HomeTrendingPuluhan Wakil Menteri Prabowo dan Orang Kepercayaan Merangkap Jabatan Komisaris BUMN

Puluhan Wakil Menteri Prabowo dan Orang Kepercayaan Merangkap Jabatan Komisaris BUMN

Published on

spot_img

 1,699 total views

INN NEWS – Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang mengusung Kabinet Merah Putih untuk periode 2024-2029 telah mencatatkan sejarah dengan jumlah menteri dan wakil menteri yang cukup besar.

Kabinet ini terdiri dari 48 menteri dan 56 wakil menteri, yang diumumkan secara resmi pada 20 Oktober 2024 di Istana Merdeka, Jakarta.

Namun, sorotan publik tertuju pada fenomena sejumlah wakil menteri yang merangkap jabatan sebagai komisaris di Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Fenomena ini memicu diskusi tentang potensi konflik kepentingan dan efektivitas kinerja pemerintahan, terutama karena beberapa di antaranya adalah orang-orang kepercayaan Prabowo.

Berikut adalah ulasan mengenai deretan wakil menteri dan tokoh pendukung Prabowo yang menduduki posisi strategis di BUMN.

Wakil Menteri yang Merangkap Jabatan Komisaris BUMN

Berdasarkan penelusuran INN, setidaknya 25 hingga 26 wakil menteri dalam Kabinet Merah Putih tercatat merangkap jabatan sebagai komisaris di berbagai BUMN.

Suahasil Nazara  

Jabatan: Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu)

Komisaris: Wakil Komisaris Utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN)

Aminuddin Ma’ruf  

Jabatan: Wakil Menteri BUMN

Komisaris: PT Perusahaan Listrik Negara (PLN)

Latar Belakang: Mantan staf khusus Presiden Joko Widodo dan Wakil Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran.

Kartika Wirjoatmodjo  

Jabatan: Wakil Menteri BUMN

Komisaris: Komisaris Utama PT Bank Rakyat Indonesia (BRI)

Latar Belakang: Berpengalaman sebagai Wamen BUMN sejak 2019, berperan besar dalam transformasi BUMN di era Jokowi.

Dony Oskaria  

Jabatan: Wakil Menteri BUMN

Komisaris: Wakil Komisaris Utama PT Pertamina

Latar Belakang: Direktur Utama InJourney, pernah menjadi komisaris Garuda Indonesia (2014-2019), dan anggota Dewan Penasihat Presiden Bidang Ekonomi dan Industri.

Helvi Yuni Moraza 

Jabatan: Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (Wamen UMKM)

Komisaris: PT Bank Rakyat Indonesia (BRI)

Latar Belakang: Komisaris Independen PT Len Industri (Persero).

Sudaryono

Jabatan: Wakil Menteri Pertanian (Wamentan)

Komisaris: Kepala Dewan Pengawas Perum Bulog

Latar Belakang: Mantan Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Tengah, dikenal sebagai orang dekat Prabowo.

Fahri Hamzah  

Jabatan: Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (Wamen PKP)

Komisaris: PT Bank Tabungan Negara (BTN)

Latar Belakang: Politisi Partai Gelora, aktivis politik yang dikenal vokal.

Angga Raka Prabowo

Jabatan: Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamen Komdigi)

Komisaris: Komisaris Utama PT Telkom Indonesia.

Silmy Karim  

Jabatan: Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Wamen Imipas)

Komisaris: PT Telkom Indonesia.

Ossy Dermawan  

Jabatan: Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/BPN)

Komisaris: PT Telkom Indonesia.

Diaz Faisal Malik Hendropriyono  

Jabatan: Wakil Menteri Lingkungan Hidup (Wamen LH)

Komisaris: Komisaris Utama PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel).

Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka  

Jabatan: Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Wamendukbangga)

Komisaris: PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (Mitratel).

Dyah Roro Esti Widya Putri  

Jabatan: Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag)

Komisaris: Komisaris Utama PT Sarinah.

