HomeRisetRapor Merah 100 Hari Prabowo-Gibran: Ekonomi Terpuruk, Diprediksi Kontraksi

Rapor Merah 100 Hari Prabowo-Gibran: Ekonomi Terpuruk, Diprediksi Kontraksi

Published on

spot_img

 1,580 total views

RISET – Riset & Survei terbaru dari LPEM FEB UI menunjukkan bahwa mayoritas pakar ekonomi menilai kondisi ekonomi Indonesia memburuk sejak pemerintahan Prabowo-Gibran berjalan.

Dalam survei ini, “55% pakar menyatakan ekonomi lebih buruk dibanding tiga bulan sebelumnya,” sementara hanya satu responden yang melihat adanya perbaikan.

Lebih dari separuh responden juga memperkirakan ekonomi “akan terus melemah di periode mendatang,” dengan rata-rata skor -0.36, menunjukkan prediksi kontraksi. Inflasi saat ini relatif stabil, tetapi mayoritas pakar memperkirakan tekanan harga “akan meningkat dalam beberapa bulan ke depan.”

Di sektor ketenagakerjaan, “19 dari 42 pakar menilai pasar tenaga kerja semakin buruk,” dengan rata-rata skor -0.86, yang mengindikasikan semakin sulitnya masyarakat mendapatkan pekerjaan yang layak.

Baca juga:

Ekonomi Memburuk di Awal Pemerintahan Baru

Kondisi ini diperparah dengan iklim bisnis yang juga dinilai menurun, di mana “57% pakar menilai dunia usaha semakin lesu.”

Kebijakan Ekonomi Tidak Meyakinkan, Stabilitas Politik Memburuk

Evaluasi terhadap kebijakan ekonomi pemerintahan Prabowo-Gibran menunjukkan hasil yang sangat negatif.

“Sebanyak 88% pakar menilai kebijakan fiskal tidak efektif,” dengan rata-rata skor -1.05, mencerminkan kebutuhan akan perubahan strategi.

Dari sisi politik, kondisi semakin mengkhawatirkan.

“Sebanyak 28 dari 42 pakar menilai stabilitas politik memburuk,” sementara “tidak ada satu pun responden yang melihat perbaikan.” Korupsi juga menjadi perhatian utama, dengan mayoritas pakar menilai situasi “semakin memburuk atau stagnan.”

Dalam 100 hari pertama pemerintahan Prabowo-Gibran, mayoritas pakar ekonomi memberikan rapor merah, dengan rata-rata skor -1.17, mencerminkan skeptisisme yang tinggi terhadap efektivitas kebijakan ekonomi mereka.

Jika situasi ini tidak segera ditangani, Indonesia berisiko menghadapi perlambatan ekonomi yang lebih dalam.

Oleh: Tim Riset Imadeo

Sumber: 

LPEM Economic Expert Survey – Semester I 2025, LPEM FEB UI.

 

 

Artikel Terbaru

Pria Dilaporkan Jatuh dari Jembatan Tlobongan, Tim SAR Lakukan Pencarian di Sungai Mungkung

INNNEWS - Tim SAR gabungan melakukan pencarian terhadap seorang pria berinisial PRA (31), warga...

 INILAH TAMPANG Ratusan Pelaku Sindikat Judol di Hayam Wuruk Jakbar: 320 WNA Digiring ke Rudenim

INNNEWS – Penggerebekan besar-besaran terhadap sindikat judi online kembali dilakukan aparat kepolisian di wilayah Jakarta...

Indonesia Pernah Bernyanyi Bersamanya

INNNEWS - Ada lagu-lagu yang tidak pernah benar-benar pergi. Ia tinggal di radio tua di...

Pengevakuasian Lebah Madu oleh Pemadam di Area Sekolah Nusantara Baru (SNB)

INNNEWS - Petugas pemadam kebakaran melakukan proses pengevakuasian sarang lebah madu yang berada di...

artikel yang mirip

Pria Dilaporkan Jatuh dari Jembatan Tlobongan, Tim SAR Lakukan Pencarian di Sungai Mungkung

INNNEWS - Tim SAR gabungan melakukan pencarian terhadap seorang pria berinisial PRA (31), warga...

 INILAH TAMPANG Ratusan Pelaku Sindikat Judol di Hayam Wuruk Jakbar: 320 WNA Digiring ke Rudenim

INNNEWS – Penggerebekan besar-besaran terhadap sindikat judi online kembali dilakukan aparat kepolisian di wilayah Jakarta...

Indonesia Pernah Bernyanyi Bersamanya

INNNEWS - Ada lagu-lagu yang tidak pernah benar-benar pergi. Ia tinggal di radio tua di...