HomeUncategorizedAmerika Serikat Longgarkan Aturan Covid-19, Tak Anjurkan Tes Covid di Sekolah

Amerika Serikat Longgarkan Aturan Covid-19, Tak Anjurkan Tes Covid di Sekolah

Published on

spot_img

 663 total views

INN INDONESIA – KESEHATAN – Lembaga Centers for Disease Control and Prevention (CDC) di Amerika Serikat tidak akan merekomendasikan lagi karantina mandiri atau tes virus corona pada sekolah-sekolah atau pusat-pusat tempat penitipan anak (daycare) ketika di tempat itu ada kasus positif Covid-19.

Melansir Reuters, aturan baru CDC itu tertuang dalam aturan yang sudah diperbaharui pada Kamis, 11 Agutus 2022. CDC dalam keterangannya mengungkap tidak perlu lagi bagi mereka yang belum suntik vaksin virus corona untuk melakukan karantina mandiri saat menjadi close contact dengan kasus Covid-19.

Sebab sekitar 95 persen warga Amerika Serikat sudah imunisasi vaksin virus corona setidaknya dua dosis.

“Aturan ini menegaskan kalau pandemi Covid-19 masih belum berakhir, namun juga menolong kami bergerak ke sebuah titik, di mana Covid-19 tidak lagi mengganggu kehidupan sehari-hari kita,” demikian keterangan ilmuwan CDC.

Lewat aturan CDC yang sudah diperbaharui itu, maka orang-orang yang close contact dengan pasien Covid-19 harus menggunakan masker berkualitas tinggi selama 10 hari. Mereka juga harus menjalani tes virus corona pada hari kelima mereka setelah terpapar Covid-19 apapun status vaksin Covid-19 mereka.

“Sebelum infeksi Covid-19 dan yang sudah imunisasi vaksin virus corona, sama-sama telah memberikan perlindungan terhadap penyakit parah dan sangat masuk akal untuk tidak membeda-bedakan aturan atau rekomendasi kami berdasarkan status imunisasi vaksin Covid-19 mereka saat ini,” kata Massetti, dokter di CDC.

Aturan terbaru CDC juga menghapuskan perintah agar anak-anak tidak berkumpul demi mengurangi penularan Covid-19.

CDC mengatakan sekolah-sekolah dapat pula melakukan screening pada aktivitas – aktivitas yang berisiko menularkan Covid-19, contohnya olahraga yang membuat close contact atau suatu perayaan tahunan.

CDC memperbaharui aturan di tengah penyebaran subvarian Omicron BA.4.6 yang hingga kini sudah terdeteksi penyebarannya di 43 negara. Di Amerika Serikat, laporan CDC menyebut subvarian Omicron BA.4.6 telah menyumbang 4,1 persen kasus baru Covid-19 di negara itu per 30 Juli 2022.

 

 

Artikel Terbaru

Pemkot Solo Targetkan Penanganan 800 RTLH Sepanjang 2026

INNNEWS – Pemerintah Kota (Pemkot) Solo menargetkan penanganan 800 unit Rumah Tidak Layak Huni...

Disdik Solo: 60 SD Masuk Prioritas Revitalisasi Pemerintah Pusat

INNNEWS– Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Solo mengungkapkan bahwa sekitar 60 Sekolah Dasar (SD) di...

Orangutan Solo Safari Lepas, Berkeliaran di Jalan hingga Masuk Area Rumah Makan

INNNEWS – Seekor orangutan bernama Didi milik Solo Safari lepas dari exhibit-nya dan berkeliaran di...

Gempa M 7,7 Guncang Flores NTT, 70 Orang Meninggal Dunia dan Ribuan Rumah Rusak

INNNEWS – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur...

artikel yang mirip

Pemkot Solo Targetkan Penanganan 800 RTLH Sepanjang 2026

INNNEWS – Pemerintah Kota (Pemkot) Solo menargetkan penanganan 800 unit Rumah Tidak Layak Huni...

Disdik Solo: 60 SD Masuk Prioritas Revitalisasi Pemerintah Pusat

INNNEWS– Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Solo mengungkapkan bahwa sekitar 60 Sekolah Dasar (SD) di...

Orangutan Solo Safari Lepas, Berkeliaran di Jalan hingga Masuk Area Rumah Makan

INNNEWS – Seekor orangutan bernama Didi milik Solo Safari lepas dari exhibit-nya dan berkeliaran di...