Immanuel Ebenezer Gerungan  

Jabatan: Wakil Menteri Ketenagakerjaan

Komisaris: PT Pupuk Indonesia

Latar Belakang: Mantan Ketua Relawan Jokowi Mania (Joman), aktivis politik pendukung Jokowi di Pilpres 2019.

Giring Ganesha

Jabatan: Wakil Menteri Kebudayaan

Komisaris: PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk

Latar Belakang: Mantan vokalis band Nidji dan Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Didit Herdiawan Ashaf  

Jabatan: Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan (Wamen KP)

Komisaris: Komisaris Utama PT Perikanan Indonesia.

Suntana

Jabatan: Wakil Menteri Perhubungan (Wamenhub)

Komisaris: Wakil Komisaris Utama PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo).

Yuliot  

Jabatan: Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Wamen ESDM)

Komisaris: PT Bank Mandiri.

Dante Saksono Harbuwono  

Jabatan: Wakil Menteri

Kesehatan (Wamenkes)

Komisaris: PT Pertamina Bina Medika IHC.

Ahmad Riza Patria

Jabatan: Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Wamendes PDT)

Komisaris: PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel).

Orang Kepercayaan Prabowo sebagai Komisaris BUMN

Selain wakil menteri, sejumlah tokoh yang dikenal sebagai pendukung atau orang kepercayaan Prabowo-Gibran dalam Pilpres 2024 juga diangkat sebagai komisaris di berbagai BUMN. Beberapa di antaranya adalah:

Simon Aloysius Mantiri  

Jabatan: Direktur Utama PT Pertamina (sebelumnya Komisaris Utama)

Latar Belakang: Kader Partai Gerindra, Wakil Sekretaris Dewan Pembina Partai Gerindra (2020-2025), dan menjabat di perusahaan milik Prabowo seperti PT Nusantara Energy.

Mochamad Iriawan (Iwan Bule)  

Jabatan: Komisaris Utama PT Pertamina

Latar Belakang: Mantan Ketua Umum PSSI, kader Partai Gerindra, dan Wakil Ketua Umum TKN Prabowo-Gibran.

Grace Natalie

Jabatan: Komisaris PT Mineral Industri Indonesia (MIND ID)

Latar Belakang: Wakil Ketua Dewan Pembina PSI, mantan Wakil Ketua TKN Prabowo-Gibran, dan staf khusus Presiden Jokowi.

Fuad Bawazier  

Jabatan: Komisaris Utama PT Mineral Industri Indonesia (MIND ID)

Latar Belakang: Politikus Partai Gerindra, anggota Dewan Pakar TKN Prabowo-Gibran, mantan Menteri Keuangan era Orde Baru.

Condro Kirono  

Jabatan: Komisaris Independen PT Pertamina

Latar Belakang: Purnawirawan Polri, Wakil Ketua Umum TKN Prabowo-Gibran, pernah menjadi komisaris di PT Pos Indonesia dan Pertamina.

Burhanuddin Abdullah Harahap  

Jabatan: Komisaris Utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN)

Latar Belakang: Ketua Dewan Pakar Partai Gerindra, mantan Gubernur Bank Indonesia.

Raden Adjeng Sondaryani

Jabatan: Komisaris Independen PT Pertamina

Latar Belakang: Pendukung Prabowo-Gibran dalam Pilpres 2024.

Kontroversi dan Kritik

Praktik rangkap jabatan ini memicu kontroversi karena bertentangan dengan Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 80/PUU-XVII/2019 yang melarang pejabat negara merangkap jabatan di perusahaan negara maupun swasta.

Pengamat seperti Herdiansyah Hamzah dari Universitas Mulawarman menyebutkan bahwa rangkap jabatan dapat memunculkan konflik kepentingan dan melemahkan pengawasan terhadap kinerja BUMN.

