33 total views
INNNEWS – Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati mulai menyerahkan jenazah korban kecelakaan kereta api di Bekasi Timur kepada pihak keluarga setelah proses identifikasi selesai dilakukan. Penyerahan jenazah berlangsung pada Selasa (28/4/2026) malam dengan suasana duka yang menyelimuti area rumah sakit.
Kecelakaan tragis tersebut terjadi pada Senin malam (27/4/2026) di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, melibatkan KRL CommuterLine dan KA Argo Bromo Anggrek. Insiden itu menyebabkan belasan orang meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka. Tim Disaster Victim Identification (DVI) RS Polri bergerak cepat melakukan proses identifikasi terhadap para korban yang dibawa dari lokasi kejadian.
Kabid Dokkes Polda Metro Jaya Kombes Martinus Ginting menyampaikan bahwa hingga Selasa malam, sebanyak 10 jenazah telah berhasil diidentifikasi dan diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. Proses identifikasi dilakukan menggunakan data sidik jari, rekam medis, serta pencocokan data antemortem yang diberikan keluarga korban.
Tangis keluarga pecah saat petugas membawa peti jenazah menuju ambulans. Sejumlah anggota keluarga tampak tidak kuasa menahan kesedihan ketika menerima jenazah kerabat mereka yang menjadi korban dalam kecelakaan tersebut. Beberapa keluarga bahkan telah menunggu sejak pagi di posko antemortem RS Polri untuk mendapatkan kepastian identitas korban.
Karumkit RS Polri Brigjen Prima Heru Yuliharyono sebelumnya menjelaskan bahwa pihak rumah sakit membuka posko identifikasi dan menerima laporan dari keluarga korban sejak Selasa pagi. Tim DVI bekerja secara intensif agar proses identifikasi dapat dilakukan secepat mungkin sehingga jenazah segera diserahkan kepada keluarga.
Sementara itu, pemerintah bersama PT KAI dan pihak terkait masih melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan. Dugaan awal menyebut insiden bermula dari gangguan perjalanan KRL setelah adanya kecelakaan lain di sekitar lintasan, sebelum akhirnya KA Argo Bromo Anggrek menabrak rangkaian KRL yang berhenti di Stasiun Bekasi Timur.
Selain proses identifikasi, pemerintah juga mulai menyalurkan santunan kepada keluarga korban meninggal dunia melalui Jasa Raharja. Setiap ahli waris korban disebut menerima santunan sebagai bentuk perlindungan dan kepedulian negara terhadap para korban musibah transportasi tersebut.
Hingga kini, suasana duka masih terasa di RS Polri maupun di lokasi kecelakaan. Masyarakat berharap investigasi dapat segera selesai agar penyebab pasti kecelakaan terungkap dan kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.


