HomeTrending100 Hari Kerja Sherly Laos Tuntaskan Program Pendidikan dan Kesehatan Gratis di...

100 Hari Kerja Sherly Laos Tuntaskan Program Pendidikan dan Kesehatan Gratis di Malut 

Published on

spot_img

 1,850 total views

INN NEWS – Gubernur Maluku Utara (Malut), Sherly Laos menyampaikan pencapaian kerjanya di 100 hari pertama masa jabatannya.

Sherly mengungkapkan, dua program prioritasnya yakni pendidikan dan kesehatan gratis telah berhasil direalisasikan jauh lebih cepat dari target awal dua tahun.

“Saya sudah bisa pendidikan dan kesehatan gratis by the end of 100 hari,” kata Sherly dalam wawancara eksklusif bersama Merry Riana.

Sherly menjelaskan bahwa untuk pendidikan, Pemerintah Provinsi Maluku Utara telah menanggung seluruh biaya komite di sekitar 400 SMA negeri sejak April lalu.

Biaya tersebut berkisar antara Rp150 ribu hingga Rp250 ribu per siswa. Sementara untuk SMA swasta dan madrasah, pembiayaan akan dimulai pada tahun ajaran baru, Juli mendatang.

Tak hanya jenjang SMA, Sherly juga menggulirkan beasiswa kuliah S1 untuk mahasiswa pra-sejahtera di kampus-kampus berakreditasi B di dalam wilayah Maluku Utara.

Ia menyebutkan, program beasiswa tersebut bersinergi dengan program Kemendikbudristek, yang sebenarnya sudah menjamin kuliah gratis bagi mahasiswa kategori Dikti 1, 2, dan 3, asalkan data mereka terverifikasi dalam sistem DTSN.

“Jadi untuk pendidikan, kurang lebih biayanya lebih besar. Tapi ternyata anggarannya ada,” jelasnya.

Di sektor kesehatan, Sherly mengambil langkah berani dengan menargetkan Universal Health Coverage (UHC) prioritas. Ia mengungkapkan bahwa Provinsi Maluku Utara akan meluncurkan program UHC prioritas per 1 Juni, setelah penandatanganan kerja sama dengan BPJS pada 20 Mei lalu.

Melalui program ini, semua pemegang KTP Maluku Utara yang bukan peserta mandiri dan belum aktif BPJS-nya akan langsung diaktifkan oleh pemerintah provinsi, tanpa menunggu satu bulan seperti biasanya. Aktivasi ini berlaku langsung di hari yang sama selama jam kerja.

 

 

“Kadang orang butuh layanan kesehatan dalam kondisi darurat. Kita tidak tahu kapan itu terjadi. Maka UHC prioritas ini harus segera,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa ada kasus kematian akibat keterlambatan administrasi layanan kesehatan yang menjadi dorongan kuat baginya untuk mempercepat program ini.

“Saya pikir tidak ada anggaran, ternyata ada saja solusinya. Dan program gratis ini bisa jalan hanya dalam 100 hari,” pungkas Sherly.

 

Artikel Terbaru

Ketika Kuala Lumpur “Hilang”: Panggilan Keras kepada Jakarta!

INNNEWS - Pada 9 Oktober 2026, Kuala Lumpur seolah lenyap di balik kabut tebal....

Kabut Asap Lintas Batas dari Karhutla Indonesia Menyelimuti Malaysia dan Singapura, Sekolah di Johor Ditutup

INNNEWS — Kabut asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia kembali...

Menang Politik, Kalah Yuridis: Mengapa Langkah Denny Indrayana dkk Belum Berakhir?

INNNEWS - Putusan Mahkamah Konstitusi telah menutup jalur yuridis yang ditempuh Denny Indrayana dan...

Paguyuban Warga RW13 Solo Tolak Sterilisasi Lahan Parkir di Area Jalan Masjid Sheikh Zayed

INNNEWS – Paguyuban Warga RW13 Solo menggelar aksi penolakan sterilisasi lahan parkir di area...

artikel yang mirip

Ketika Kuala Lumpur “Hilang”: Panggilan Keras kepada Jakarta!

INNNEWS - Pada 9 Oktober 2026, Kuala Lumpur seolah lenyap di balik kabut tebal....

Kabut Asap Lintas Batas dari Karhutla Indonesia Menyelimuti Malaysia dan Singapura, Sekolah di Johor Ditutup

INNNEWS — Kabut asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia kembali...

Menang Politik, Kalah Yuridis: Mengapa Langkah Denny Indrayana dkk Belum Berakhir?

INNNEWS - Putusan Mahkamah Konstitusi telah menutup jalur yuridis yang ditempuh Denny Indrayana dan...