Selain itu, ada kekhawatiran bahwa penunjukan tokoh-tokoh pendukung Prabowo-Gibran sebagai komisaris merupakan bentuk “politik balas budi” yang dapat merugikan efisiensi dan profesionalisme BUMN.

Namun, ada pula pandangan yang membela praktik ini. Riza Primadi, mantan komisaris PT Kereta Api Indonesia, berpendapat bahwa wajar bagi pemimpin terpilih untuk menempatkan orang-orang kepercayaan di posisi strategis, selama mereka memiliki kemauan untuk belajar dan bekerja serius.

Ia menyarankan publik memberikan waktu enam bulan untuk menilai kinerja para komisaris baru sebelum menghakimi.

Gaji dan Tunjangan Komisaris BUMN

Menurut Peraturan Menteri BUMN No. PER-3/MBU/03/2023, gaji komisaris BUMN dihitung berdasarkan gaji direktur utama.

Komisaris utama menerima honorarium sebesar 45% dari gaji direktur utama, wakil komisaris utama 42,5%, dan komisaris lainnya 90% dari gaji komisaris utama.

Sebagai gambaran, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pernah menyebutkan bahwa honorariumnya sebagai Komisaris Utama Pertamina pada 2020 sekitar Rp170 juta per bulan, yang berarti gaji direktur utama Pertamina saat itu sekitar Rp378 juta per bulan.

 

Artikel Terbaru

Di Balik Sinyal Pasar: Membaca Risiko Off-Budget dan Stabilitas Perbankan Indonesia

Pergerakan outlook terhadap Bank Central Asia baru-baru ini memicu perhatian pasar. Bagi sebagian pelaku, ini mungkin hanya refleksi dinamika normal dalam siklus keuangan. Namun jika dibaca lebih dalam, sinyal seperti ini sering kali bukan berdiri sendiri. Ia bisa menjadi bagian dari spektrum yang lebih luas yaitu perubahan kondisi likuiditas, arah kebijakan makro, serta tekanan struktural dalam sistem pembiayaan nasiona

Heboh Pengadaan Alat Makan Rp4,19 Triliun di Yogyakarta: Skandal Pemborosan atau Salah Data?

INNNEWS – Di tengah gencarnya program Makan Bergizi Gratis (MBG), publik dikejutkan oleh dugaan pengadaan...

22Mobil Damkar Dikerahkan Padamkan Kebakaran Apartemen di Tanjung Duren

INNNEWS – Kebakaran terjadi di sebuah apartemen di kawasan Tanjung Duren, Jakarta Barat, sehingga memicu...

Keraton Surakarta Sebut Perlu Dukungan untuk Melestarikan Kebudayaan Jawa

INNNEWS-Keraton Surakarta Hadiningrat menegaskan pentingnya dukungan dari berbagai pihak guna menjaga dan melestarikan kebudayaan...

artikel yang mirip

Di Balik Sinyal Pasar: Membaca Risiko Off-Budget dan Stabilitas Perbankan Indonesia

Pergerakan outlook terhadap Bank Central Asia baru-baru ini memicu perhatian pasar. Bagi sebagian pelaku, ini mungkin hanya refleksi dinamika normal dalam siklus keuangan. Namun jika dibaca lebih dalam, sinyal seperti ini sering kali bukan berdiri sendiri. Ia bisa menjadi bagian dari spektrum yang lebih luas yaitu perubahan kondisi likuiditas, arah kebijakan makro, serta tekanan struktural dalam sistem pembiayaan nasiona

Heboh Pengadaan Alat Makan Rp4,19 Triliun di Yogyakarta: Skandal Pemborosan atau Salah Data?

INNNEWS – Di tengah gencarnya program Makan Bergizi Gratis (MBG), publik dikejutkan oleh dugaan pengadaan...

22Mobil Damkar Dikerahkan Padamkan Kebakaran Apartemen di Tanjung Duren

INNNEWS – Kebakaran terjadi di sebuah apartemen di kawasan Tanjung Duren, Jakarta Barat, sehingga memicu...