HomeUncategorizedBadak Bercula Satu Jadi Maskot Piala Dunia U 20 2023, Dinamai Bacuya,...

Badak Bercula Satu Jadi Maskot Piala Dunia U 20 2023, Dinamai Bacuya, Ini Fakta-Faktanya

Published on

spot_img

 976 total views

INN NEWS – Indonesia akan menjadi tuan rumah Piala Dunia U 20 2023 mendatang. Sementara itu pada 18 September lalu, Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) telah meluncurkan maskot resmi untuk perhelatan bergengsi itu.

Maskot yang diperkenalkan adalah Seekor badak bercula satu dari Jawa yang dinamai Bacuya.

Bacuya sebagai maskot Piala Dunia U 20 2023 ini digambarkan dengan menggunakan jersey Tim Nasional Indonesia. Bacuya merepresentasikan energi dan antusiasme yang dialami penggemar dan pemain Indonesia.

Energi karakter badak jawa diharapkan dapat membawa keceriaan dan keseruan kepada para pemuda dan penggemar sepak bola.

Badak bercula satu termasuk salah satu hewan yang khas dari Indonesia, berikut ini berbagai macam fakta unik badak jawa melansir TribunKaltim.com.

  1. Dulu Tersebar di Wilayah yang Luas

Nama ilmiah badak jawa adalah Rhinoceros sondaicus dari bahasa Yunani “rhino”, yang berarti “hidung” dan “ceros” yang berarti “cula”.

Sondaicus diambil dari kata “Sunda”. Sebelumnya badak jawa tersebar di wilayah Asia Tenggara dari Sumatra hingga Jawa. Sayangnya, saat ini Badak Jawa tinggal tersisa di Ujung Kulon, Banten.

  1. Kulit dan Cula Badak

Kulit badak terdiri dari sel-sel keras untuk melindungi tubuhnya dari ancaman. Badak Jawa ini hanya memiliki satu cula.

Cula ini tersusun dari keratin zat yang sama dengan pembentuk kuku dan rambut. Sering kali, badak diburu untuk diambil culanya sebagai obat tradisional.

Padahal, menurut penelitian yang dilakukan di Ohio University, cula badak tidak memiliki khasiat apapun karena zat pembentuknya mirip dengan kuku dan rambut.

  1. Makhluk Herbivora

Badak jawa bobotnya sekitar 900-2.300 kilogram. Setiap hari, badak jawa makan 50 kilogram makanan, lo.

Sebagai herbivora, badak makan bermacam-macam tumbuhan. Contohnya tunas, ranting, daun-daun muda, dan buah.

  1. Tidak Memiliki Predator

Badak jawa secara alami ternyata tidak memiliki predator, kecuali para pemburu yang merupakan manusia.

Badak jawa hidupnya sangat soliter, jadi jika mereka mereka terganggu mereka dapat menyerang balik.

Badak jawa juga memiliki indera pendengaran dan penciuman yang tajam, namun indera penglihatannya hanya memiliki jarak pandang terbatas.

  1. Perkembangbiakannya Lambat

Badak jawa saat ini diperkirakan hanya tersisa 58 ekor. Badak jawa betina bisa melahirkan dalam jangka waktu 4-5 tahun setelah masa kehamilan.

Kehamilan bada jawa sendiri sekitar 15-16 bulan. Usia rata-rata badak antara 40-45 tahun, teman-teman.

Oleh karena perkembangbiakannya yang lambat, badak jawa ini jadi spesies yang paling terancam dari spesies badak lainnya.

Badak jawa sekarang dilindungi di habitatnya, yaitu di Taman Nasional Ujung Kulon, Banten.

  1. Dapat Berlari Kencang

Meskipun badak memiliki kaki pendek dan bertubuh berat, ternyata badak dapat belari kencang sekitar 50 km/jam, lo.

Kemampuan badak dalam berlari ini bisa dibilang lebih cepat daripada kerbau yang hanya bisa berlari 30 km/jam.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Artikel Terbaru

AI Forward Deployed Engineer: Profesi Baru yang Muncul di Era Kecerdasan Buatan

INNNEWS– Perkembangan kecerdasan buatan (AI) tidak hanya mengubah cara perusahaan bekerja, tetapi juga melahirkan...

Seminar Kebangsaan Rumah Belajar Pancasila Dorong Nilai Gotong Royong dan Toleransi di Masyarakat

INNNEWS – Rumah Belajar Pancasila menyelenggarakan Seminar Kebangsaan bertema “Membangun Masyarakat Keluarga Pancasila” di Pendopo...

Di Depan Macron, Prabowo Instruksikan Sekolah di RI Ajarkan Bahasa Prancis

INNNEWS-Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan rencana penguatan kerja sama pendidikan antara Indonesia dan...

Kisah Lansia Asal Surakarta Bertahan Hidup dengan Jual Bunga dan Bersihkan Makam

INNNEWS-Seorang lansia asal Surakarta, Jawa Tengah, menjadi perhatian warga setelah kisah perjuangannya bertahan hidup...

artikel yang mirip

AI Forward Deployed Engineer: Profesi Baru yang Muncul di Era Kecerdasan Buatan

INNNEWS– Perkembangan kecerdasan buatan (AI) tidak hanya mengubah cara perusahaan bekerja, tetapi juga melahirkan...

Seminar Kebangsaan Rumah Belajar Pancasila Dorong Nilai Gotong Royong dan Toleransi di Masyarakat

INNNEWS – Rumah Belajar Pancasila menyelenggarakan Seminar Kebangsaan bertema “Membangun Masyarakat Keluarga Pancasila” di Pendopo...

Di Depan Macron, Prabowo Instruksikan Sekolah di RI Ajarkan Bahasa Prancis

INNNEWS-Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan rencana penguatan kerja sama pendidikan antara Indonesia dan...