1,081 total views
INN INTERNASIONAL – Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, memanaskan tensi konflik di Timur Tengah melalui serangkaian unggahan provokatif di media sosial X pada Rabu, 18 Juni 2025.
Dalam salah satu unggahannya, Khamenei menyerukan bahwa “perang telah dimulai” dengan merujuk pada peristiwa historis “Ali kembali ke Khaybar,” yang mengacu pada kemenangan Imam Ali dalam penaklukan kota Yahudi Khaybar pada abad ke-7.
Unggahan ini disertai gambar seorang pria memegang pedang memasuki gerbang seperti kastil, dengan kilatan api di langit, memperkuat nada militan pesannya.
Dalam unggahan terpisah, Khamenei menegaskan sikap keras Iran terhadap Israel, menyatakan, “Kami tidak akan menunjukkan belas kasihan kepada Zionis,” dan menambahkan bahwa Iran “tidak akan pernah berkompromi dengan Zionis.”
Pernyataan ini merupakan respons langsung terhadap eskalasi konflik antara Iran dan Israel, yang telah memasuki hari keenam dengan saling serang rudal dan serangan udara yang intens.
Unggahan Khamenei muncul tak lama setelah
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengeluarkan ancaman tajam melalui platform Truth Social.
Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat mengetahui “persis di mana sosok yang disebut ‘Pemimpin Tertinggi’ itu bersembunyi,” menyebut Khamenei sebagai “target yang mudah” tetapi menegaskan bahwa AS tidak akan “menghabisinya (membunuhnya!), setidaknya untuk saat ini.”
Dalam unggahan berikutnya, Trump menegaskan tuntutannya dengan dua kata: “MENYERAH TANPA SYARAT!”
Trump juga memicu spekulasi tentang kemungkinan eskalasi lebih lanjut dengan mendesak “semua orang” untuk segera mengungsi dari Teheran, menyiratkan potensi serangan besar-besaran.
Pernyataan ini datang setelah Trump memutuskan untuk mempersingkat kunjungannya ke KTT G7 di Kanada demi fokus pada krisis Iran-Israel, dan setelah ia memimpin rapat dengan tim keamanan nasional di Situation Room Gedung Putih.


