HomeUncategorizedBicara Soal Pemilu, Anies Baswedan Sebut Polarisasi Adalah Hal yang Wajar

Bicara Soal Pemilu, Anies Baswedan Sebut Polarisasi Adalah Hal yang Wajar

Published on

spot_img

 784 total views

INN NEWS – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menyebut proses Pemilu 2024 mendatang masih berpotensi munculnya polarisasi.

Anies berpendapat bahwa polarisasi sudah jadi hal biasa dan masyarakat tidak perlu khawatir.

Polarisasi menjadi rangkaian proses menjelang Pemilihan Umum di Indonesia dan kerap terjadi hingga menjadi satu hal biasa.

Anies juga menambahkan polarisasi menjadi hal alami di setiap kontestasi politik tidak hanya di Indonesia saja.

Polarisasi menjadi bentuk kondisi perbedaan dukungan masyarakat dengan melihat isu politik ataupun lainnya.

Nantinya polarisasi tersebut akan membuat perubahan sosiokultural dalam masyarakat.

“Kita kadang-kadang khawatir jangan sampai pemilu ini terjadi polarisasi, polarisasi itu sesuatu yang wajar. Seperti balon ada bendulnya lalu kembali lagi. Nah, saya ingin sampaikan ada polarisasi, ada konflik, firksi, ada pecah itu ada stagenya,” kata Anies pada saat acara Indonesia Millennial and Gen Z Summit 2022, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat 30 September 2022.

Baca juga: Anies Disebut Gagal Benahi Transportasi Jakarta, Firaun Juga Bisa

Gubernur DKI Jakarta tersebut juga menyebutkan tingkat polarisasi di masyarakat masih dianggap sebagai pemicu perpecahan.

Namun, Anies memiliki pandangan berbeda bahwa perbedaan tersebut sudah jadi hal wajar baik seperti kutub utara dan selatan.

Tidak hanya itu, Anies menambahkan gambaran polarisasi dalam pertandingan bola.

Anies menambahkan warga yang mendukung satu tim memiliki pandangan kritis terhadap klub lainnya.

“Pada ujungnya selesai pertandingan, semua baju merah ataupun biru menghilang, ini yang dikatakan mengenai persatuan di pertandingan bola,” kata Anies.

Disamping itu, Anies masih meminta kepada masyarakat Indonesia terutama di usia dewasa perlu mempelajari kontestasi politik di tahun 2024 mendatang.

Warga yang melihat rekam jejak calon pemimpinnya harus benar-benar tepat sebelum akhirnya memilih.

“Karena di dalam masa kampanye masing-masing pihak akan menonjolkan kekuatannya. Selain itu ada label negatif ke lawan, itu semuanya bisa terjadi,” tambah Anies.

Beberapa poin seperti kemenangan tokoh politik di kontestasi Pilihan Presiden 2024 mendatang masih fokus pada aspek program dan mengecilkan pada sektor emosi.

Pemilihan Presiden 2024 masih belum bisa digambarkan bagaimana pertarungan antar calon Presiden dan Wakil Presiden.

Masing-masing partai masih menjajaki seperti apa kerja sama di setiap bidang hingga dapat kemenangan di Pilpres 2024.

Artikel Terbaru

Piala Dunia 2026 Pecahkan Rekor Gila: 6,25 Juta Penonton di Stadion & 5 Miliar Orang Saksikan di Layar!

INNNEWS – Piala Dunia FIFA 2026 bukan sekadar turnamen sepak bola biasa. Ajang yang digelar...

Konflik AS-Iran Memanas Lagi: Iran Tutup Selat Hormuz, AS Balas Serangan, Harga Minyak Melonjak

INNNEWS – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memuncak pada 13 Juli 2026. Iran...

Polri Usut Korupsi Batu Bara Rp5 T yang Melibatkan Jampidsus

INNNEWS — Kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) kembali menyeret nama...

Konflik Iran-AS Memanas Kembali

INNNEWS — Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas setelah Amerika Serikat melancarkan...

artikel yang mirip

Piala Dunia 2026 Pecahkan Rekor Gila: 6,25 Juta Penonton di Stadion & 5 Miliar Orang Saksikan di Layar!

INNNEWS – Piala Dunia FIFA 2026 bukan sekadar turnamen sepak bola biasa. Ajang yang digelar...

Konflik AS-Iran Memanas Lagi: Iran Tutup Selat Hormuz, AS Balas Serangan, Harga Minyak Melonjak

INNNEWS – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memuncak pada 13 Juli 2026. Iran...

Polri Usut Korupsi Batu Bara Rp5 T yang Melibatkan Jampidsus

INNNEWS — Kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) kembali menyeret nama...