HomeTrendingBagi Bansos: Tugas Wapres atau Mensos?

Bagi Bansos: Tugas Wapres atau Mensos?

Published on

spot_img

 1,195 total views

INN NEWS – Baru-baru ini heboh soal pro-kontra penyaluran bantuan sosial alias Bansos yang disalurkan langsung Wapres Gibran Rakabuming Raka kepada masyarakat korban banjir di Jakarta Timur baru-baru ini.

Bansos itu dikemas ke dalam sebuah tas berwarna biru dan bertuliskan ‘Bantuan Wapres Gibran’. Dalam foto yang ramai beredar di media sosial, tampak gambar Istana Wapres terpampang di bagian tengah tas.

Pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno mengkritisi tindakan eks Wali Kota Solo itu.

Menurutnya seperti diberitakan Tempo, urusan penyaluran bansos bukanlah tugas seorang wapres, melainkan menteri sosial (Mensos).

“Urusan bansos mestinya jadi urusan mensos, bukan urusan wapres,” kata Adi.

Tugas wapres harusnya jauh lebih besar daripada hanya menyalurkan bansos, kata Adi.

Seperti mendatangi investor ke Indonesia atau mengurusi kelanjutan Ibu Kota Negara (IKN).

“Wapres harus mengerjakan sesuatu yang besar. Mempercepat aparatur negara pindah IKN yang merupakan warisan Jokowi, mendatangkan investor, bicara di forum-forum besar dengan gagasan besar, dan lain-lain,” ujarnya.

Dia khawatir hal tersebut akan dilakukan berulang-ulang dan seolah mengambil alih tugas menteri sosial (mensos).

“Urusan teknis macan bansos itu urusan menteri. Agak lucu urusan teknis jadi urusan wapres juga. Kalau cuma sesekali wapres ngasih bansos, tak soal. Kalau terus-terusan begitu, mensos bisa banyak nganggur nanti,” kata Adi.

Pengamat politik Rocky Gerung juga menyampaikan kritik atas tindakan Gibran itu. Dia mengatakan, negara memang bertugas untuk membantu rakyat yang mengalami musibah.

Namun yang jadi sorotan dalam hal ini, Gibran memberikan bansos dengan tas berwarna biru bertuliskan ‘Bantuan Wapres Gibran’. Menurut Rocky, timbul tanda tanya mengapa pemberian bansos kepada korban banjir disertai dengan tulisan seperti itu.

“Nah, itu konyol. Itu sumbangan dari pajak rakyat melalui negara untuk mereka yang kena musibah, itu bukan sumbangan dari Wapres yang namanya Gibran,” kata Rocky dalam video akun YouTube-nya Rocky Gerung Official pada Jumat, 29 November 2024.

Jika hendak memberikan bantuan kepada masyarakat yang terkena musibah, kata Gibran, tak perlu diberikan embel-embel nama Gibran. Lebih baik, bantuan itu disebut sebagai bantuan negara saja dan gak perlu diberi simbol-simbol.

“Jadi, terlihat bahwa ada upaya untuk mengulangi model yang sangat konyol, yaitu pamer goodie bag. Orang kena musibah, yaudah dia nggak perlu (tahu) dari siapapun, apalagi kalau diembel-embeli oleh nama Wapres Gibran,” kata Gibran.

Dia tak heran jika banyak masyarakat yang merasa ini janggal dan bertanya-tanya. Seolah-olah, kata Rocky, Gibran ingin memberitahu bahwa dia hadir di tengah masyarakat yang terkena musibah banjir.

Sama seperti Adi, Rocky juga menyinggung perihal penyaluran bansos yang bukan tugas Gibran. “Tugas Gibran bukan di situ, tugas Gibran adalah memantau pembangunan, memantau pelaksanaan desain dari plan kabinet, kan itu tugas wakil presiden, bukan membagi-bagikan itu itu tugas ketua RT,” kata Rocky.

Namun Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi mengatakan Gibran berhak memberikan bantuan atas nama jabatannya.

“Bantuan Wapres nggak apa-apa. Kan punya biaya operasional, beliau bisa gunakan itu untuk ke masyarakat,” kata Hasan usai sidang kabinet paripurna di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pada Senin, 2 Desember 2024.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf juga tak mempermasalahkan itu. Ia menilai kehadiran bansos tersebut bukan masalah. Yang terpenting, katanya, adalah manfaat dari bansos itu.

“Ya menurut saya tidak ada masalah ya. Semua tahu lah program pemerintah atau dari pihak swasta kan semua tahu. Jadi tidak perlu diperdebatkan. Yang penting manfaatnya itu yang utama. Untuk masyarakat yang penting,” pungkasnya.

Artikel Terbaru

Blunder Komunikasi Purbaya: Sikap Tak Elok Menteri Keuangan Perburuk Sentimen Pasar

INNNEWS - Baru-baru ini, sikap Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam rapat kerja dengan...

PM Keir Starmer Mundur dari Jabatan, Andy Burnham Jadi Calon Kuat Pengganti

INNNEWS — Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengumumkan pengunduran dirinya sebagai Perdana Menteri dan...

Di Balik Meledaknya Trend Bisnis Padel: Ledakan Pasca-Pemilu 2024 di Tengah Gejolak Ekonomi

INNNEWS - Padel, olahraga raket yang menggabungkan tenis dan squash, tiba-tiba meledak di Indonesia...

Mahasiswa Trisakti Terus Berdemo di Depan DPR hingga Menjelang Petang, Gaungkan Tritura Kembali

INNNEWS – Ratusan mahasiswa Universitas Trisakti bersama elemen lain seperti Universitas Esa Unggul terus menggelar...

artikel yang mirip

Blunder Komunikasi Purbaya: Sikap Tak Elok Menteri Keuangan Perburuk Sentimen Pasar

INNNEWS - Baru-baru ini, sikap Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam rapat kerja dengan...

PM Keir Starmer Mundur dari Jabatan, Andy Burnham Jadi Calon Kuat Pengganti

INNNEWS — Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengumumkan pengunduran dirinya sebagai Perdana Menteri dan...

Di Balik Meledaknya Trend Bisnis Padel: Ledakan Pasca-Pemilu 2024 di Tengah Gejolak Ekonomi

INNNEWS - Padel, olahraga raket yang menggabungkan tenis dan squash, tiba-tiba meledak di Indonesia...