605 total views
INN NEWS – DI depan sejumlah tokoh politik tanah air, termasuk Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengingatkan tidak boleh lagi ada politik identitas di Pemilu 2024.
Peringatan itu disampaikan Kapolri dalam acara peresmian Kantor Majelis Pimpinan Nasional (MPN) Pemuda Pancasila (PP) di Jalan Teuku Cik Ditiro, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu, 1 Oktober 2022.
“Jadi ini kesempatan saya bisa untuk mengingatkan mohon maaf ada Pak Anies, ada rekan-rekan yang sebentar lagi masuk di dalam tahun politik,” kata Listyo.
Kapolri mengatakan, berkaca pada pemilu 2019, pada saat itu semua pihak larut dalam kondisi pemenangan calonnya masing-masing termasuk menggunakan cara-cara tidak baik seperti politik identitas.
“Kemudian kita menggunakan cara-cara yang, kita rasakan ini sampai saat ini, menjadi salah satu sumber perpecahan. Memanfaatkan politik-politik identitas,” jelas Kapolri.
Kapolri mengingatkan, cara-cara serupa tak boleh terulang di kontestasi politik 2024 mendatang.
“Terlebih isu polarisasi yang dapat menimbulkan perpecahan bangsa. Listyo ingin calon presiden (capres) 2024 nanti untuk menjaga persatuan dan kesatuan,” ucapnya.
“Saya mengingatkan bahwa yang namanya persatuan dan kesatuan adalah sila ketiga dari Pancasila ketika kita bicara politik bangsa maka politik yang harus kita sampaikan kepada masyarakat adalah politik dan ideologi pancasila jadi itu saya pesankan,” lanjutnya.
Kapolri mengungkapkan, kesempatan bertemu ini menjadi momen baginya untuk mengingatkan para tokoh politik jelang ajang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.
Dalam kesempatan itu hadir Ketua Umum Partai Perindo Harry Tanoesoedibjo, Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Bambang Soesatyo (Bamsoet), Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Zainudin Amali, dan Menteri Pertanian (Mentan) RI Syahrul Yasin Limpo.


