34 total views
INNNEWS– Jumlah korban tewas akibat banjir bandang yang melanda Nepal dan wilayah Tibet di China terus bertambah hingga mendekati 800 jiwa. Ribuan orang masih dinyatakan hilang hingga Senin (31/8/2026), sementara upaya pencarian dan penyelamatan masih berlangsung di tengah ancaman banjir susulan.
Otoritas Nepal melaporkan angka kematian di negara itu telah mencapai lebih dari 750 orang, dengan ribuan warga masih belum ditemukan. Di sisi China, khususnya di wilayah Tibet yang berbatasan, korban tewas juga terus bertambah. Total korban di kedua wilayah tersebut hampir mencapai 800 jiwa, sementara lebih dari 3.000 orang masih dalam status hilang.
Banjir bandang yang dipicu hujan deras dan longsor terjadi beberapa hari lalu, menimbun rumah, bangunan, serta infrastruktur di sejumlah distrik. Ribuan warga terpaksa mengungsi. Tim penyelamat masih bekerja keras mengevakuasi korban yang terjebak, termasuk ratusan pekerja yang sempat terperangkap di terowongan.
Salah satu kisah heroik yang muncul adalah aksi seorang kepala sekolah di Nepal yang berhasil menyelamatkan sekitar 900 siswa hanya 10 menit sebelum banjir bandang menerjang. Tindakan cepat tersebut mencegah korban jiwa yang lebih besar di kalangan pelajar.
Pemerintah Nepal telah mengeluarkan peringatan banjir susulan dan meminta warga di wilayah rawan untuk tetap waspada. Bantuan internasional, termasuk dari Uni Emirat Arab yang mengirim 83 ton bantuan, terus berdatangan untuk mendukung upaya kemanusiaan.
Bencana ini menjadi salah satu bencana alam paling mematikan di kawasan Himalaya dalam beberapa tahun terakhir. Otoritas setempat masih fokus pada pencarian korban hilang sekaligus pemulihan infrastruktur yang rusak.


