124 total views
INNNEWS-Klaten – Ratusan siswa dan guru di Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, diduga mengalami keracunan makanan setelah mengonsumsi menu program Makan Bergizi Gratis (MBG). Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (29/4/2026) dan menyebabkan sejumlah pelajar harus mendapatkan penanganan medis di beberapa fasilitas kesehatan, termasuk Puskesmas Majegan.
Informasi mengenai kejadian ini ramai diperbincangkan di media sosial setelah muncul siaran langsung yang memperlihatkan kondisi di sekitar Puskesmas Majegan. Dalam tayangan tersebut disebutkan bahwa para siswa mulai berdatangan dengan keluhan mual, pusing, diare, hingga tubuh lemas setelah menyantap menu makan siang program MBG sehari sebelumnya.
Berdasarkan data sementara, sebanyak 219 orang yang terdiri dari siswa dan guru dari 17 sekolah penerima manfaat program MBG dilaporkan mengalami gejala serupa. Mayoritas korban menjalani rawat jalan, namun beberapa siswa harus dirawat lebih lanjut karena kondisinya cukup lemah dan memerlukan cairan infus.
Tenaga epidemiologi Puskesmas Majegan, Wahyu Handoyo, mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan pendataan serta penyelidikan terkait sumber dugaan keracunan tersebut. Menurutnya, gejala mulai dirasakan korban sejak Selasa malam setelah menu MBG dibagikan pada siang hari.
“Gejalanya mulai dirasakan sejak malam, lalu pagi harinya banyak yang datang ke klinik dan puskesmas,” ujarnya.
Beberapa orang tua siswa juga mengaku khawatir dengan kondisi anak mereka. Salah seorang wali murid SMPN 1 Tulung mengatakan anaknya mulai merasa mual dan tidak nafsu makan sejak pulang sekolah. Ada pula siswa yang menyebut menu yang disantap berupa sop galantin, tempe, dan telur puyuh.
Pemerintah Kabupaten Klaten langsung bergerak cepat menyikapi kejadian tersebut. Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, bersama jajaran Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan turun langsung meninjau kondisi korban di puskesmas dan rumah sakit. Pemerintah daerah juga telah mengambil sampel makanan untuk diuji di laboratorium guna memastikan penyebab pasti insiden tersebut.
Sementara itu, pihak penyelenggara MBG menyatakan siap melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proses pengolahan dan distribusi makanan. Mereka mengaku akan bekerja sama dengan dinas terkait selama proses investigasi berlangsung.
Kasus dugaan keracunan MBG di Klaten ini menjadi perhatian masyarakat karena sebelumnya sejumlah daerah lain juga sempat melaporkan kejadian serupa. Pemerintah diharapkan dapat memperketat pengawasan kualitas makanan agar program pemenuhan gizi bagi pelajar tetap berjalan aman dan tepat sasaran.


