4,158 total views
ACEH – Lagu Saleum adalah lagu penyambutan bagi tamu yang masuk ke Aceh, bermakna doa keselamatan, keramahan, juga kesopanan penduduk Aceh terhadap siapapun yang datang ke tanahnya.
Lagu Saleum menjadi salah satu hasil budaya Islam yang masuk ke tanah Aceh. Latar belakang sejarah lagu Saleum dipercaya sebagai media dakwah pada masa Kerajaan Samudera Pasai.
Lirik dan Arti Lagu Saleum (Salam)
Salamu’alaikom warahmatullah
Jaroe dua blah ateuh jeumala
(Kedua belah tangan menangkup bejana)
Jaroe lon siploh di ateuh ule
(Sepuluh tanganku ini di atas kepala)
Meuah lon lake bak kawom dumna
(Mohon maaf kuhaturkan kepada semuanya)
Jaroe lon siploh di ateuh ubon
(Sepuluh tanganku ini di atas kepala)
Salamu’alaikom lon tegur sapa
(Salam alaikum, ku tegur sapa)
Jaroe lon siploh beu ot sikureng
(Jari tanganku yang sepuluh kuangkat sembilan)
Syarat ulon khen tanda mulia
(Sebagai syarat, tanda mulia)
Jaroe sikureng lon beu ot lapan
(Jari sembilan kuangkat delapan)
Geunan to timphan ngon aso kaya
(Ganti timphan dengan isi srikaya)
Jaroe lon lapan lon beuot tujoh
(Jariku delapan kuangkat tujuh)
Ranup lam bungkoh lon jok keu gata
(Sirih dalam bungkus kuserahkan kepada Tuan)
Makna dari Saleum dalam bahasa Indonesia berarti Salam, kemudian makna Saleum dari sisi pandangan Islam adalah salam di liriknya Salamu’alaikum Warohmatullahi.
Hingga sekarang lantunan lagu Saleum kerap digunakan untuk lagu sambutan bagi tamu yang datang ke Aceh.
(Sumber: Dindin Achmad Nazmudin dengan tesis Analisis Fungsi Sosial Budaya dan Struktur Musik Kesenian Rapai Geleng di Kota Banda Aceh)


