1,964 total views
MIMIKA, INNINDONESIA.COM – PT Freeport Indonesia (PTFI) kembali menunjukkan komitmennya terhadap pembangunan ekonomi nasional dan regional dengan menyetorkan Rp 7,73 triliun kepada pemerintah pusat dan daerah dari keuntungan bersih perusahaan sepanjang tahun 2024.
Dana ini merupakan bagian dari kontribusi fiskal PTFI yang tidak hanya mencerminkan kinerja keuangan yang kuat, tetapi juga tanggung jawab sosial perusahaan terhadap masyarakat, khususnya di wilayah Papua Tengah.
Rincian Setoran Rp 7,73 Triliun
Menurut Presiden Direktur PTFI, Tony Wenas, dana sebesar Rp 7,73 triliun tersebut terbagi sebagai berikut:
- Pemerintah Pusat: Rp 3,1 triliun, yang mencakup berbagai pos seperti pajak, royalti, dan dividen.
- Pemerintah Daerah: Rp 4,63 triliun, yang dialokasikan untuk mendukung pembangunan di Provinsi Papua Tengah, dengan rincian:
- Pemerintah Provinsi Papua Tengah: Rp 1,16 triliun.
- Pemerintah Kabupaten Mimika: Rp 1,92 triliun, sebagai daerah penghasil utama operasi tambang PTFI.
- Tujuh Kabupaten Lain di Papua Tengah: Masing-masing Kabupaten Nabire, Paniai, Puncak, Puncak Jaya, Dogiyai, Deiyai, dan Intan Jaya menerima Rp 221,2 miliar, dengan total Rp 1,55 triliun untuk ketujuh kabupaten tersebut.
“Perusahaan senantiasa transparan dan akuntabel dalam menjalankan kewajibannya. Pembayaran bagian daerah dari keuntungan bersih merupakan bukti nyata komitmen perusahaan dalam berkontribusi pada pembangunan ekonomi daerah,” ujar Tony Wenas dalam keterangan resminya, dikutip 1 Mei 2025.
Kontribusi Lebih Besar ke Negara
Selain setoran Rp 7,73 triliun dari keuntungan bersih, PTFI juga mencatatkan kontribusi signifikan lainnya kepada negara pada tahun 2024. Secara keseluruhan, penerimaan negara dari PTFI dalam bentuk pajak, royalti, dividen, dan pungutan lainnya mencapai lebih dari US$ 4,6 miliar atau setara dengan Rp 79 triliun (dengan asumsi kurs Rp 17.173 per dolar AS).
Dari jumlah tersebut, kontribusi ke daerah mencapai lebih dari Rp 11,5 triliun.
Peningkatan ini menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dibandingkan tahun 2023, di mana PTFI menyetorkan sekitar Rp 3,35 triliun untuk bagian daerah dan total penerimaan negara mencapai lebih dari Rp 40 triliun, termasuk Rp 9 triliun untuk daerah.

Kinerja ini didukung oleh produksi tembaga sebesar 1,8 miliar pound dan emas sebanyak 1,86 juta ounces pada tahun 2024, meningkat dari 1,65 miliar pound tembaga dan 1,97 juta ounces emas pada 2023.
Investasi Sosial untuk Masyarakat
Selain kontribusi fiskal, PTFI juga terus berinvestasi dalam program sosial untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya, terutama di sekitar tambang Grasberg, salah satu tambang tembaga dan emas terbesar di dunia.
Pada tahun 2024, PTFI mengalokasikan lebih dari Rp 2 triliun untuk investasi sosial, yang mencakup sektor pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal.
PTFI berkomitmen untuk melanjutkan investasi sosial ini hingga tahun 2041, dengan tambahan sekitar US$ 100 juta atau Rp 1,5 triliun per tahun.
“Keberhasilan PTFI sebagai perusahaan adalah ketika masyarakat di lingkungan sekitar area operasional meningkat taraf hidup dan kesejahteraannya. Kami percaya, tidak ada perusahaan yang berhasil di tengah masyarakat yang gagal,” tegas Tony Wenas.
Transparansi dan Akuntabilitas
PTFI menegaskan bahwa semua pembayaran dilakukan secara transparan dan akuntabel, sejalan dengan komitmen perusahaan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.
Kontribusi ini juga mencerminkan peran strategis PTFI sebagai bagian dari Holding BUMN Pertambangan MIND ID, di mana pemerintah Indonesia memiliki 51,23% saham perusahaan sejak 2018.
Meskipun ada diskusi di media sosial tentang besaran setoran Rp 7,73 triliun yang hanya mencakup sekitar 11,5% dari estimasi laba bersih PTFI sebesar Rp 67,32 triliun pada 2024, Tony Wenas menjelaskan bahwa setoran ini hanya mencakup bagian keuntungan bersih yang dialokasikan untuk pemerintah pusat dan daerah.
Pemerintah juga kemungkinan menerima dividen terpisah dari kepemilikan saham, meskipun rinciannya belum diungkap secara publik.
Dampak bagi Papua dan Indonesia
Kontribusi PTFI tidak hanya memberikan manfaat finansial, tetapi juga memperkuat posisi Papua Tengah sebagai salah satu daerah dengan pendapatan asli daerah (PAD) yang signifikan.
Kabupaten Mimika, sebagai daerah penghasil utama, menjadi penerima terbesar, yang diharapkan dapat mendorong pembangunan infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat lokal.
Secara nasional, setoran PTFI mendukung penerimaan negara untuk membiayai berbagai program pembangunan.
Dengan proyeksi setoran hingga Rp 90 triliun pada 2024, seperti yang diungkapkan Tony Wenas pada Agustus 2024, PTFI terus menjadi salah satu penyumbang utama kas negara dari sektor pertambangan.
Setoran Rp 7,73 triliun dari keuntungan bersih 2024 oleh PT Freeport Indonesia adalah bukti nyata komitmen perusahaan terhadap pembangunan ekonomi nasional dan regional.
Dengan rincian yang jelas untuk pemerintah pusat dan daerah, serta investasi sosial yang signifikan, PTFI tidak hanya berkontribusi secara finansial, tetapi juga berperan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua.
Ke depan, PTFI diharapkan terus menjalankan operasinya dengan transparansi dan akuntabilitas, sambil mendukung visi pembangunan berkelanjutan hingga 2041.


