HomeUncategorizedRibuan Lampion Khas Imlek Mulai Menyala di Solo, Ramai Dikunjungi Warga

Ribuan Lampion Khas Imlek Mulai Menyala di Solo, Ramai Dikunjungi Warga

Published on

spot_img

 816 total views

SOLO – Ribuan lampion khas Imlek mulai menghiasi sejumlah titik di Kota Solo, Jawa Tengah untuk menyambut Tahun Baru Imlek 2023/2574, Sabtu, 7 Januari 2023 malam.

Lampion-lampion itu terpasang mulai dari kawasan Jenderal Sudirman, depan halaman Balai Kota Solo, Jembatan Kali Pepe hingga depan Pasar Gede Solo.

Mulai dari lampion berbentuk bulat, bulan, hingga lampion 12 shio. Lampion 12 shio ini terpasang di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman.

Ribuan lampion itu dinyalakan Sabtu malam bersamaan dengan lampion Dewa Uang, master kelinci berputar dan lampion 12 shio yang berjejer di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman hingga Gladag.

Lampion-lampion tersebut diketahui telah dipasamg sejak Rabu (4/1/2023) dan baru dicoba penyalaannya pada Sabtu malam.

Walaupun belum semuanya menyala, kemeriahan lampion Imlek sudah bisa dirasakan. Terbukti ribuan warga berbondong-bondong datang ke titik-titik tersebut untuk menyaksikan lampion-lampion itu dan berfot hingga sebabkan kemacetan.

Ketua Panitia Imlek 2023, Sumartono Hadinoto mengatakan lampion Imlek ini telah disiapkannya sejak November 2022. Persiapan jauh-jauh hari ini dilakukannya agar dapat menyuguhkan spot wisata menarik untuk warga Solo dan sekitarnya.

“Sejak bulan November kami menyiapkan lampion Imlek. Ini lebih meriah dan berbeda ya sudah kembali ke beberapa tahun sebelum pandemi. Setelah beberapa tahun tidak ada ini betul-betul nuansanya baru semua,” ujarnya.

Jumlah lampion Imlek tahun ini juga lima kali lipat lebih banyak jika dibandingkan tahun lalu. Sebab di perayaan Imlek tahun 2022, Kota Solo masih dibayangi pandemi Covid-19.

“Karena kemarin pandemi Januari tahun 2022 itu hanya pasang 1.000. Tahun ini kami pasang 5.000 lampion bulan merah di Koridor Balai Kota sampai Kali Pepe yang bersamaan dengan Grebeg Sudiro,” katanya.

Sementara itu, kemeriahan Imlek kali ini juga terlihat di Jembatan Kali Pepe. Apalagi ada ribuan lampion merah dan kuning yang juga menyala bersamaan dengan lampu putih menjuntai.

“Gapura Imlek juga kami desain baru agar yang berswafoto tidak bosan, kemudian lampion 12 shio dipasang di Jenderal Sudirman juga desainnya baru tampilannya baru. Kami tambah yang di ujung Gladag ada master shio kelinci yang kelinci di atasnya bis berputar,” jelasnya.

Ribuan lampion Imlek 2023 memiliki konsep yang lebih fresh. Panitia Imlek berinovasi dengan permainan IT dan elektrik.

“Beberapa desain lampu-lampu yang di atas Kali Pepe maupun di atas Jam Pasar Gede, di samping Pasar Gede termasuk sampai yang di Kelenteng Tien Kok Sie ada perubahan-perubahan desain, agar lebih berbeda dan menarik,” kata Sumartono.

 

 

 

Artikel Terbaru

Di Balik Sinyal Pasar: Membaca Risiko Off-Budget dan Stabilitas Perbankan Indonesia

Pergerakan outlook terhadap Bank Central Asia baru-baru ini memicu perhatian pasar. Bagi sebagian pelaku, ini mungkin hanya refleksi dinamika normal dalam siklus keuangan. Namun jika dibaca lebih dalam, sinyal seperti ini sering kali bukan berdiri sendiri. Ia bisa menjadi bagian dari spektrum yang lebih luas yaitu perubahan kondisi likuiditas, arah kebijakan makro, serta tekanan struktural dalam sistem pembiayaan nasiona

Heboh Pengadaan Alat Makan Rp4,19 Triliun di Yogyakarta: Skandal Pemborosan atau Salah Data?

INNNEWS – Di tengah gencarnya program Makan Bergizi Gratis (MBG), publik dikejutkan oleh dugaan pengadaan...

22Mobil Damkar Dikerahkan Padamkan Kebakaran Apartemen di Tanjung Duren

INNNEWS – Kebakaran terjadi di sebuah apartemen di kawasan Tanjung Duren, Jakarta Barat, sehingga memicu...

Keraton Surakarta Sebut Perlu Dukungan untuk Melestarikan Kebudayaan Jawa

INNNEWS-Keraton Surakarta Hadiningrat menegaskan pentingnya dukungan dari berbagai pihak guna menjaga dan melestarikan kebudayaan...

artikel yang mirip

Di Balik Sinyal Pasar: Membaca Risiko Off-Budget dan Stabilitas Perbankan Indonesia

Pergerakan outlook terhadap Bank Central Asia baru-baru ini memicu perhatian pasar. Bagi sebagian pelaku, ini mungkin hanya refleksi dinamika normal dalam siklus keuangan. Namun jika dibaca lebih dalam, sinyal seperti ini sering kali bukan berdiri sendiri. Ia bisa menjadi bagian dari spektrum yang lebih luas yaitu perubahan kondisi likuiditas, arah kebijakan makro, serta tekanan struktural dalam sistem pembiayaan nasiona

Heboh Pengadaan Alat Makan Rp4,19 Triliun di Yogyakarta: Skandal Pemborosan atau Salah Data?

INNNEWS – Di tengah gencarnya program Makan Bergizi Gratis (MBG), publik dikejutkan oleh dugaan pengadaan...

22Mobil Damkar Dikerahkan Padamkan Kebakaran Apartemen di Tanjung Duren

INNNEWS – Kebakaran terjadi di sebuah apartemen di kawasan Tanjung Duren, Jakarta Barat, sehingga memicu...