HomeTrendingUnggul Tipis Rambo Vs Sambo di Pilgub Jateng, Ada yang Jadi Favorit...

Unggul Tipis Rambo Vs Sambo di Pilgub Jateng, Ada yang Jadi Favorit GenZ

Published on

spot_img

 1,211 total views

SOLO – Pilgub Jawa Tengah (Jateng) menarik perhatian publik tanah air. Pertarungan antara eks Panglima TNI Andika Perkasa dengan eks Kapolda Jateng Ahmad Lutfi semakin memanas dan kerap disebut perang bintang.

Bahkan warganet di media sosial ramai menyebutnya pertarungan antara Rambo (tentara) dan Sambo (polisi) sebagai julukan keduanya.

Terbaru, lembaga survei yakni Litbang Kompas mengeluarkan hasil survei yang hasilnya ektabilitas Pasangan calon Gubernur Jawa Tengah nomor urut 01 Andika Perkasa-Hendrar Prihadi (Hendi) unggul tipis dari pesaingnya, Ahmad Luthfi-Taj Yasin.

Artinya Rambo hanya unggul tipis dari rivalnya Sambo, meski undecided voters masih cukup tinggi.

Survei yang dilakukan sepanjang 15-20 Oktober 2024, itu mengungkapkan, Andika-Hendi meraih elektabilitas sebesar 28,8 persen atau unggul 0,7 persen dari pasangan Luthfi-Yasin yang mencatatkan elektabilitas sebesar 28,1 persen.

Namun, masih ada 43,1 persen (undecider voters) yang tidak tahu atau belum menentukan pilihan, seperti diungkapkan Peneliti Litbang Kompas, Vincentius Gitiyarko, Senin (4/11).

“Kedua kandidat dirasa sama-sama kuat dan sama-sama menarik, sehingga masyarakat cenderung menunggu proses politik berjalan ke depan. Mungkin saja undecided voters yang sebesar 43,1 persen ini sebenarnya sudah punya pilihan tapi belum bisa memastikan,” ujar Vincentius.

Andika-Hendi unggul di antara pemilih muda seperti Gen Z (kurang dari 28 tahun) dengan 36,2 persen, sementara Luthfi 25,5 persen. Andika juga unggul Gen Y Muda (28-35 tahun) 30,7 persen dan Luthfi 28,6 persen.

Kemudian, di kelompok umur Gen Y Madya (36-43 tahun) Andika-Hendi meraih 29 persen dan Luthfi meraih 26,6 persen.

Kemudian di kelompok pemilih tua, Ahmad Luthfi unggul di kelompok Gen X (44-57 tahun) dengan 32,7 persen sementara Andika-Hendi hanya 22,8 persen.

Kedua paslon meraih elektabilitas yang sama di generasi Baby Boomers (58-76 tahun) dengan 22,7 persen.

“Andika-Hendi terindikasi lebih banyak berkampanye lewat media-media yang dekat dengan anak-anak muda. Sementara Ahmad Luthfi di lapangan menggunakan strategi kampanye tradisional dengan masif, seperti memasang baliho, spanduk. dan seterusnya,” jelas dia.

Sementara berdasarkan status ekonomi sosial kelompok masyarakat kelas atas cenderung memilih Andika-Hendi. Sedangkan, kelompok masyarakat bawah cenderung memilih Luthfi-Yasin.

Andika-Hendi juga cenderung dipilih masyarakat dengan mayoritas pendidikan tinggi dan Luthfi-Taj Yasin cenderung di pendidikan rendah.

Informasi penting disajikan secara kronologis

“Ada indikasi pemilih dengan pendidikan menengah lebih cocok materi sosialisasi yang disampaikan oleh paslon nomor 1, baik itu dalam gaya artikulasinya, maupun penyampaiannya dalam debat,” kata Vicentius.

Survei ini sendiri melibatkan 1.000 responden yang dipilih secara acak menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat di provinsi Jawa Tengah. Tingkat kepercayaan 95 persen dengan margin of error lebih kurang 3,1 persen. Survei dibiayai sepenuhnya oleh Harian Kompas.

Artikel Terbaru

KPK Tetapkan Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi penyelenggaraan ibadah haji tahun 2023-2024. Penetapan ini dikonfirmasi oleh pejabat KPK pada Jumat, 9 Januari 2026.

Pelatihan Mencegah Bullying Sejak Dini di SD Kanisius Yogyakarta

    JUDUL PELATIHAN Pelatihan Mencegah Bullying Sejak Dini di SD Kanisius Yogyakarta   RINGKASAN Pelatihan pencegahan bullying sejak dini...

VENEZUELA: SUATU PERINGATAN : Ketika Negara Dipersonalisasi, Kekuasaan Dipusatkan, dan Institusi Dilumpuhkan

Dalam epilog buku saya Indonesian Dream: Revitalisasi & Realisasi Pancasila sebagai Cita-Cita Bangsa (Kompas, 2018), saya membuka dengan kisah Venezuela. Judulnya singkat: “Indonesia 2030.” Venezuela saya jadikan cermin—sekaligus peringatan.

Pelajaran Mahal dari Venezuela: Otoritarianisme ala Maduro

INNNEWS-Apa yang terjadi di Venezuela pada awal 2026 bukanlah peristiwa yang jatuh dari langit....

artikel yang mirip

KPK Tetapkan Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi penyelenggaraan ibadah haji tahun 2023-2024. Penetapan ini dikonfirmasi oleh pejabat KPK pada Jumat, 9 Januari 2026.

Pelatihan Mencegah Bullying Sejak Dini di SD Kanisius Yogyakarta

    JUDUL PELATIHAN Pelatihan Mencegah Bullying Sejak Dini di SD Kanisius Yogyakarta   RINGKASAN Pelatihan pencegahan bullying sejak dini...

VENEZUELA: SUATU PERINGATAN : Ketika Negara Dipersonalisasi, Kekuasaan Dipusatkan, dan Institusi Dilumpuhkan

Dalam epilog buku saya Indonesian Dream: Revitalisasi & Realisasi Pancasila sebagai Cita-Cita Bangsa (Kompas, 2018), saya membuka dengan kisah Venezuela. Judulnya singkat: “Indonesia 2030.” Venezuela saya jadikan cermin—sekaligus peringatan.