HomeUncategorizedRamai Parkir Liar di DKI, Legislator Bandingkan Era Ahok-Anies, Era Anies Tidak...

Ramai Parkir Liar di DKI, Legislator Bandingkan Era Ahok-Anies, Era Anies Tidak Terurus!

Published on

spot_img

 632 total views

JAKARTA – Anggota DPRD DKI Gilbert Simanjutak menilai parkir liar yang diduga menghasilkan miliar rupiah per tahun di Jakarta Pusat (Jakpus) sudah terjadi bertahun-tahun.

Menurutnya anggota DPRD Fraksi PDIP itu, parkir liar tersebut telah membuat tata kota menjadi kumuh.

Dia mengatakan, fenomena tersebut telah menjadi pembuatan selama bertahun-tahun.

“Ini pembiaran bertahun-tahun. Ini wilayahnya wali kota pusat, mereka yang harusnya bertanggung. Itu juga pusat kota, jadi kumuh,” kata Gilbert baru-baru ini, mengutip Detik.

Dia meminta Pemprov DKI Jakarta agar bertindak tegas soal parkir liar itu.

Gilbert menduga ada oknum petugas yang terlibat di lapangan. “Saya kurang jelas siapa yang bertanggungjawab. Tapi itu pembiaran bertahun-tahun. Karena itu menurut wilayah adalah wali kota pusat, lokasi di jalan apakah wewenang Dishub atau Satpol PP. Ya (tindak tegas),” katanya.

“Saya yakin oknum petugas juga terlibat di lapangan,” imbuhnya lagi.

“Sudah sejak dulu parkir itu kurang dikelola. Entah dengan tujuan apa,” imbuhnya.

Gilbert pun menyinggung mesin parkir elektronik yang dibuat oleh eks Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Menurutnya parkir dengan pembayaran uang elektronik itu tidak lagi dikelola pada era eks Gubernur Anies Baswedan.

Baca juga: PJ Gubernur DKI Bakal Tuntaskan Program Rumah DP 0 Rupiah “Abal-Abal” Anies

“Semua parkir liar ditertibkan. Dulu ada parkir di jalan yang pake mesin di Jl Sabang dan Blok M era Ahok. Era Anies malah tidak diurus. Sebaiknya (diteruskan program parkir elektronik), untuk tambahan pendapatan asli daerah,” katanya.

Sementara itu, Ketua Forum Warga Kota Jakarta (Fakta) Azas Tigor sebelumnya juga telah menyoroti praktik parkir liar di Jakarta.

Dia memperkirakan parkir liar di Jakarta dapat meraup untung hingga ratusan miliar rupiah setiap tahunnya.

Tigor mencontohkan biaya parkir liar di sekitar Grand Indonesia, Jakarta Pusat, mencapai Rp 10 ribu per sepeda motor. Apabila setiap hari ada 5.000 sepeda motor, juru parkir (jukir) dapat meraup untung hingga Rp 50 juta per hari, Rp 1,5 miliar sebulan dan Rp 18 miliar dalam kurun waktu setahun.

“Kalau kita lihat semua kawasan parkir liar di sekitar Grand Indonesia itu banyak sekali dan diisi ribuan sepeda motor. Bisa dibayangkan betapa besarnya pendapatan parkir liar di kawasan sekitar Grand Indonesia. Misalnya saja ada sekitar 5.000 sepeda motor setiap hari yang parkir di sana, pendapatannya ada Rp 50 juta sehari, Rp 1,5 miliar sebulan, dan Rp 18 miliar dalam setahun,” kata Azas dalam keterangan tertulisnya belum lama ini.

 

 

Artikel Terbaru

Mahasiswa Trisakti Terus Berdemo di Depan DPR hingga Menjelang Petang, Gaungkan Tritura Kembali

INNNEWS – Ratusan mahasiswa Universitas Trisakti bersama elemen lain seperti Universitas Esa Unggul terus menggelar...

Krisis Listrik dan Inkonsistensi Komunikasi Pemerintah

INNNEWS - Pemadaman listrik bergilir di sejumlah daerah kembali menjadi momok bagi masyarakat Indonesia....

Trump dan Presiden Iran Resmi Teken Kesepakatan Damai: Babak Baru Perdamaian Timur Tengah

INNNEWS – Hubungan antara Amerika Serikat dan Iran memasuki fase baru yang signifikan. Presiden AS...

Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Tolak MBG di Depan Demonstran Mahasiswa

INNNEWS – Dalam aksi demonstrasi yang berlangsung panas pada Senin (15 Juni 2026), Ketua...

artikel yang mirip

Mahasiswa Trisakti Terus Berdemo di Depan DPR hingga Menjelang Petang, Gaungkan Tritura Kembali

INNNEWS – Ratusan mahasiswa Universitas Trisakti bersama elemen lain seperti Universitas Esa Unggul terus menggelar...

Krisis Listrik dan Inkonsistensi Komunikasi Pemerintah

INNNEWS - Pemadaman listrik bergilir di sejumlah daerah kembali menjadi momok bagi masyarakat Indonesia....

Trump dan Presiden Iran Resmi Teken Kesepakatan Damai: Babak Baru Perdamaian Timur Tengah

INNNEWS – Hubungan antara Amerika Serikat dan Iran memasuki fase baru yang signifikan. Presiden AS...