HomeUncategorizedSoal Aksi 411 hingga Rencana Reuni 212, PBNU: Setop Politik Identitas!

Soal Aksi 411 hingga Rencana Reuni 212, PBNU: Setop Politik Identitas!

Published on

spot_img

 562 total views

INN NEWS – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengimbau agar seluruh pihak berhenti memperalat agama demi kepentingan politik yang akan memecah bela bangsa.

Pernyataan itu disampaikan guna menyikapi Aksi 411 di Patung Kuda dari organisasi masyarakat (ormas) Islam yang mengatasnamakan Gerakan Nasional Pembela Rakyat (GNPR), Jakarta Pusat, Jumat, 4 November 2022.

Tidak hanya itu, imbauan itu juga untuk menanggapi rencana reuni 212 yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat.

Wasekjen PBNU Rahmat Hidayat Pulungan mengatakan memperalat agama demi kepentingan politik sesaat tidak ada manfaatnya, yang ada hanya kerugian yang terjadi pada bangsa.

“Untuk semua pihak yang terlibat langsung maupun tidak langsung kita minta untuk menghentikan semua gerakan yang memecah belah kesatuan bangsa. Kedepankan politik gagasan, setop politik identitas,” kata Wasekjen PBNU Rahmat Hidayat Pulungan dalam keterangannya, seperti dimuat detik.com, Sabtu 5 November 2022.

Menurutnya, politik identitas adalah aksi pembodohan kepada masyarakat. Merawat dendam hanya membuat bangsa ini kehilangan energi positifnya. “Kita perlu persatuan, kebersamaan akan membuat kita kuat sebagai bangsa,” katanya.

Rahmat mengatakan bangsa yang besar akan mewarisi nilai-nilai kebaikan untuk generasi mudanya, bukan menanamkan energi negatif. Politik identitas adalah kejahatan politik yang pada akhirnya menjadi kejahatan kemanusiaan.

“Kita sebagai umat Islam harus ingat kaidah usul fiqih yang selalu digunakan para ulama terdahulu kita yang telah bersusah payah membangun Republik ini. Dar’ul mafasid, muqoddamun ala jalbi al masalih: bahwa ‘Mencegah kerusakan lebih utama daripada mendatangkan kemaslahatan’,” ujarnya.

Rahmat meminta semua pihak untuk dewasa dalam menyikapi dinamika sosial yang terjadi. “Politik identitas fakta sejarahnya hanya memecah belah bangsa dan rakyat, maka mencegahnya adalah keharusan bagi kita semua,” tuturnya.

Artikel Terbaru

Singapore AI Gratis, Indonesia Makan Gratis: Dua Pendekatan Berbeda untuk Masa Depan Negara

INNNEWS -Di awal 2026, Singapura dan Indonesia mengumumkan program besar dengan prioritas yang sangat...

Jumat Pagi, Banjir Satu Meter Lebih Rendam Kebon Pala Jaktim

Banjir kembali melanda kawasan Kebon Pala, wilayah Jakarta Timur, pada Jumat pagi. Ketinggian air...

Ramai, Kasus Pelecehan Seksual Bermunculan di Kampus

INNNEWS-Gelombang laporan dugaan pelecehan seksual di lingkungan kampus kembali mencuat dan menjadi sorotan publik....

3 Terdakwa Korupsi Chromebook Dituntut 6–15 Tahun Penjara, Konsultan Teknologi Kemendikbudristek Terberat

INNNEWS – Tiga terdakwa dalam kasus dugaan korupsi pengadaan perangkat Chromebook di lingkungan Kementerian Pendidikan,...

artikel yang mirip

Singapore AI Gratis, Indonesia Makan Gratis: Dua Pendekatan Berbeda untuk Masa Depan Negara

INNNEWS -Di awal 2026, Singapura dan Indonesia mengumumkan program besar dengan prioritas yang sangat...

Jumat Pagi, Banjir Satu Meter Lebih Rendam Kebon Pala Jaktim

Banjir kembali melanda kawasan Kebon Pala, wilayah Jakarta Timur, pada Jumat pagi. Ketinggian air...

Ramai, Kasus Pelecehan Seksual Bermunculan di Kampus

INNNEWS-Gelombang laporan dugaan pelecehan seksual di lingkungan kampus kembali mencuat dan menjadi sorotan publik....