HomeUncategorizedMUKI Sumut Akan Suarakan Nasib Gereja di Medan yang Alami Penolakan

MUKI Sumut Akan Suarakan Nasib Gereja di Medan yang Alami Penolakan

Published on

spot_img

 1,960 total views

MEDAN- Viral aksi intoleransi yang dialami pendeta dan jemaat Gereja Elim Kristen Indonesia (GEKI) di Kecamatan Medan Marelan, Medan, Sumatera Utara (Sumut) belum lama ini, Ketua Dewan Perwalian Wilayah (DPW) Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumut, Dedy Mauritz buka suara.

Dedy yang hadir langsung dalam ibadah GEKI di depan Kantor Wali Kota Medan, Minggu 26 Januari 2023 mengatakan, pihaknya akan berupaya menyuarakan aspirasi umat Kristen di Sumut.

“Terutama Gereja Elim Kristen Indonesia yang sedang mengalami intoleransi,” ujar Dedy.

Menurut Dedy, masalah ini cenderung dibiarkan dan sudah berlangsung cukup lama serta tidak ada solusi dari pihak-pihak terkait.

Dia lantas mengaitkan aksi intoleransi tersebut dengan Medan yang sering didengungkan sebagia etalase miniatur dari keberagaman.

“Medan adalah kota kita bersama, Medan adalah milik kita bersama yang selalu kita dengung-dengungkan sebagai etalase miniatur dari keberagaman. Tetapi kami melihat pada hari ini bahwa hal tersebut tidak tercermin.

Untuk itu kata Dedy, MUKI akan menyuarakan apa yang menjadi keinginan dan aspirasi dari umat kristen secara khusus Gereja Elim Kristen Indonesia.

“Dan kami percaya bahwa pemerintah diberkati oleh Tuhan, diberikan kemampuan oleh Tuhan, hikmat oleh Tuhan untuk menyelesaikan permasalahan ini,” pungkasnya.

Baca juga: Cerita Gereja di Medan, Sulit Dapat Izin, Diteror Warga, Terpaksa Ibadah di Depan Kantor Wali Kota

Diberitakan sebelumnya, aksi intoleransi itu dirasakan pendeta dan jemaat Gereja Elim Kristen Indonesia (GEKI) di Medan Marelan.

Diungkapkan Pdt. Octavianus Nathanael yang juga pimpinan jemaat lokal, hanya menyewa tempat untuk beribadah, pihaknya ditolak berkali-kali bahkan disurati langsung oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Medan dalam hal ini pihak kecamatan dan kelurahan.

“Padahal itu juga mau disewa untuk tempat STT (Sekolah Tinggi Thelogi) kami, tapi tetap juga ditolak,” ungkap Pdt. Octav.

Tidak hanya OPD, pihaknya juga selalu diteror dan didatangi kelompok warga lingkungan dengan membawa spanduk-spanduk penolakan bertuliskan larangan beribadah.

Kelompok atau aliansi warga itu juga sempat mengirimi surat resmi untuk audit investigasi kepada jemaat.

Artikel Terbaru

Demo Buruh di Jakarta Hari Ini, Bawa 11 Tuntutan ke Pemerintah

  INNNEWS – Ribuan buruh yang tergabung dalam Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI) menggelar aksi...

Dugaan Mafia Tanah PTSL di Bogor Dibongkar

INNNEWS – Polda Metro Jaya mengungkap dugaan praktik mafia tanah dalam program Pendaftaran Tanah Sistematis...

Pria Ditemukan Tewas di Area GBK setelah Kirim Sinyal SOS

  INNNEWS – Seorang pria berinisial FS (30) ditemukan tewas di kawasan Gelora Bung Karno (GBK),...

Penanganan Karhutla: Kapal & Helikopter Jepang Bersiap, Satwa Jadi Perhatian

  INNNEWS – Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan semakin diperkuat dengan kedatangan...

artikel yang mirip

Demo Buruh di Jakarta Hari Ini, Bawa 11 Tuntutan ke Pemerintah

  INNNEWS – Ribuan buruh yang tergabung dalam Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI) menggelar aksi...

Dugaan Mafia Tanah PTSL di Bogor Dibongkar

INNNEWS – Polda Metro Jaya mengungkap dugaan praktik mafia tanah dalam program Pendaftaran Tanah Sistematis...

Pria Ditemukan Tewas di Area GBK setelah Kirim Sinyal SOS

  INNNEWS – Seorang pria berinisial FS (30) ditemukan tewas di kawasan Gelora Bung Karno (GBK),...