HomeUncategorizedAmerika Serikat Longgarkan Aturan Covid-19, Tak Anjurkan Tes Covid di Sekolah

Amerika Serikat Longgarkan Aturan Covid-19, Tak Anjurkan Tes Covid di Sekolah

Published on

spot_img

 594 total views

INN INDONESIA – KESEHATAN – Lembaga Centers for Disease Control and Prevention (CDC) di Amerika Serikat tidak akan merekomendasikan lagi karantina mandiri atau tes virus corona pada sekolah-sekolah atau pusat-pusat tempat penitipan anak (daycare) ketika di tempat itu ada kasus positif Covid-19.

Melansir Reuters, aturan baru CDC itu tertuang dalam aturan yang sudah diperbaharui pada Kamis, 11 Agutus 2022. CDC dalam keterangannya mengungkap tidak perlu lagi bagi mereka yang belum suntik vaksin virus corona untuk melakukan karantina mandiri saat menjadi close contact dengan kasus Covid-19.

Sebab sekitar 95 persen warga Amerika Serikat sudah imunisasi vaksin virus corona setidaknya dua dosis.

“Aturan ini menegaskan kalau pandemi Covid-19 masih belum berakhir, namun juga menolong kami bergerak ke sebuah titik, di mana Covid-19 tidak lagi mengganggu kehidupan sehari-hari kita,” demikian keterangan ilmuwan CDC.

Lewat aturan CDC yang sudah diperbaharui itu, maka orang-orang yang close contact dengan pasien Covid-19 harus menggunakan masker berkualitas tinggi selama 10 hari. Mereka juga harus menjalani tes virus corona pada hari kelima mereka setelah terpapar Covid-19 apapun status vaksin Covid-19 mereka.

“Sebelum infeksi Covid-19 dan yang sudah imunisasi vaksin virus corona, sama-sama telah memberikan perlindungan terhadap penyakit parah dan sangat masuk akal untuk tidak membeda-bedakan aturan atau rekomendasi kami berdasarkan status imunisasi vaksin Covid-19 mereka saat ini,” kata Massetti, dokter di CDC.

Aturan terbaru CDC juga menghapuskan perintah agar anak-anak tidak berkumpul demi mengurangi penularan Covid-19.

CDC mengatakan sekolah-sekolah dapat pula melakukan screening pada aktivitas – aktivitas yang berisiko menularkan Covid-19, contohnya olahraga yang membuat close contact atau suatu perayaan tahunan.

CDC memperbaharui aturan di tengah penyebaran subvarian Omicron BA.4.6 yang hingga kini sudah terdeteksi penyebarannya di 43 negara. Di Amerika Serikat, laporan CDC menyebut subvarian Omicron BA.4.6 telah menyumbang 4,1 persen kasus baru Covid-19 di negara itu per 30 Juli 2022.

 

 

Artikel Terbaru

22Mobil Damkar Dikerahkan Padamkan Kebakaran Apartemen di Tanjung Duren

INNNEWS – Kebakaran terjadi di sebuah apartemen di kawasan Tanjung Duren, Jakarta Barat, sehingga memicu...

Keraton Surakarta Sebut Perlu Dukungan untuk Melestarikan Kebudayaan Jawa

INNNEWS-Keraton Surakarta Hadiningrat menegaskan pentingnya dukungan dari berbagai pihak guna menjaga dan melestarikan kebudayaan...

Ratusan Siswa di Klaten Diduga Keracunan MBG, Sejumlah Korban Dirawat di Puskesmas Majegan

INNNEWS-Klaten – Ratusan siswa dan guru di Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, diduga...

Mimbar Agama Disuruh ‘Tenang’? Publik Curiga Ada Upaya Membungkam Suara Kritis!

INNEWS - Sebuah surat resmi dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur memicu...

artikel yang mirip

22Mobil Damkar Dikerahkan Padamkan Kebakaran Apartemen di Tanjung Duren

INNNEWS – Kebakaran terjadi di sebuah apartemen di kawasan Tanjung Duren, Jakarta Barat, sehingga memicu...

Keraton Surakarta Sebut Perlu Dukungan untuk Melestarikan Kebudayaan Jawa

INNNEWS-Keraton Surakarta Hadiningrat menegaskan pentingnya dukungan dari berbagai pihak guna menjaga dan melestarikan kebudayaan...

Ratusan Siswa di Klaten Diduga Keracunan MBG, Sejumlah Korban Dirawat di Puskesmas Majegan

INNNEWS-Klaten – Ratusan siswa dan guru di Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, diduga...