793 total views
JAKARTA – Menolak keptusan kenaikan harga BBM oleh pemerintah, Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) walk out dari sidang paripurna DPR RI dengan agenda pengambilan keputusan soal RUU tentang Pertanggungjawaban atas Pelaksanaan APBN Tahun Anggaran 2021, Selasa (6/9/2022).
Sebelum meninggalkan ruang paripurna, seluruh anggota Fraksi PKS DPR RI tampak berdiri dengan mengangkat kertas bertuliskan penolakan terhadap kenaikan harga BBM, termasuk Presiden PKS Ahmad Syaikhu yang juga Anggota Komisi I DPR RI.
Dalam keterangan resminya, Syaikhu mengungkap sikap yang diambil Fraksi PKS sebagai bentuk protes keras terhadap keputusan pemerintah yang tetap menaikkan harga BBM.
Syaikhu menuturkan, PKS tidak ingin melihat rakyat semakin menderita akibat kenaikan harga BBM, ia mengatakan kenaikan harga BBM akan berdampak luas di seluruh Indonesia.
Baca juga: BREAKING NEWS: Pertalite Resmi Naik Harga! Mulai Berlaku Sore Ini
Sebelumnya, Wakil Ketua Fraksi PKS DPR RI, Mulyanto melakukan interupsi sebelum Menteri Keuangan menyampaikan paparan terkait Pertanggungjawaban atas Pelaksanaan APBN Tahun Anggaran 2021. Dalam interupsinya, Mulyanto menyampaikan suara PKS tegas menolak kenaikan BBM bersubsidi dan melakukan walkout.
“Izin interupsi pimpinan, kami menyatakan fraksi PKS menolak kenaikan harga BBM bersubsidi karena ini jelas-jelas memberatkan masyarakat. Kami mendukung demo masyarakat atas penolakan ini,” kata Mulyanto.
Setelah walk out dari Paripurna, sejumlah anggota dan pimpinan Fraksi PKS bergabung dengan demo mahasiswa yang menolak kenaikan harga BBM di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Selasa (6/9). Mereka antara lain Wakil Ketua Fraksi PKS Mulyanto, dan dua anggota fraksi; Nurhasan Zaidi dan Diah Nurwitasari.
“Kami baru saja melaksanakan sidang Paripurna, ulang tahun DPR. Hadir pihak pemerintah Ibu Sri Mulyani. Apa sikap PKS, kami baru saja menyatakan PKS menolak kenaikan BBM,” kata Mulyanto di atas mobil komando aksi yang diparkir di depan gerbang Kompleks DPR/MPR RI, Jakarta.
Sementara di hadapan mahasiswa, anggota Komisi VII DPR Nurhasan Zaidi menyatakan sikap Fraksi PKS secara tegas menolak keputusan pemerintah menaikkan harga BBM.
Sebagai mitra Pertamina di Komisi VII, dia menyatakan komisinya tak memiliki kesepakatan dengan pemerintah untuk menaikkan harga BBM bersubsidi.
“Tidak ada kesepakatan dalam Komisi VII untuk menaikkan BBM. Jelas,” kata Zaidi.
Dalam aksinya, mahasiswa dan organisasi HMI mengungkapkan sejumlah alasan menolak kenaikan harga BBM, terutama ekonomi masyarakat yang masih terpuruk akibat pandemi Covid-19.
Meski begitu, Fraksi PKS tak menemui massa aksi dari elemen buruh yang juga menggelar aksi demonstrasi menolak kenaikan harga BBM sebelum kedatangan para mahasiswa.


