HomeGlobalAS Serang Pulau Larak, Iran Balas Hantam Pangkalan AS di Yordania

AS Serang Pulau Larak, Iran Balas Hantam Pangkalan AS di Yordania

Published on

spot_img

 178 total views

INNNEWS– Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan terhadap peluncur roket Iran di Pulau Larak, Selat Hormuz, pada Minggu (30/8/2026). Iran segera membalas dengan menyerang pangkalan militer AS di Yordania dan menargetkan kapal di Selat Hormuz.

Menurut pernyataan Pusat Komando Pusat AS (CENTCOM), serangan tersebut ditujukan untuk mencegah Iran menempatkan lebih banyak ranjau laut di Selat Hormuz. Serangan ini menjadi aksi militer langsung pertama AS terhadap Iran sejak Juli 2026. Pihak Iran melaporkan bahwa serangan di Pulau Larak menewaskan sejumlah anggota Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

Sebagai balasan, pasukan Iran meluncurkan serangan rudal balistik ke dua pangkalan udara militer AS di Yordania. Yordania mengklaim berhasil menembak jatuh delapan rudal yang diluncurkan ke wilayahnya. Iran juga menargetkan kapal-kapal di kawasan Selat Hormuz.

Insiden ini memicu kekhawatiran akan eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan. Harga minyak dunia sempat terpengaruh akibat ketegangan di jalur perdagangan energi penting tersebut.

Pemimpin tertinggi Iran menyerukan persatuan negara-negara Muslim untuk menghadapi “musuh bersama”. Sementara itu, para pengamat internasional mengingatkan agar semua pihak menahan diri agar situasi tidak memburuk menjadi konfrontasi terbuka yang lebih besar.

Hingga Senin (31/8/2026), situasi di kawasan masih dalam pantauan ketat. Masyarakat internasional, termasuk Indonesia, menyerukan de-eskalasi dan dialog untuk mencegah konflik lebih lanjut.

Artikel Terbaru

“Skandal BYAN”: Haji Isam, Bank Mandiri, dan Pertanyaan Besar di Balik Transaksi Rp26 Triliun

INNNEWS - Morgan Stanley Capital International (MSCI), penyedia indeks pasar saham global yang menjadi...

RUMAH BELAJAR PANCASILA SAPARUA DIBUKA: GERAKAN GOTONG ROYONG RAKYAT, ANTITESA PROYEK PENDIDIKAN APBN MILIARAN YANG BERUJUNG MASALAH

INNNEWS — Di tengah maraknya proyek pendidikan berbiaya miliar hingga triliunan rupiah yang dibiayai...

MSCI ANCAM UBAH STATUS PASAR SAHAM INDONESIA: DARI EMERGING MARKET KE STANDALONE MARKET

INNNEWS — Indonesia menghadapi ujian serius terhadap kredibilitas pasar modal setelah Morgan Stanley Capital International...

KELANGKAAN PERTALITE MELUAS, ANTREAN PANJANG TERJADI DI BALI HINGGA MALANG

INNNEWS – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite kembali melanda sejumlah daerah di Indonesia....

artikel yang mirip

“Skandal BYAN”: Haji Isam, Bank Mandiri, dan Pertanyaan Besar di Balik Transaksi Rp26 Triliun

INNNEWS - Morgan Stanley Capital International (MSCI), penyedia indeks pasar saham global yang menjadi...

RUMAH BELAJAR PANCASILA SAPARUA DIBUKA: GERAKAN GOTONG ROYONG RAKYAT, ANTITESA PROYEK PENDIDIKAN APBN MILIARAN YANG BERUJUNG MASALAH

INNNEWS — Di tengah maraknya proyek pendidikan berbiaya miliar hingga triliunan rupiah yang dibiayai...

MSCI ANCAM UBAH STATUS PASAR SAHAM INDONESIA: DARI EMERGING MARKET KE STANDALONE MARKET

INNNEWS — Indonesia menghadapi ujian serius terhadap kredibilitas pasar modal setelah Morgan Stanley Capital International...