HomeGaya HidupKetika Penggemar Dianggap Ikut Menghancurkan Industri Musik

Ketika Penggemar Dianggap Ikut Menghancurkan Industri Musik

Published on

spot_img

 402 total views

_x000D_
_x000D_
_x000D_
_x000D_
_x000D_

CompusicianNews.com – Industri – Suatu proposisi yang mengerikan saat membayar para artis atas karya musik mereka menjadi aksi voluntir kebaikan dibanding pertanggung jawaban konsumen dalam menikmati sebuah lagu.

_x000D_
_x000D_

Penggemar musik gratis mengalir bak air mengalir, biaya yang dipakai artis untuk menciptakan sebuah karya tidak akan ter-cover selama fans hanya mau menikmati lagu secara gratis. Tidak ada salahnya menikmati lagu gratis tapi harus ada suatu pengecualian.

_x000D_
_x000D_

Para artis dibalik industri musik perlu menerapkan suatu standart dan ekspektasi. Beberapa hal yang perlu diketahui dari persoalan ini, sebagai berikut:

_x000D_
_x000D_

Ideology dibalik musik gratis telah menghancurkan pekerjaan para musisi dan label independen

_x000D_
_x000D_

Ditengah-tengah transformasi ini, para penggemar menjadi peka terhadap fakta bahwa musik gratis yang mereka konsumsi diciptakan oleh artis yang harus mencukupi kebutuhan hidupnya dari karya musik yang mereka buat. Kekeliruan yang menjadi pola pikir fans adalah bahwa para artis dan musisi itu sudah kaya, pola pikir itu terbentuk misalnya berkat acara MTV Cribs yang menunjukan betapa kayanya para penyayi dan musisi.

_x000D_
_x000D_

Kenyataanya, hanya 1 % dari para artis dan musisi yang berhasil memenuhi kebutuhan dari karya musik mereka.

_x000D_
_x000D_

Namun, para penggemar musik gratis telah disadarkan untuk percaya bahwa kenikmatan musik gratis diperoleh dari label musik sementara para artis dan musisi kelaparan.

_x000D_
_x000D_

99% dari para artis dan musisi kurang dapat sarana promosi

_x000D_
_x000D_

Para penggemar musik dan artis serta musisi harus berada dalam suatu persetujuan berhubungan dengan bagaimana suatu karya musi itu dapat diuangkan dengan menggunakan praktek-praktek yang adil dan jujur sehingga tidak ada pijak yang dirugikan.

_x000D_
_x000D_

Industri musik begitu brutal, seperti seekor monster yang menerkam para artis dan memuntahkannya kembali.

_x000D_
_x000D_

Bagaimana jika artis dan musisi lelah dan berhenti berkarya? Apa yang akan terjadi? Pastinya kebangkrutan terjadi pada stasiun radio, label musik dan toko-toko musik.

_x000D_
_x000D_

Bayangkan saja, film favorit kita tidak ada musik yang mengiringi. Seperti yang dikatakan sebelumnya, ini adalah proposisi yang mengerikan.

_x000D_
_x000D_
_x000D_

Artikel Terbaru

Ketika Kuala Lumpur “Hilang”: Panggilan Keras kepada Jakarta!

INNNEWS - Pada 9 Oktober 2026, Kuala Lumpur seolah lenyap di balik kabut tebal....

Kabut Asap Lintas Batas dari Karhutla Indonesia Menyelimuti Malaysia dan Singapura, Sekolah di Johor Ditutup

INNNEWS — Kabut asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia kembali...

Menang Politik, Kalah Yuridis: Mengapa Langkah Denny Indrayana dkk Belum Berakhir?

INNNEWS - Putusan Mahkamah Konstitusi telah menutup jalur yuridis yang ditempuh Denny Indrayana dan...

Paguyuban Warga RW13 Solo Tolak Sterilisasi Lahan Parkir di Area Jalan Masjid Sheikh Zayed

INNNEWS – Paguyuban Warga RW13 Solo menggelar aksi penolakan sterilisasi lahan parkir di area...

artikel yang mirip

Ketika Kuala Lumpur “Hilang”: Panggilan Keras kepada Jakarta!

INNNEWS - Pada 9 Oktober 2026, Kuala Lumpur seolah lenyap di balik kabut tebal....

Kabut Asap Lintas Batas dari Karhutla Indonesia Menyelimuti Malaysia dan Singapura, Sekolah di Johor Ditutup

INNNEWS — Kabut asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia kembali...

Menang Politik, Kalah Yuridis: Mengapa Langkah Denny Indrayana dkk Belum Berakhir?

INNNEWS - Putusan Mahkamah Konstitusi telah menutup jalur yuridis yang ditempuh Denny Indrayana dan...