan Alat Makan Rp4,19 Triliun di Yogyakarta: Skandal Pemborosan atau Salah Data?

INNNEWS – Di tengah gencarnya program Makan Bergizi Gratis (MBG), publik dikejutkan oleh dugaan pengadaan...

22Mobil Damkar Dikerahkan Padamkan Kebakaran Apartemen di Tanjung Duren

INNNEWS – Kebakaran terjadi di sebuah apartemen di kawasan Tanjung Duren, Jakarta Barat, sehingga memicu...